Minggu, 20 Juni 2010

Belajar Ragam

Baiklah, sekarang...apakah saya telah berbuat benar? Atau malah menyalakan api dalam sekam? Satu pikiran yang selalu saya hindari: mereka tidak "sampai" dengan maksud saya. Ayolah, kita sudah sama-sama dewasa. Saling memahami sudah mulai penting bagi kita, setidaknya kita belajar bersama-sama lah. Sudah bukan waktunya represif, saya yakin kalian juga tidak suka di-represif-in. Mungkin sekarang kita sedang mayoritas, bukan berarti kita lebih kuat. Kalo seperti itu kita sama saja dengan apa yang kita apathisi sehari-hari.

Teman saya kemarin membuat status, "Kalo kita dengerin musik yg kuas dan beragam, seharusnya kita juga bisa nerima sifat orang yg beragam pula." Begitulah! Luas saja, tidak memihak.

Saya sih percaya hukum timbal balik. Mereka akan baik kalo saya baik. Mereka akan apatis kalo kita juga acuh. Saya dibikin sakit karena saya pernah bikin seseorang sakit. Saya kecewa dan saya berpikir bahwa saya pasti juga pernah membuat kecewa. Yah, apalah. Jadi saya tidak harus menghakimi. Saya tidak harus tersinggung spontan: berpikir! berpikir! berpikir! jernih! jernih! jernih! dan all iz well :D

Ah, bagaimana kalo sekali-sekali tidak langsung mengkontra apa yang tidak sejalan dengan kita? Simpan energi untuk melawan dulu, diganti energi untuk belajar. Diikuti saja dulu, dipahami, diterima baru disinkronasi. Toleransi, kata Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dulu pas SD, hehehe.

Mari belajar bersama!

dosa yang membangun

Barusan kita ber-enam (Saya, Tea, Dhimas, Ersa, Jaya, Ferdi) sharing. Banyak.

Instropeksi, berkaca tentang diri sendiri. Saling lempar kritik, saling sindir, saling maki (dalam kosan kami makian adalah menu sehari-hari, sehingga mental kami terbentuk tebal). Hancur-hancuran, tak ada sungkan, apa adanya. Perumpamaan-perumpamaan menohok, hingga serangan menembus jantung. Pengakuan malas, tidak dapat bekerja tanpa ada pemicu, sampai-sampai pengakuan pecundang dan muka dua. Catat! Pengakuan, bukan olok-olok! Hebat!!!

Sesi selanjutnya adalah mengeluarkan semua unek-unek! Wahahahahaha puassss sekali! Saling memahami satu sama lain, saling mengiyakan, adu argumen. Keluarlah semua! hahaha. Ada yang lama dipendam, ada yang salah duga. Semua sah hari ini, teman-teman! :D

Horeeeeeee!!! Merdekaaaa!!! Hahahaha. Tertawa lepas. Memang begitu gunanya teman :)

Jumat, 11 Juni 2010

diselamatkan deadline (lagi) !!

Tadi pagi saya dibangunkan oleh sms teman saya, Husni. Teman waktu KKNP (magang) di Pertamina tempo hari. Dia mengabarkan kalo hari ini (hari kuliah efektif terakhir) adalah hari terakhir mengumpulkan laporan KKNP. Saya yang sedari awal menggampangkan dan sebenarnya tidak percaya hal itu (saya percaya kalo pas minggu tenang masih bisa mengumpulkan laporannya) merespon dengan tenang-tenang saja. Trus ditelpon Husni dan (seperti biasa) dia tidak sabaran, tipe orang yang tidak mau ngambil resiko dan patuh (hehehe), dia memaksa untuk menyelesaikan hari ini juga! Oke jadi deskripsi waktunya seperti ini: Saya baru bangun jam 9 dan ditelpon Husni jam 10, memaksa harus selesai jam 3 sore. Hari ini adalah hari Jumat, pasti kepotong Jumatan kurang lebih 1 jam. Pekerjaan laporan saya cuma kurang dari 1 bab dari 4 bab, praktis waktu yang saya miliki hanya 4 jam!! Baguslah!

Saya ngebut! Rencana saya hari ini saya lupakan demi mengerjakan laporan, bahkan saya tidak makan! Hahaha. Target: sampe sebelum Jumatan harus selesai 1 bab penuh! Yeah, masih 1 saja! It's okey, karena itu intinya laporan, di bab 3. Dan saya berhasil! Bab 3 selesai sebelum Jumatan.

Pas Jumatan jadi tidak khusyuk. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk telat ngumpulin laporan, harus mengulang semester depan. Menyusun rencana apa-apa yang harus dikerjakan. Dan berdoa... :)

Pulang Jumatan langsung ngerjain Bab 4 tentang kesimpulan dan saran, enteng.. hehehe. Abis ngerjain bab 4 saya menuju ke rumah Husni, siapa tau dapat contekan bab 1 dan 2. Sampek di sana ternyata Husninya malah lebih parah daripada saya! Dia belum selese bab 3 nya. Yaudah, aku ngerjain sendiri aja bab 1 dan 2 nya. Ngedit-ngedit dari contoh laporan temen. Trus bikin daftar gambar, daftar tabel, daftar pustaka, daftar isi, kata pengantar, dan lembar pengesahan. Trus selesai! Waw!!! Tinggal ngeprint! Abis ngeprint, laporan siap jam 3 pas! Alhamdulillah... kok bisa ya? Bukti kuasa Tuhan :)

Saya menelpon Pak Aulia Fuad (Dosen Pembimbing KKNP saya) dan dia menyuruh saya cepetan datang ke kampus. Saya pikir Pak Fuad mau ada kelas. Oke saya segera berangkat ke kampus meninggalkan Husni dan laptop saya tinggal di rumah Husni. Sampe di kampus, Pak Fuad tidak ada di ruangannya. Saya telpon lagi ternyata Pak Fuad sudah ada di mobil dan akan pulang. Walah! Saya pun lari menuju tempat parkir. Pak Fuad menghentikan mobilnya yang sudah setengah keluar (sudah tidak dalam kondisi parkir, sudah siap meluncur pulang) dan menemui saya. Laporan saya dilihat beralaskan kap mobil, dan saya presentasi (bercerita). Pak Fuad mendengarkan sambil membaca-baca laporan saya, trus memberi nilai. Ternyata Pak Fuad masih belum puas dengan cerita saya, saya diajak masuk ke mobilnya dan mengeluarkan mobil dari parkiran agar tidak menghalangi mobil lain. Maka berceritalah saya di dalam mobilnya Pak Fuad, hahaha.

Presentasi yang unik saya kira, hehe. Dan bersyukurnya lagi, ternyata hari itu adalah hari terakhir untuk tiga minggu ke depan Pak Fuad di kampus. Bayangkan jika saya masih santai dan menunda mengerjakan laporan minggu depan, saya tidak akan bisa menemui Pak Fuad dan otomatis saya harus mengulang semester depan! Saya benar-benar berada di waktu terakhir! Hahahaha. Terimakasih Tuhan! Memang petunjuk itu bisa datang dari mana saja, yang ini giliran dari Husni, hehe.

Dan juga terimakasih untuk deadline! Kalo gak ada deadline, mungkin saya masih sante-sante, enak-enakan, mengerjakan hal lain, mengurus ini-itu, meneruskan membaca The Sorceress, menikmati sakitnya badan ini, bla..bla..bla.... hahaha.

Mari datang lagi deadline-deadline yang lain! :D

Selasa, 08 Juni 2010

mati tidak sama dengan berhenti

Saya sakit, sangat sakit saya kira. Saya juga capek, namun kalo capek saya masih terbiasa. Bahkan saya sangat menikmati capek, biasanya. Tapi ini lain, saya hancur secara fisik tapi dengan pikiran excited. Begitulah, karena saking excited-nya saya melupakan fisik saya. Memang benar kekuatan pikiran bisa menjadi motivasi yang sangat manjur. Tapi ketika berhenti saya jatuh. Namun tetap saja saya takut untuk menunjukkan ketidakberdayaan ini. Saya harus tampak kuat dan selalu membuat mereka kuat.

Jadi tenang teman-teman, saya tidak akan berhenti :) tapi saya akan mati.

...

Sabtu, 05 Juni 2010

that night Coffee Time was became Dead in Deadline Time

preparing


still preparing, actually, I don't know how to fix that stuff!


drum beat intro


my back, enjoy!

dead in deadline, huh?


the middle line


the frontliner


are we emo enough?


take a deep breath, buddy!


there are two people with the worst skill!


after show