Senin, 05 April 2010

What's going on down there? I'm stuck in 10th floor!

Ini hari pertama saya di kantor. Tunggu,,kantor?! Yup,saya mulai memasuki babak baru, memasuki dunia yang selama ini saya nilai hilangnya idealisme. Dimana kita lupa mimpi-mimpi muda, ketika kita menyerah pada keadaan yang menawarkan kenikmatan duniawi. Ah, saya tidak sok idealis, buktinya saya disini sekarang..


hehe..datang kepagian. Berangkat dari Pacar Kembang 45, kontrakan teman, sahabat, saudara yang berjarak 21cm di peta berskala 1:50.000 saya berangkat pukul 5.45 (wow!). Dengan pertimbangan macetnya metropolis dan panasnya sinar matahari pagi yang seharusnya menyehatkan itu. Dan...kepagian!

Setelah bosan menunggu sampai jam setengah 7, saya mulai memasuki halaman kantor (?). Menghadap HRD di lantai 3, sedikit pengarahan dan dikirim ke lantai 10. SPI Daerah V, begitulah bunyinya (jika dibaca). Bertemu dengan Asisten Manajer Divisi Reneval yang berperan sebagai supervisor saya, berkenalan dengan seluruh penghuni kantor yang berjumlah: 3!!

"Masih demam long weekend kemaren pak, jadi masih ada yang ambil cuti," kata salah seorang mbak-mbak berkerudung tapi auditor handal itu.

Dan saya dipenjara di bilik itu. Ya, bilik! Bukan ruangan karena tidak tertutup dan dengan batas atas dada orang dewasa. Jadi bisa curi-curi pandang, jadi bisa lihat mbaknya update status. Kembali ke bilik dengan satu meja kerja konvensional (putih, kaki abu-abu, dahulu identik dengan meja komputer), dua kursi agak nyaman (karena saya melihat yang sangat nyaman di ruangan supervisor saya), dan satu meja arsip. Dan diatasnya meja arsip.....wi-fi transmitter!!!! yiiiaaaayyy!!!

Berikut adalah komunikasi pertama saya dengan mbaknya...

sebuah kue dari medan yang mengurungkan niat saya berpuasa pada jam 10 (kue dikasihkan jam 8, jadi antara jam 8-10 terjadi pergolakan batin apakah diteruskan berpuasa atau tidak)

Oiya, saya masuk ke ruangan itu jam 8an, terang dan sejuk. Terang oke, kan memang masih pagi, tapi kok semua selambunya ditutup ya?? Sejuk? Surabaya??
Tidak sulit menemukan alasannya, LAMPU DAN AC!!!
Ehm, AC bisa saya tolerir karena suasana kerja yang nyaman akan menunjang kinerja. Tapi lampu??? Di saat kita mendapat berkah cahaya gratis...

Ada anjuran untuk mengurangi pemakaian lampu yang mubazir itu dan temperatur AC tidak lebih dari 25 derajat celcius.

Saya seorang yang dengan naifnya berteriak akan pemborosan ini. Tapi saya hanya korban, kambing hitam sebagai pemakai dan penikmat. Menikmati kenikmatan yang nikmat. Di mana semua sarjana berlomba-lomba untuk menjadi pegawai kantoran. (Tolong selamatkan saya!)

Oiya, saya dulu pernah berpendapat kalau mahasiswa adalah fase paling malas. Ternyata memang benar sistem di Indonesia bahwa semuanya bertahap. Karena di kantor (?) adalah masa paling malas, karena kita hanya bekerja 2-3 jam dan sisanya...terserah Anda. Satu lagi, bekerja kantoran disini sudah sesuai prosedur, tinggal mengikuti pedoman, layaknya mahasiswa mengerjakan tugas dengan mencontek, nah lo! Selamat datang di fase paling malas.. hehe

STOP! Hentikan ke-apatis-an ini. Baru hari pertama juga. Semoga saya menikmati terjebak di belakang meja itu. Terjebak di lantai 10.





NB: Setelah saya baca lagi tulisan ini ternyata tak terarah tak berpola tak jelas tak keruan, ku tak tahu tak.. Namun beginilah cara kerja circuitstuck, silakan dihujat!

Selasa, 30 Maret 2010

Dead In Deadline

hello there, this is the first time I talking about my band. It call Dead In Deadline. I can't say anything, just WOW I'm in a band!!! hehehe..

for further enjoying, please check..

hey, this is our download portal for "Pendidikan adalah...", "Us, running", "Sempitnya Paradoks", "Losing Sight", "In Between Scream And The Same": http://www.mymusicsharing.com/topic/5966-dead-in-deadline-ep/

just enjoy it, friends!!

Rabu, 24 Maret 2010

Apresiasi Basi

Sebagian orang bilang, "Apapun yang kau dapat adalah adalah hasil dari apa yang kau kerjakan." Sebagian lain mengatakan, "Hidup adalah tentang memberi dan menerima."

Mari kita gabung, jadi apapun yang kita terima merupakan hasil dari yang kita lakukan. Jangan mencela jika tak ingin dicela. Hargai karya orang lain jika ingin karyamu dihargai.

Oleh karena itu, saya tak peduli apa yang akan saya dapat. Saya hanya peduli apa yang akan saya kerjakan. Saya mengharapkan sesuatu yang baik maka saya berbuat baik. Saya tidak berada pada posisi teknis, seorang sahabat bilang saya katalis.

Saya total, saya maksimal sesuai dengan kapasitas saya. Saya jauh dari skill, saya hanya mengandalkan pola dan kepala. Saya bangga dengan semua keterbatasan saya karena saya berkarya di dunia baru. Dunia (yang seharusnya) di luar kemampuan saya.

Apakah saya sudah cukup berbuat baik? Apakah itu semua belum cukup baik? Apakah saya pantas mendapatkan ini semua? Saya pantas mendapatkan sedikit apresiasi!

Selasa, 16 Maret 2010

Mencari Papan Petunjuk

Saya berada di tengah-tengah lingkaran. Sebuah lingkaran besar. Belum ada magnet yang bisa memutar dinamo ini. Saya hanya berdiri di atas kesenangan, tanpa tendensi, bebas berputar. Di sini saya bisa melihat semua sisi lingkaran dengan sama besarnya. Di depan saya, di belakang saya, di kanan saya, di kiri saya, semua sudut sama. Saya dapat menjangkau semua tepian dengan sama jaraknya. Terdengar adil? Atau tidak punya pendirian? Entahlah, saya menyebutnya representasi makhluk sosial.

Saya memandang setiap tepinya sama luas. Saya menempatkan mereka sejajar. Bukan tendensi, hanya skala prioritas untuk membuatnya menjadi maksimal. Dalami, pahami, resapi maka akan menjadi kaya. Saya berpikir, saya menganalisa. Jadi tidak ada alasan untuk berpikir sempit.

Namun saya masih di tengah. Belum memutuskan untuk melangkah. Suatu saat pasti akan menepi dan saya phobia terhadap sempit. Saya akan mencoba untuk tetap di tengah. Entah lingkaran ini atau lingkaran baru. Akan banyak lingkaran saya singgahi. Begitulah saya hidup.

Saya berada di tengah-tengah lingkaran. Berputar mencari celah. Belum menentukan arah. Saya mencari papan petunjuk.

Sabtu, 13 Maret 2010

malam minggu tanpa belenggu

Tiga belas Maret Dua Ribu Sepuluh, malam minggu. Keluarkan segala kesah tak berarti pasrah. Berani tak terarah bukan berarti salah kaprah. Keluarkan segala emosi, salurkan kreasi, dan berbagi...

tanpa teknik, tanpa skill, habisi saja!

proses paling penting: mendompleng rasa dari tepung. suatu pembenaran dan pembesaran hati bahwa masakan kita "nyummy"!

proses pembersihan kuman!

nada-nada me-refresh.

fresh from the oven.

prajurit-prajurit garis depan.

tidak lupa berbagi :)

Selasa, 02 Maret 2010

NOTHING IS WRONG HERE!

There are nothing is wrong in the whole world, I guess. Everyone must be have a reason to do something. There are many factors causing it. A thieve have a reason for stealing, it may be an economic reason. Corruptors have a reason for doing corrupt, it may be they meet a chance. hehe.


And may be the only one problem here is: perspective or point of view. Some people think that Mr. President doing good so far. Then anyone else do protest out there. Yeah, it's all about how to understanding every moment that happened.

slightly shift the point of view to find a positive thinking :)
Nothing is wrong here. So, don't be too easy to judge people. Stay in back and understand them!

That was when talking about the point of view. What if about to do something, but we are afraid of? Believe it friends, (once again) there is something wrong not too! :)

And for me? Simple, I write this in English, even I can't English fluently. Whatever, post!