Rabu, 21 Juli 2010

Apa kabar? Super!

Ya, Super. Sebenarnya jawaban "super" ini saya meniru jawaban teman saya yang selalu menjawabnya begitu setiap kali ditanya kabar, hehe. Dan malam ini sepertinya saya baru bisa mengaplikasikannya, hehehe. Saya merasa super hari ini!

Dalam seminggu ke belakang, saya sudah dua kali pulang-pergi Kediri-Malang dalam rentang wajtu kurang dari 12 jam. Yang pertama Jumat kemaren, berangkat dari Kediri jam 3, nyampe maghrib, jam 8an berangkat lagi, nyampe Kediri jam 10an.

Dan hari ini. Bangun pagi, persiapan jualan es tebu, pecah-pecah es batu, sampe di tempat jualan menata mesin, meja, sapu-sapu dan siap berangkat ke Kediri! Yeay! Saya berangkat ke Kediri sama Vigna untuk: menonton Persik! Pertandingan Persik di kandang yang terakhir musim ini. Walaupun hampir pasti terdegradasi ISL, namun masih ada peluang untuk masuk babak semifinal di Piala Indonesia. Lawan Persija yang pada pertemuan pertama berakhir 4-3 untuk Persija. Maka di laga kali ini Persik hanya butuh menang 1-0 saja. Berangkatlah saya jam 10. Di jalan bersama Vigna. Hmmm..bersama orang yang tepat untuk bernostalgia, bercerita tentang perjalanan, tentang masa lalu, dan tentang semua hal "bajingan" kita, hahahaha. Mampir dulu di salah satu warung kenangan kita. Sampe Kediri jam setengah 2, istirahat sebentar dan siap nonton Persik!

So, here we are: Stadion Brawijaya Kediri!


Dan.....................Persik menang 2-0!!!! Lolos babak semifinal Piala Indonesia!!! Pertandingan semifinal akan digelar di Solo, dan saya akan di sana! Yeah!!!

Akhirnya sehabis maghrib saya siap pulang kembali ke Malang. Kali ini bersama Andik. Perjalanan malam yang mengasyikkan.

Sekian, dingin sekali malam ini. Bahkan Superman memiliki indra yang lebih peka sehingga akan terasa sangat dingin sekali malam ini.

Sabtu, 10 Juli 2010

ko-(minus)muni-kasi

Yiiihhhhhaaaaaa! Tidak perlu muni (bunyi) lagi untuk berkomunikasi! Hahahaha. Saya terinspirasi sama teman saya yang lagi tak henti-hentinya nge-BBGL (BlackBerry Gitu Loh!) di kursi atas saya sekarang. Yup! Belilah BB maka Anda tidak lagi membutuhkan mulut untuk berkomunikasi. Anda akan serasa berada di ruangan resepsi yang besar penuh dengan teman-teman Anda, kaya pembicaraan. Banyak sekali fitur yang ditawarkan untuk menjangkau teman-teman Anda mulai dari facebook, twitter, YM, BBM, bla..bla..bla. Pas suasana lagi sepi, eh, dia malah ketawa-ketawa sendiri. Memang, daripada Anda memecah kesunyian nyata, Anda akan lebih tertarik untuk berseri-seri sendiri saja. Yasudah, ntar kalo mati biar dilayat BlackBerry-nya saja! Hahahaha.

Terus..terus....saya pantau-pantau kok di setiap akun social network atau instant message yang dipunya semua topiknya beda-beda. Kayaknya Anda akan jadi orang yang berbeda di setiap akun-akun tersebut. Jadi berapa akun social network dan instant message Anda, maka sejumlah itulah kepribadian Anda. Hahahahaha. Walaupun sama orang yang sama tapi kalo beda tempat komunikasinya maka beda pula topiknya, sial! Udah gitu, pas ketemu (di dunia nyata) seakan-akan mereka itu tidak pernah membicarakannya. Ya begitulah, yang diomongin di YM ya YM saja, di wall facebook ya beda sama yg di twitter, adalagi yg di BBM. Huuuaaaaahhhhhhh.

Ampuuuuuuuunnnnnn BlackBerry!!! Rencang-rencang, meniko diparingi CANGKEM dipundamel ngaturaken endikan, monggo dipunmaksimalaken, sosialisasi secara langsung pancet paling enggal... Halah, emboh!!!

Kamis, 08 Juli 2010

apa kabar? kurang baik

Hehe judul ini saya ambil dari chat facebook saya yg barusan. Saya selalu males dengan jawaban standar (setting-an) orang Indonesia atas pertanyaan "Apa kabar?". Sebagian besar jawaban pasti adalah: "Baik-baik saja" hehehe. Saya pikir tujuan orang bertanya kabar pasti ingin lebih tau dari sekedar "baik-baik saja" saja. Yaaa..bukannya berharap "tidak baik", namun kita kan bisa saling berbagi kabar. Bagaimana sekolah kita, pekerjaan kita, kota tempat tinggal kita, keluarga kita, macem-macem lah. Atau mungkin kita yang kurang terbuka, atau harus dituntun (ditanya) dulu baru terbuka? Atau ini namanya toleransi? Dengan jawaban "baik-baik saja", jadi kita tidak membebani orang lain? Ahhh, sudahlah! Biar saja!

Well, saya nulis bukan untuk membahas itu kok. Gak tau kok tiba-tiba pengen nulis saja. Saya sedang di kos sendiri, eh, ralat, tidak sendiri, ini Tea barusan saja datang. Dengan ditemani musik dari Peterpan, Sheila on 7, dan Padi. Apa? Mainstream? Terserah!!! Toh saya tidak memungkiri kalo saya suka, hehe. Oiya, sebenarnya ada tawaran nonton bareng anak anak yang laen, gratis pula, tapi nontonnya Eclipse. Ogah ah. Bahkan saya New Moon belum liat, hehehe.

Yes, kurang baik! Secara fisik saya agak tidak enak badan. Sedikit capek dan hampir flu. Kemaren lusa saya dan teman-teman saya berlima nebang tebu di daerah Buring Malang. Nebang sendiri blusukan di tegalan tebu, becek-becekan, kesayat-sayat daun tebu, kotor-kotoran dan hujan-hujanan! Berhasil membawa 3 sak tebu penuh, kalo ditimbang kira-kira totalnya 50kg lebih. Asik banget!!!

Oiya, saya belum cerita kalo saya sekarang lagi jualan es tebu. Ntar deh saya cerita asal muasalnya kok tiba-tiba nge-es tebu, hehe. Jadi selama ini stock tebu dikirim dari Kediri seminggu sekali. Tapi ada kalanya tebunya abis sebelum dapet kiriman. Jadinya harus cari di Malang dan setau saya di Malang ini masih di Buring saja. Ini pun bertahap. Awal-awal dulu saya beli ke orang yang nebang seharga 20 ribu untuk satu sak. Sampai saya tau bahwa 20 ribu itu sangatlah berlebihan untuk hanya satu sak. Kemudian saya membeli 10 ribu dan ternyata menghasilkan jumlah yang sama. Bagus! Hingga akhirnya kita menebang sendiri dan hal ini tidak ber-efek pada mereka yang nebang. Hahaha akhirnya gratis!!! Tapi sialnya, hal ini juga menimbulkan beban psikologis tersendiri karena apa yang kita lakukan ini termasuk mencuri! Nah lo!!! Masa orang jualan gak modal??? hahahaha

Dan hari ini stock tebu habis. Ditambah lagi tadi pas ke Buring sudah kesorean dan tegal yang biasanya kita "jarah" sekarang sudah abis dibabat. Jelas besok tidak bisa jualan.

Di sini letak permasalahannya. Seharusnya kita semua yang berpikir untuk solusinya, namun hanya saya dan Tea dan Dhimas (kadang-kadang). Saya rasa ini tentang rasa memiliki. Bukankah dengan memiliki kita akan total menghidupinya? Ya, dan kita masih kurang memiliki. Jangan cuma mengandalkan kami. Ayo kita berjalan bersama. Berlari bersama! Jangan cuma diseret bisanya!!!

Sudah ah, kasian dada saya... uhuk..uhuk.... Selamat malam!