<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124</id><updated>2012-02-28T19:20:33.207+07:00</updated><category term='circuit stuck'/><category term='kabar'/><title type='text'>Positively, Naive</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>94</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7152558833457637134</id><published>2012-02-28T18:59:00.003+07:00</published><updated>2012-02-28T19:20:33.319+07:00</updated><title type='text'>PMA's</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-l2bu-zeVB0E/T0zDJ50qDYI/AAAAAAAAAOg/tboC4wxNYuU/s1600/IMG01185-20120226-1956.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-l2bu-zeVB0E/T0zDJ50qDYI/AAAAAAAAAOg/tboC4wxNYuU/s400/IMG01185-20120226-1956.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5714156602134236546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7152558833457637134?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7152558833457637134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/02/pmas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7152558833457637134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7152558833457637134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/02/pmas.html' title='PMA&apos;s'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-l2bu-zeVB0E/T0zDJ50qDYI/AAAAAAAAAOg/tboC4wxNYuU/s72-c/IMG01185-20120226-1956.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6821078056740129276</id><published>2012-02-01T21:29:00.009+07:00</published><updated>2012-02-02T01:24:13.488+07:00</updated><title type='text'>Menerjang Batas: Berpetualang dengan Mesin Waktu, Menembus Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MoPl0YNfhRc/Tyl9f4H1vRI/AAAAAAAAANw/9AetH9cqtxA/s1600/menerjangbatas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MoPl0YNfhRc/Tyl9f4H1vRI/AAAAAAAAANw/9AetH9cqtxA/s320/menerjangbatas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704228389636128018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="text-align: justify; "&gt;Sejak pertama kali @andibachtiar melontarkan ide tentang Gabriel Omar, saya sangat antusias. Sudah lama saya mengagumi beliau dengan mengikuti setiap postingan blognya dan menonton film-filmnya, antara lain &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify; "&gt;Hardline&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify; "&gt;, Romeo Juliet, &lt;i&gt;The Conductors&lt;/i&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify; "&gt;Hope&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify; "&gt;. Oleh karena itu saya sangat yakin film Gabriel Omar akan menjadi sesuatu yang hebat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saya pun mulai mem-&lt;i&gt;follow&lt;/i&gt; @gab_omar dan menikmati setiap twitnya dalam mengenalkan dunianya. Dia konsisten menceritakan harmoni sepakbola Indonesia versinya tanpa peduli carut marut yang terjadi di dunia nyata. Sehingga terkadang membawa kita larut pada dunia persepakbolaan Indonesia yang ideal, dunia Gabriel Omar. Saya ingat ketika awal kemunculannya dia menjawab beberapa pertanyaan followernya yang menanyakan nama klub sepakbola di kotanya. Karena namanya memang unik, merepresentasikan ciri khas kota tersebut, dan tentu saja tidak ada unsur nama-nama tim perserikatan. Kerennya, @gab_omar tak jarang pula bertukar sapa dengan para pemain timnas sungguhan, seperti Bambang Pamungkas (@bepe20), Ahmad Bustomi (Bustomi_19), dan Arif Suyono (@ariffsuyono).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kemudian muncul blog Gabriel Omar di gabrielomar8.com yang dibumbui foto-foto masa-masa kecilnya ketika berlatih di Ungaran Football School. Saya juga mendownload teaser resmi Gabriel Omar di &lt;i&gt;youtube.&lt;/i&gt; Hingga media yang terbaru adalah novel "Menerjang Batas". Novel "pengenalan" latar belakang Gabriel Omar dan dunianya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Novel ini dimulai pada tahun 1985 ketika Indonesia bertanding melawan Korea Selatan dalam play-off Piala Dunia 1986. Dan seperti yang kita ketahui, cerita ini berakhir pada lolosnya Indonesia ke Piala Dunia 2014. Rentang waktu 29 tahun ini membuat kita seperti berada di dalam mesin waktu. Ditambah dengan pemaparan deskriptif Estu Ernesto dalam bahasa yang sederhana namun berbekal kekayaan pengetahuannya membuat kita semakin berpetualang dalam mesin waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dimulai dari sebuah desa kecil di Ungaran, Jawa Tengah yang menceritakan Edi Baskoro, pemuda yang sangat mencintai sepakbola dan memiliki mimpi dan keyakinan tinggi terhadap persepakbolaan Indonesia. Bersama ketiga karibnya, yaitu Hadi, Yitno, dan Ismanto, kita dibawa ke perhelatan Piala Dunia 1986 di Argentina, pertandingan Juara Sejati di Jogja, dan perolehan perak timnas di ajang Asian Games 1986 di Cina. Kemudian Edi bersama Ismanto dan Pak Abdul menjadi saksi emas pertama timnas Indonesia di ajang Sea Games pada 1987. Gagalnya timnas di semifinal Sea Games 1989. Kembali ke kancah lokal, pertandingan antara PS Tugu melawan Jakarta Metropolitan pada 1991 dan kelahiran sang bintang Gabriel Omar Baskoro, serta emas kedua timnas di Sea Games 1991.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mesin waktu berputar balik ketahun 1988 yang menceritakan rencana besar Joseph Marshall Erwiyanto, bos Jakarta Metropolitan, tentang pembinaan klub. Kemudian kita melaju kembali ke Piala Asia 1992 di Jepang dan berakselerasi ke tahun 1996 di mana Indonesia sampai ke fase semifinal. 1997 Gabriel Omar masuk UFS dan pada 1999 menjadi top skor sebuah turnamen, walaupun hanya ditempatkan sebagai pemain belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mesin waktu terus melaju pada medio 2000-an hingga pada perhelatan Piala Asia 2004, timnas Indonesia berhasil menorehkan sejarah sebagai Juara Asia! Cerita terus berlanjut seputar Jakarta Metropolitan hingga perjalanan timnas. Dan puncaknya, Gabriel Omar Baskoro berhasil membawa Indonesia mencapai perempat final Piala Dunia 2014 dan kalah secara dramatis dengan tuan rumah Brasil di Stadion Maracana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kredit lebih patut disematkan pada tim produksi Gabriel Omar ini. Khayalan mengenai kondisi persepakbolaan nasional yang ideal tidak hanya sebatas khayalan, namun mereka dapat mempertanggungjawabkannya dengan menggambarkan lingkungan sepakbola dengan detil. Proses transfer, praktik &lt;i&gt;team talk&lt;/i&gt; pelatih terhadap pemainnya di ruang ganti, hubungan pemain dengan &lt;i&gt;supporter&lt;/i&gt;, koordinasi &lt;i&gt;supporter, &lt;/i&gt;sampai profesionalitas kompetisi dan pembinaan usia dini dengan segala rencananya seperti menjadi solusi bagi pemegang tampuk kekuasaan persepakbolaan di negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tidak ketinggalan, salah satu bagian favorit saya adalah deskripsi selama berlangsungnya pertandingan yang menunjukkan bahwa penulis sangat memahami permainan bola kaki ini. Kita bagaikan benar-benar sedang berada di bangku kayu Gelora Bung Karno ataupun berada di depan layar kaca bersama teman-teman menyaksikan pertandingan tersebut. Yang paling menarik adalah ingatan tentang momen-momen kejuaraan sepakbola dunia masa lampau, baik Sea Games, Piala Asia, hingga Piala Dunia. Entah itu pemaparan sejarah atau karangan, atau setengah sejarah setengah karangan, saya tidak mau repot-repot mengambil pusing. Yang pasti saya percaya bahwa itu adalah bagian dari sejarah. Saya ingat beberapa waktu yang lalu @andibachtiar sering &lt;i&gt;ngetwit&lt;/i&gt; bahwa dia sedang menonton arsip-arsip sepakbola nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-hipyw84-HYg/Tyl_UMDGA-I/AAAAAAAAAOI/4DsLRBjAvMc/s320/IMG01146-20120201-2141.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704230387849757666" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 155px; height: 160px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Terlepas dari hingar bingar sepakbola, penulis juga lihai memainkan emosi pembaca. Jujur saya benar-benar ikut bersedih ketika nyawa Ibu Wiwin tidak bisa diselamatkan saat berjuang melahirkan Gabriel Omar. Ada juga cerita antara Gabriel dengan Andien yang menjadi pemanis di novel ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sejauh pengamatan saya, terdapat ketidaksinkronan antara novel, blog, dan teaser. Seperti nama tokoh cewek yang akan dipasangkan dengan Gabriel. Sebelumnya saya mengenal nama Nitya dalam salah satu postingan blognya, namun dalam novel terdapat nama Andien. Satu lagi, dalam teaser Indonesia sempat memimpin 2-1 melawan Brasil, akan tetapi di novel kita kalah 2-1.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada 2 kunci dalam novel ini. Kunci yang pertama adalah kata-kata Andibachtiar Yusuf dalam kata pengantar, "Jika Hollywood mampu membuat Amerika Serikat menang di Vietnam atau sanggup menumpas alien yang menyerbu bumi lewat film, maka lewat medium seni modern inilah saya meloloskan Indonesia ke Piala Dunia." Ini adalah mimpi dan upaya menggapai mimpi ala Bang Ucup (nama panggilan Andibachtiar Yusuf).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kunci yang kedua adalah ungkapan Brasil kuno yang dikutip Bang Ucup di awal kata pengantarnya, "&lt;i&gt;If you're the only one who dream, it's only a dream. But when millions share the same dream, it's reality.&lt;/i&gt;" Dengan segala manuvernya Bang Ucup mengajak kita untuk mempunyai mimpi yang sama dengannya sehingga akan membuat mimpi itu menjadi kenyataan karena kita akan menggapai mimpi itu dengan cara kita masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Semua media yang digunakan seperti twitter, blog, teaser, dan novel ini adalah strategi pemasaran yang jitu. Karena semua itu merupakan sebagai media "pemanasan" bagi kita untuk kembali bermimpi dan menumbuhkan keyakinan kita agar kita bisa menjangkau mimpi gila Andibachtiar Yusuf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan Indonesia memang akan berlaga di Piala Dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;PS: Bahkan dalam novel ini Bang Ucup juga masih bermimpi untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Amin :)))&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6821078056740129276?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6821078056740129276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/02/menerjang-batas-berpetualang-dengan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6821078056740129276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6821078056740129276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/02/menerjang-batas-berpetualang-dengan.html' title='Menerjang Batas: Berpetualang dengan Mesin Waktu, Menembus Mimpi'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MoPl0YNfhRc/Tyl9f4H1vRI/AAAAAAAAANw/9AetH9cqtxA/s72-c/menerjangbatas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4248764886038745999</id><published>2012-01-31T21:35:00.003+07:00</published><updated>2012-01-31T22:45:59.215+07:00</updated><title type='text'>On My Way</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NAivnC4mU5g/TygKCq2txYI/AAAAAAAAANY/j-UvaHiyQmY/s1600/cdpackage.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NAivnC4mU5g/TygKCq2txYI/AAAAAAAAANY/j-UvaHiyQmY/s320/cdpackage.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703819969044530562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;-Sebuah Debut Mixtape oleh Aldi untuk Tika-&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;L'alphalpha - About A Friend&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai, teman. Berbagi semua dan ku tak kuasa menolak ceritaku. Selalu ada membahu, takjarang berbagi bahu. Baik untukku. Baik untukmu. Terlalu baik untuk mereka. &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Beristirahatlah sejenak. Di sini. Bersamaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Yes you are my friend. Don't you ever cry, don't you say goodbye.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hellogoodbye - If You Wanna, I Might&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang kau rasa? Apa yang ku rasa? Masih mencari tahu. Satu hal yang pasti kita tertawa. Bebas. Inderaku sama sekali tidak menolak aroma nafasmu. Seperti menemukan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sometime I wish I could be the one fish that you choose out of all in the sea.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Regina Spector - Us&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan merekapun mulai membicarakan kita. Isu berhembus menyelidik apa yang &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;tersembunyi di hati. Persetan apa kata mereka, kita hanya tertawa. Tak ada yang tau&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;persis, bahkan kita. Tanpa dasar apa-apa. hanya hati yang juara. Kita masih tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;We're living in a den of thieves, rummaging for answer in the pages.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Wolfmother - Vagabond&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sial, aku berlaku layaknya Summer versi laki-laki. Apa kau berbahasa dengan baik? Lihat &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;kata "sial" di awal kalimat. Itu berarti penyesalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Please don't make her do things against her will.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;The Adams - Hanya Kau&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi memang... Cuma kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tak mudah tuk bisa mencari rasa yang telah mati, namun asa telah menanti di dalam hati ini. Hanya kau yang bisa...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hellogoodbye - Oh, It Is Love&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke, saya menyerah. It is love.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua tahun pembelaan dan kalah. It really is love.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silakan hukum saya. Saya bertekuk lutut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;It is love for the first time I pressed my lips against yours.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hellogoodbye - Here, In Your Arms&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mulai ketergantungan kamu. Senyum pagimu, semua rencanamu, labil emosimu, dan setiap helai lakumu. Memenangkanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;I like when you sleep, when you sleep next me.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;The Trees and The Wild - Fight The Future&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang tersisa adalah mewujudkan mimpi-mimpi kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;I'll fight the future for you. Maybe.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span &gt;Trust me, I'm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JDGqGX1sur0/Tyf8jzyN22I/AAAAAAAAANM/2KznXlAyDzI/s1600/on%2Bmy%2Bway.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-JDGqGX1sur0/Tyf8jzyN22I/AAAAAAAAANM/2KznXlAyDzI/s320/on%2Bmy%2Bway.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703805145214475106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PS:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Saya mencari cara yang paling efektif dalam menyajikan mixtape. Saya ingin pendengar dapat mendengar sekaligus membaca "maksud" di waktu yang sama, dalam satu file. Maka saya membuat mixtape ini dalam bentuk slide show power point, jadi pas di-klik muncul slide "maksud" sekaligus memutar lagunya. Begitu seterusnya :)))&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Hellogoodbye mengambil jatah 3 lagu. Karena saya ingin kamu selalu menjadi orang pertama yang saya ucapkan "Hello" di setiap pagi, dan "Goodbye" di setiap malam. Sisa hidup saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4248764886038745999?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4248764886038745999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/01/on-my-way.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4248764886038745999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4248764886038745999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/01/on-my-way.html' title='On My Way'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NAivnC4mU5g/TygKCq2txYI/AAAAAAAAANY/j-UvaHiyQmY/s72-c/cdpackage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2062365037990112504</id><published>2012-01-22T11:57:00.002+07:00</published><updated>2012-01-22T12:28:36.050+07:00</updated><title type='text'>e-KTP?</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu saya terpaksa pulang hanya untuk foto e-KTP di Kantor Kecamatan Kota Kediri.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu hal yang masih menggelitik saya adalah: Kenapa namanya harus e-KTP?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KTP adalah identitas warga negara Indonesia, nah, tapi kenapa namanya malah gak Indonesia banget? Pake tambahan "e-" di depan. Saya jadi teringat hal lucu lainnya, yaitu surel. Ya, surel adalah nama Indonesia untuk &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; yang berarti surat elektronik. Singkatan yang lumayan aneh. Lalu &lt;i&gt;e-commerce&lt;/i&gt; juga diartikan perdagangan elektronik. Saya mencoba awam dan mendenotasikan bahwa perdagangan elektronik hanyalah jual-beli produk-produk elektronik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Elektronik dalam artian bahasa Inggris sangat luas maknanya. Bisa berarti merupakan suatu sistem terstruktur yang terkomputerisasi dalam jaringan internet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Indonesia sejauh ini cukup konsisten dalam penerjemahan, yaitu mengubah MD (menerangkan-diterangkan) khas Inggris menjadi DM. Ex: &lt;i&gt;electronic mail&lt;/i&gt; menjadi surat elektronik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Hingga dimunculkan ide e-KTP. (???)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--&amp;gt; Jadi, apakah e-KTP itu adalah gabungan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--&amp;gt; Lalu posisi unsur frase masih pake MD karena "e-" masih di depan, jadi e-KTP belum memenuhi syarat ciri-ciri bahasa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--&amp;gt; Pertanyaan terakhir, jadi cara penulisan e-KTP ini biasa atau harus ditulis miring layaknya bahasa asing (&lt;i&gt;e-KTP&lt;/i&gt;) ? Mungkin sebelum ada jawabannya, setengah-setengah aja ya? "e" -nya miring, tapi "KTP" nya biasa (&lt;i&gt;e&lt;/i&gt;-KTP).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah! Saya punya usulan! :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biar Indonesia banget, gimana kalo namanya KTP elektronik dan disingkat &lt;b&gt;KATAPEL&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gimana Pak Gamawan? Mantep kan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu mungkin juga menimbulkan efek samping kebanggaan tersendiri memliki Katapel Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan, mungkin juga menambah rasa cinta tanah air dan perasaan bela negara yang membuncah di dada karena kita semua memiliki KATAPEL.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;:D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2062365037990112504?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2062365037990112504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/01/e-ktp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2062365037990112504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2062365037990112504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2012/01/e-ktp.html' title='e-KTP?'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5069979333874002727</id><published>2011-11-07T11:07:00.002+07:00</published><updated>2011-11-07T11:10:17.695+07:00</updated><title type='text'>Idul Adha: Tenggang Rasa atau Renggang Rasa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah repost dari 27 November 2009:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar..&lt;br /&gt;Allahu Akbar..&lt;br /&gt;Allahu Akbar..&lt;br /&gt;Laailahaillalaahu Allahu Akbar..&lt;br /&gt;Allahu Akbar walillahilham..&lt;br /&gt;(takbir, hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan syukur umat muslim atas datangnya Hari Raya Idul Adha. Bersyukur karena di (setidaknya satu) hari ini kita diingatkan untuk berintropeksi dan kembali mengingat. Dewasa ini kita sudah dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas keduniawian. Komunikasi, transportasi, transaksi begitu diagungkan belakangan ini. Nah, dengan Idul Adha ini saat tepat untuk kembali mengingat untuk berbagi. Berbagi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari sejarahnya, Idul Adha sarat dengan pelajaran-pelajaran berbagi yang dapat kita ambil dari Sang Tokoh Utama, yaitu Nabi Ibrahim AS. Berbagi keikhlasan, berbagi keyakinan hati, ketika diperintah Allah untuk menyembelih putranya Ismail AS. Totalitas dalam melaksanakan perintah, ketika beliau diperintah untuk meninggikan pondasi Ka’bah, sebetulnya cukup bagi beliau untuk menyusun batu hingga setinggi yang bisa dijangkau oleh tangannya. Namun beliau tidak puas akan hal itu dan terus menumpuk hingga lebih tinggi lagi. Itu semua dilakukan karena kecintaannya pada perintah-perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga berbagi dalam arti sebenarnya (baca : amal). Tidak cukup dengan hanya sekedar amal (menyisihkan sejumlah harta, sudah), namun juga harus dihiasi dengan ikhlas dan ditunaikan dengan sepenuh hati. Diriwayatkan suatu hari Rasulullah SAW menjumpai Fatimah, putrinya sedang menggosok dirham (perak). Nabi bertanya: “Untuk apa engkau menggosok dirham?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Fatimah menjawab, “Aku berniat menyedekahkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau akan diberikan orang lain, mengapa engkau gosok (membersihkan/memperbagus) dulu?” tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena aku tahu bahwa dirham ini akan sampai di tangan Allah sebelum berpindah ke tangan orang yang membutuhkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, itu hanya sepenggal dari khotbah sholat Idul Adha di jalanan dekat kos saya pagi ini. Oiya, refleksi berbagi juga dijumpai pada pelaksanaan sholat ied yang diselenggarakan (sebagian besar) di lapangan-lapangan atau setidaknya di lokasi yang dinilai cukup lapang untuk mengumpulkan semua elemen masyarakat muslim di satu tempat (karena tadi saya sholat di tengah jalan raya, hehe). Sholat di lapangan (mungkin) dimaksudkan untuk mengakomodasi semua muslim untuk merayakan hari raya bersama-sama. Bukan rahasia jika setiap sholat ied akan selalu memecahkan rekor jumlah jamaah. Makna lainnya, dengan sholat di lapangan kita bisa memupuk kebersamaan, silaturahmi (atau silaturahim? Hehe), tenggang rasa, berbagi tempat, bersama-sama di pagi yang sangat dingin. Kapan lagi coba? Indahnya Idul Adha. Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya merasakan kerenggangan dalam kebersamaan itu. Sepele, tapi merepresentasikan “ya, seperti inilah Indonesia.” Kita datang berbondong-bondong, baju koko, kopiah, rukuh, sajadah, ada yang bawa beberapa lembar koran juga. Tiba, mengambil tempat, memasang sajadah, duduk dengan nyaman, bertakbir. Ketika sholat akan dilaksanakan…….apa-apa’an ini???? Kita semua hanya terpaku pada tempat awal kita. Terpaku pada sajadah kita, bahkan ketika mengetahui saf depan kita kosong. Apalagi tak jarang yang sajadahnya lebar. Ini saf terlonggar yang pernah saya temui!!!! Bahkan, kita lupa pesan standar imam ketika akan memulai sholat, “Rapatkan safnya, yang depan dipenuhi dulu!” hahaha, kita terlalu nyaman dengan posisi kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup! Seperti inilah Indonesia. Kita masih terlalu egois untuk meninggalkan sesuatu yang kita “bangun” untuk dinikmati orang lain. Kita masih terlalu nyaman dengan kondisi dan enggan untuk “maju” demi mencari sesuatu yang lebih baik. C’mon guys! Lets move forward!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: tadi saya pake sajadah kecil kok.. :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5069979333874002727?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5069979333874002727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/11/idul-adha-tenggang-rasa-atau-renggang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5069979333874002727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5069979333874002727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/11/idul-adha-tenggang-rasa-atau-renggang.html' title='Idul Adha: Tenggang Rasa atau Renggang Rasa?'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3400305089973455169</id><published>2011-11-05T08:59:00.003+07:00</published><updated>2011-11-05T09:09:53.619+07:00</updated><title type='text'>Dokter dan Dosen Pembimbing</title><content type='html'>Sering denger pasien terlantar karena dokternya sedang sibuk, kan? Pasien mengantri giliran periksa sambil menahan sakit, dokternya belum datang. Ketika ditanyakan ke susternya, selalu jawaban tidak pasti. Mau gimana lagi? Dokter punya nilai tawar di sini. Pasien mau sembuh ga? Ya sudah, harus sabar. Sementara dokter (mungkin) masih baru bangun tidur. Dokter tidak merasakan sakit. Kalau sudah begini yang tersisa hanya mengharap belas kasihan dokter untuk lebih memikirkan pasiennya. Eh, atau (mungkin) itu sudah menjadi keharusan dalam kode etik seorang dokter? Profesionalitas? Sebagai seorang pengabdi? Atau posisi penting yang digantungkan banyak pihak sehingga menciptakan kuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen pembimbing juga begitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3400305089973455169?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3400305089973455169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/11/dokter-dan-dosen-pembimbing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3400305089973455169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3400305089973455169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/11/dokter-dan-dosen-pembimbing.html' title='Dokter dan Dosen Pembimbing'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7299841027846613180</id><published>2011-10-16T09:16:00.002+07:00</published><updated>2011-10-16T09:39:05.660+07:00</updated><title type='text'>Menghilang</title><content type='html'>Beberapa minggu terakhir ini saya menempuh beratus-ratus kilometer. Mungkin seribu lebih. Menyita waktu dan tentu saja menguras tenaga. Sangat. Untuk apa? Saya juga tidak begitu paham. Lah? Lalu kenapa saya melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomblok selalu bilang, "kamu harus memilih" tapi keadaan memaksa saya kehilangan hak untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mencintai Indonesia. Benar-benar cinta, hingga saya selalu nelangsa dengan keadaan negara ini. Selalu. Nelangsa karena tidak bisa ikut serta dalam upaya perbaikannya. Kita bicara makro. Tentu saya melakukan hal-hal kecil yang merepresentasikan rasa cinta saya. Tapi di atas? Bisa apa kita? Mengeluh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sakit atas sesuatu yang bukan saya sebabkan. Dipaksa menerima. Seperti kutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kini saya berada di "Indonesia" tetapi di lingkup yg lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap awal perjalanan saya hanya bisa berdoa, "Ya Allah dengan AsmaMu saya berangkat, dengan AsmaMu saya selamat, dengan AsmaMu perjalanan ini bermanfaat."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7299841027846613180?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7299841027846613180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/10/menghilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7299841027846613180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7299841027846613180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/10/menghilang.html' title='Menghilang'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4423214085255756891</id><published>2011-09-29T09:22:00.002+07:00</published><updated>2011-09-29T10:17:46.566+07:00</updated><title type='text'>SNSD PMA!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0U8DfCxuu04/ToPc6CEBQWI/AAAAAAAAAMo/Oae1imOx9kM/s1600/20100804_snsd.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0U8DfCxuu04/ToPc6CEBQWI/AAAAAAAAAMo/Oae1imOx9kM/s320/20100804_snsd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657608446451728738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa ya yang dilakukan para personil SNSD sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur, mereka pasti tidur teratur dan bangun pagi. Lihat, mereka tidak memiliki kantung mata sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti mereka banyak minum air putih, betapa segarnya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka akan stretching ringan, menjaga kebugaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu sarapan sandwich, mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak siang mereka akan ke salon melakukan perawatan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis dari salon mereka akan melatih vokal. Perhatikan mereka selalu bermain live di setiap pertunjukan panggungnya dengan suara yang sangat prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berlatih koreografi. Bayangkan betapa giatnya mereka berlatih sehingga bisa melakukan gerakan yang begitu sempurna. Aktif, energik, lucu, dan yang paling penting, gak bitchy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pasti mereka semua rajin mengikuti kajian psikologis. Mereka pasti memiliki positive mental attitude, man! Lihat, mereka selalu tersenyum! Sialnya senyumnya selalu berhasil membuat kita tersenyum juga :)) PMA, man! PMA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jadwal sepadat itu pasti ada batasnya mereka cape. Belum lagi siklus bulanan cewek. Tapi mereka ga pernah bete. Wajah mereka selalu senyum bersinar segar. Bagaimana caranya memanage 9 cewek biar terus bahagia? Bagaimana kalo salah satu bete. Pasti akan berpengaruh ke yang lainnya. Belum lagi kalo ada perselisihan. Tapi mereka ga pernah bete, guys! Bahkan mereka berhasil meredakan bete kita setelah menonton videonya, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SNSD PMA, man! Yeah! XD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4423214085255756891?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4423214085255756891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/snsd-pma.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4423214085255756891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4423214085255756891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/snsd-pma.html' title='SNSD PMA!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0U8DfCxuu04/ToPc6CEBQWI/AAAAAAAAAMo/Oae1imOx9kM/s72-c/20100804_snsd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4832007266325000844</id><published>2011-09-28T10:00:00.001+07:00</published><updated>2011-09-28T10:02:20.011+07:00</updated><title type='text'>25 September</title><content type='html'>Selamat ulang tahun Keigo Mikami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun Ponaryo Astaman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun Angelo Palombo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun Karl-Heinz Rummenigge!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4832007266325000844?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4832007266325000844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/25-september.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4832007266325000844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4832007266325000844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/25-september.html' title='25 September'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4550675471374678837</id><published>2011-09-22T18:24:00.003+07:00</published><updated>2011-09-23T08:05:13.492+07:00</updated><title type='text'>Teenage Anarchist</title><content type='html'>Hilmi tau saya sedang mempelajarai anarkis dan dia memberi saya video Against Me! - I Was A Teenage Anarchist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-9fafc0d0b3787850" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v8.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9fafc0d0b3787850%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1BD0A40D94111E0BBA7AEE98798F6F3E2AE20A04.54135C26282EC341281C15FEE94BF2CEC73A0216%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9fafc0d0b3787850%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DKRvnw9pVt8hnT7ZA9BkhBIiWTUU&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v8.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9fafc0d0b3787850%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1BD0A40D94111E0BBA7AEE98798F6F3E2AE20A04.54135C26282EC341281C15FEE94BF2CEC73A0216%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9fafc0d0b3787850%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DKRvnw9pVt8hnT7ZA9BkhBIiWTUU&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist, looking for a r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;evolution&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I had a style, I had the ambition&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Read all the authors, I knew th&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e right slogans&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There was no war but the class war&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was ready to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist, looking for a revolution&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you remember when you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you remember when you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist, but the politics were too convenient&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;In the depths of their humanity, all I saw was bloodless ideology&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;With freedom as their doctrine, guess who was the new authority&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist, but the polit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ics were too convenient&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you remember when you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Do you remember when you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist, but then the scene got too rigid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It was mob mentality, they set their rifle sights on me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Narrow visions of autonomy, you want me to surrender my identity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist, the revolution was a lie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you remember when you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Do you remember when you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;When you were young and you wanted to set t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;he world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;When you were young and you wanted to set the world on fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was a teenage anarchist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No, I am a teenage anarchist.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4550675471374678837?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=9fafc0d0b3787850&amp;type=video/mp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4550675471374678837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/teenage-anarchist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4550675471374678837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4550675471374678837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/teenage-anarchist.html' title='Teenage Anarchist'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5369028158929020039</id><published>2011-09-21T11:02:00.003+07:00</published><updated>2011-09-21T11:39:50.614+07:00</updated><title type='text'>Bekas Propinsi ke-27</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-ebfbbe7daca72520" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v21.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Debfbbe7daca72520%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1975A503A4057266C7208659787DB04FA7360740.6D0138D9B26C2085AC3AE680EFD62284398DE95D%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Debfbbe7daca72520%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dsoi-jJSciRWzhOEO9q30b_Q8xF0&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v21.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Debfbbe7daca72520%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1975A503A4057266C7208659787DB04FA7360740.6D0138D9B26C2085AC3AE680EFD62284398DE95D%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Debfbbe7daca72520%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dsoi-jJSciRWzhOEO9q30b_Q8xF0&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah prolog dari salah satu film terhebat yang pernah saya tonton, Barefoot Dream. Film tentang impian anak-anak Timor Leste yang dilatih oleh mantan pemain sepakbola Korea yang mencari "kehidupan" di perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari isi filmnya, saya sangat tergugah dengan prolog film ini. Prolog yang mendeskripsikan bagaimana keadaan Timor Leste di mata dunia. Prolog singkat yang mungkin bagi sebagian kami, orang Indonesia, adalah penjelasan panjang atas apa yang sebenarnya terjadi di bekas propinsi ke-27 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita ketahui tentang Timor Timur? Propinsi termuda, namun juga yang paling awal memisahkan diri dari Indonesia. Kita hanya menyesalkan kenapa mereka memilih merdeka. Tanpa kita pernah tau apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini adalah produksi Korea dan apa yang disampaikannya merupakan obyektivitas internasional. Bahwa memang pernah terjadi pembantaian besar-besaran di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kalian tahu? Pemerintah dengan rapihnya menyimpan informasi-informasi kebenaran (kalau tidak bisa saya bilang KEKEJIAN atau KEBIADABAN) dari media. Ya, kita dipacung informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun tahu, kita hanya bisa diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, itu adalah satu contoh. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di luar sana. Terutama di daerah-daerah yang sering terjadi konflik. Papua? Maluku? Aceh? Apa yang sebenarnya terjadi di sana sampai ada gerakan-gerakan separatis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika simpel saja, seseorang (atau kelompok) akan memilih meninggalkan daerahnya ketika mereka sudah merasa tidak nyaman. Lalu apa yang membuat ketidaknyamanan itu? Bukankah "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5369028158929020039?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=ebfbbe7daca72520&amp;type=video/mp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5369028158929020039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/bekas-propinsi-ke-27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5369028158929020039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5369028158929020039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/bekas-propinsi-ke-27.html' title='Bekas Propinsi ke-27'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5451349063179046690</id><published>2011-09-08T22:40:00.003+07:00</published><updated>2011-09-10T08:45:09.000+07:00</updated><title type='text'>Saya Punya Negara, Kalian Tidak</title><content type='html'>Masih dipicu oleh #Munir. Masih tentang bobroknya negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*mengumpat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kalian sama marahnya dengan saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kalian merasa apa yang saya rasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa ditipu, merasa tak dianggap, merasa dicurangi, merasa dikebiri, merasa dibungkam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kalian masih tak peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ini bukan hal yang penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan kalian menutup mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan kalian merasa baik-baik saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian tidak tahu apa memang bodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang kalian perjuangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang kalian bela?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kalian tidak merasa memiliki negara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, apa yang kalian miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu apa yang kalian perjuangkan? Apa yang kalian bela?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat kalian prihatin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat kalian risau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang? Pasangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalian akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini negara siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI NEGARA SAYA! SAYA MARAH DENGAN SEMUA KEBOHONGAN INI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5451349063179046690?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5451349063179046690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/saya-punya-negara-kalian-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5451349063179046690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5451349063179046690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/saya-punya-negara-kalian-tidak.html' title='Saya Punya Negara, Kalian Tidak'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-17991995779302852</id><published>2011-09-07T23:32:00.003+07:00</published><updated>2011-09-07T23:39:04.343+07:00</updated><title type='text'>#Munir, The Guy Fawkes of Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mrnipgOT1Gs/Tmed1TvsrQI/AAAAAAAAAMg/CBKR28Vt6do/s1600/poster-munir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mrnipgOT1Gs/Tmed1TvsrQI/AAAAAAAAAMg/CBKR28Vt6do/s320/poster-munir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649657796718537986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 September 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timeline twitter saya penuh dengan hashtag #Munir. Avatar para following saya serentak berganti portrait Munir. Ya, hari ini mengenang 7 tahun kematian Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Munir? Awalnya saya cuma tau Munir adalah pahlawan HAM yang dibunuh dengan racun di pesawat. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemarin, timeline layaknya buku sejarah bagi saya. Salah satu yang saya pantengin adalah @juliusibrani yang menceritakan Munir dari awal terjun ke pembelaan HAM yang kecil hingga pada membongkar kasus pelanggaran HAM yang menyangkut petinggi Negara dan akhirnya dibunuh secara detail. Ada juga timeline @AhmadErani yang bercerita Munir semasa masih menjadi aktivis. Betapa Munir sosok kecil tapi pemberani. Selalu menonjol di setiap diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu saya menjelaskan kembali sejarah Munir ini, silakan googling untuk mendapat data lengkapnya. Tapi dari kasus ini kita kembali diingatkan bahwa ada yang salah dengan Negara ini. Negara bebal ini. Bagaimana bisa kasus ini masih belum jelas pengungkapannya selama 7 tahun? Padahal pada 2004 SBY yang saat itu baru saja menjabat Presiden menjanjikan kasus ini akan selesai tidak sampai setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan Munir ini merupakan operasi intelijen yang telah dirancang secara sistematis. Munir menjadi “orang yang harus dibunuh oleh Negara” karena akan mengadukan kasus-kasus pelanggaran HAM berat ke Badan HAM PBB di Den Haag. Beginilah sikap Negara terhadap orang yang menegakkan kebenaran. Saya yakin hal ini bisa digeneralisasikan ke semua aspek bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bobroknya Indonesia sebenarnya. Sial, saya selalu muak dengan kata intelijen. Seolah-olah rakyat dibutakan dengan manuver-manuver politik yang ada. Kita selalu disajikan masakan yang menarik tanpa diberi tahu cara memasaknya. Kita selalu disuguhkan lukisan indah tanpa sadar mereka melukisnya dengan cat atau dengan darah. Pikiran kita dikebiri tanpa sempat merasakan orgasme. Dan yang lebih menyedihkan, panggung media menjadi sarana yang sangat tepat bagi para politisi untuk menjadi yang paling tahu. SIALAN DENGAN SEMUA KEBOHONGAN INI!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi? Jika pada tulisan-tulisan terdahulu saya masih bilang bahwa demokrasi kita premature, maka sekarang saya bilang demokrasi kita hanya sampul! Demokrasi kita hanya di permukaan. Dimana ketika kita mulai akan membaca buku Indonesia ini, kita akan menemui lembaran yang bebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kasus yang sudah jelas-jelas pembunuhan berencana oleh Negara secara keji ini mengambang selama 7 tahun? Satu hal yang pasti tidak ada kemauan dari yang berwenang kasus ini tuntas. Para sahabat-sahabat Munir, para aktivis tak henti-hentinya bersuara. Tak henti-hentinya mengungkap fakta namun semua dihantam oleh tembok bebal yang bernama “yang berwenang”. Di sini kelemahan kita. System yang ada harus melalui prosedur “yang berwenang”. Dan kita semua tahu “yang berwenang” ini BAJINGAN. Lagi-lagi saya sakin hal ini juga bisa digeneralisasi untuk semua lapisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis merahnya adalah Negara sudah tidak sehat. Ketika kesehatan itu bernama kemanusiaan. Negara diatur untuk kepentingan pengaturnya sendiri. Rakyat bukan siapa-siapa. Rakyat tidak berwenang. Suara rakyat bukanlah suara Tuhan. Rakyat adalah bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat film V for Vendetta. Pemerintahan dictator. Konspirasi-konspirasi busuk. Dan rakyat dibungkam ketakutan. Saya berani menaruh Indonesia di posisi Inggris di film itu. Lalu apa yang rakyat bisa lakukan? Tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka muncullah sosok V yang dengan anarkismenya menghancurkan pemerintahan itu. Apa yang telah dilakukannya menularkan keberanian. Sosok yang mendobrak system. Berani mati demi kebenaran. Maka saya menempatkan V sebagai Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNIR LEBIH DARI SEKEDAR PAHLAWAN HAM. MUNIR ADALAH PEJUANG SEBENARNYA DI ERA SETELAH KEMERDEKAAN. MUNIR BERANI MELAWAN PEMERINTAH DEMI MENEGAKKAN KEBENARAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mengutip terjemahan intro dari V for Vendetta sebagai outro tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita disuruh mengingat pemikirannya dan bukan orangnya karena manusia bisa gagal. Dia bisa tertangkap, bia bisa terbunuh dan terlupakan. Tapi pemikiran masih bisa mengubah dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;1. Oleh karena itu, untuk mbak Suciwati dan para yang memperjuangkan Munir, kita tidak boleh berhenti dengan terungkapnya kasus kematian Munir ini. Kita juga harus terus meneruskan perjuangan Munir. Meneruskan kebenaran yang harus diungkap. Dosa bajingan-bajingan itu harus dipertanggungjawabkan. Jika perlu kita menapaktilasi Munir dengan mengadukannya ke Badan HAM PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Idealnya tulisan ini lebih banyak umpatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-17991995779302852?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/17991995779302852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/munir-guy-fawkes-of-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/17991995779302852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/17991995779302852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/munir-guy-fawkes-of-indonesia.html' title='#Munir, The Guy Fawkes of Indonesia'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mrnipgOT1Gs/Tmed1TvsrQI/AAAAAAAAAMg/CBKR28Vt6do/s72-c/poster-munir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1098533299312765092</id><published>2011-09-06T23:27:00.001+07:00</published><updated>2011-09-06T23:29:15.404+07:00</updated><title type='text'>Saatnya Bangun dari Mimpi, Timnas!</title><content type='html'>Barusan Indonesia kalah dari Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan skor 0-2. Laga kandang yang ditunggu-tunggu dengan sejuta harapan ini ternyata jauh panggang dari api. Segala optimisme supporter yang dipupuk oleh euphoria media terhadap timnas ternyata harus kembali dihantam kenyataan bahwa kita belum terbang setinggi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data statistik menempatkan kita layak diunggulkan. Rekor pertemuan kedua tim memihak kita. Fakta bahwa kita tidak pernah kalah dalam 8 (delapan) pertandingan kandang terakhir, hingga mandulnya lini depan Bahrain semakin menambah kepercayaan diri kita bahwa malam ini kita akan menang dan pergi ke Brasil 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu terangkai secara “tidak sengaja” saat kita mengalahkan Turkmenistan (yang levelnya memang di bawah kita). Setelah carut-marut PSSI, tiba-tiba dimulai dengan hasil (yang sebenarnya tidak begitu) membanggakan, kita lolos ke putaran ke-3 kualifikasi Piala Dunia 2014. Dimana kali pertama kita melangkah sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil drawing pun terhitung mudah, kita se-grup dengan Iran, Bahrain, dan Qatar. Selain Iran, Bahrain dan Qatar merupakan lawan yang bisa kita kalahkan. Oleh karena itu optimisme kembali membuncah, bahwa kita bisa lolos dari grup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji coba pun dilaksanakan untuk menjaga performa timnas. Setelah bermain imbang dengan juniornya, timnas secara mengesankan mengalahkan Palestina dengan skor 4-1. Semangat supporter semakin berkobar. Saat uji coba tandang ke Jordania pun juga hanya kalah 0-1. Berharap perbaikan pada kondisi puncak, melawan Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti tidak belajar dari pengalaman, kita kalah 0-3 dari Iran dengan semua gol terjadi di babak kedua. Akan tetapi kekalahan ini tidak begitu merisaukan karena kita memaklumi bahwa kita memang satu level di bawah Iran. Nah, lawan Bahrain adalah saatnya kita meraih kemenangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasilnya telah kita ketahui bersama. Bermain di GBK yang katanya angker bagi tim “sekelas” Bahrain, nyatanya kita tetap saja minim peluang dan terus tertekan. Permainan mudah sekali dibaca lawan. Bola dimainkan di tengah sebentar lalu terobosan ke sayap. Strategi lainnya, bola diberikan pada Gonzales untuk ditahan sebelum diberikan ke pemain yang membuka ruang. Sudah itu saja. Kebobolan kita? Lagi-lagi kesalahan kita adalah kelengahan karena kurangnya konsentrasi dan koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kita kalah, lalu apa? Mencari kambing hitam? Siapa yang salah? Salah Wim? Salah SBY yang menonton? Salah Djohar yang memecat Riedl? Salah Markus? Salah supporter yang menyalakan petasan? Dan kita tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat lebih bijak. Apa yang bisa dijadikan pelajaran dari kekalahan ini? Ya, kekalahan ini menyadarkan kita dari euphoria mimpi melaju ke putaran final Piala Dunia 2014. Menampar kita, bahwa kita belum sekuat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timnas adalah muara dari kompetisi dan pembinaan yang baik. Kompetisi professional yang sehat dan kompetitif akan melahirkan banyak bakat. Pembinaan yang berjenjang dan terstruktur baik dapat memonitor bakat-bakat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timnas yang “cuma” menang melawan Turkmenistan dan Palestina kemarin bukanlah representasi dari kompetisi kita. Timnas kita ini semacam klub yang baru dibentuk. Beruntung kompetisi kita belum aktif, jadi “klub timnas” ini bisa leluasa melakukan pemusatan latihan. Kalaupun malam ini menang, hasil yang kita dapat bukanlah hasil yang ideal. Karena (lagi-lagi) ini adalah hasil instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa selama ini selalu dilakukan pembentukan “klub timnas”? Setiap pemusatan latihan pelatih timnas harus memulai dari awal. Harus menyeleksi dan pemantapan fisik terlebih dahulu. Tetek bengek ini membuat persiapan timnas secara taktik selalu berkurang. Sehingga tidak bisa mencapai hasil maksimal yang diinginkan pelatih. Hal ini menunjukkan ada yang salah dengan system kompetisi kita. Bagaimana cara klub mengelola pemain secara fisik, mental, ataupun taktik tidak sinkron dengan yang diharapkan timnas. Ini yang membuat timnas harus membangun lagi pemain dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kekalahan dari Bahrain ini datang di saat yang tepat. Di saat PSSI akan menyelenggarakan kompetisi baru yang disebutnya professional, tanpa APBD. Selain pembenahan secara sumber dana, seharusnya PSSI juga meningkatkan standar-standar klub mengenai pembangunan fisik dan mental yang selaras dengan program timnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSSI juga harus memperhatikan pembinaan usia dini dengan menggelar kompetis-kompetisi kelompok umur secara konsisten. Disamping pengembangan pemain, PSSI juga harus memperhatikan tentang pengembangan pelatih. PSSI bisa mengadakan workshop kepada pelatih-pelatih di daerah-daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, semoga PSSI dapat mengambil pelajaran dari hasil malam ini. Merekalah yang seharusnya paling tertampar dengan kekalahan ini. Tamparan bahwa ternyata mereka belum menghasilkan apa-apa. Dan peran kita sebagai supporter adalah terus mendukung semua kebijakan PSSI serta mengawalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tamparan malam ini benar-benar membangunkan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1098533299312765092?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1098533299312765092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/saatnya-bangun-dari-mimpi-timnas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1098533299312765092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1098533299312765092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/09/saatnya-bangun-dari-mimpi-timnas.html' title='Saatnya Bangun dari Mimpi, Timnas!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2645791170059084251</id><published>2011-08-25T14:16:00.000+07:00</published><updated>2011-08-25T14:17:29.065+07:00</updated><title type='text'>Mencari Lailatul Qadar di Solo</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah repost tulisan 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah salah satu keistimewaan dalam Bulan Ramadhan. Dalam Al-Quran digambarkan bahwa Lailatul Qadar adalah suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Selain itu Lailatul Qadar diperingati sebagai malam diturunkannya Al-Quran. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Lailatul Qadar dapat ditemui di 10 malam terakhir pada Bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena keistimewaan dan keutamaan dari Lailatul Qadar tersebut, umat muslim berlomba-lomba beribadah pada malam-malam yang diindikasikan sebagai malam yang mulia itu. Bentuk ibadah yang dilakukan pun bermacam-macam, di antaranya adalah i'tikaf di masjid, berdzikir, melakukan sholat malam, seperti sholat tahajud sampai sholat tasbih, membaca Al-Quran, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, bahwa Rasulullah pernah bersabda, jika ingin mencari Lailatul Qadar hendaknya ia mencarinya pada malam ke-27. Dan semalam, hari Rabu tanggal 16 September 2009 malam hingga Kamis dini hari menjelang sahur merupakan malam ke-27 pada Ramadhan 1430 H. Para muslimin berduyun-duyun ke masjid. Sholat, duduk, dzikir, diam. Mereka berharap mendapat berkah yang ada dalam Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ibadah untuk mendapat berkah Lailatul Qadar hanya berpusat pada masjid? Bagaimana dengan ibadah-ibadah lain, seperti berjuang demi bangsa dan negara, misalnya? Allah Maha Pengasih, Allah Maha Adil, dalam bentuk apapun ibadah itu pasti mendapat berkah dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi semalam, ketika semua perhatian tersedot untuk mendapatkan Lailatul Qadar dan (bagi, mayoritas laki-laki tentunya) big match Liga Champion antara Inter Milan versus Barcelona, para pahlawan dari kepolisian Republik Indonesia melakukan ibadah dengan caranya sendiri. Dimotori Densus 88 dan dibantu oleh brimob, Kepolisian Surakarta, dan Kepolisian dari Polda Jogjakarta melakukan penggrebekan dan penyergapan pada rumah teroris di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggrebekan tersebut dimulai pada pukul 23.00 dan berakhir pagi tadi pukul 05.00. Penyergapan kali ini sedikit terlambat diendus oleh media sehingga tidak sampai terjadi “reality show” seperti drama penggrebekan yang terjadi di Temanggung beberapa waktu yang lalu. Tampaknya pihak kepolisian telah belajar dari pengalaman. Bahwa media sedikit banyak juga dapat mewartakan langkah demi langkah yang dilakukan Polri dalam membekuk teroris yang dapat dikonsumsi oleh umum, tak terkecuali teroris itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya drama penyergapan kali ini tidak kalah menegangkannya dengan yang terjadi di Temanggung. Penyergapan kali ini juga disertai baku tembak dan juga ledakan. Malah lebih “seru” karena teroris yang dihadapi dan membalas tembakan tidak hanya berjumlah satu orang, seperti yang terjadu di Temanggung (Ibrohim), tetapi kali ini ada empat orang teroris yang berada di rumah tersebut. Selain empat orang tersebut, juga terdapat seorang wanita hamil, yang belakangan ditengarai sebagai istri dari salah satu teroris yang berada di rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, empat orang teroris yang berada di rumah tersebut tewas dan seorang masih hidup. Empat orang yang tewas tersebut adalah (1) Bagus Budi Pranoto alias Urwah, pelaku pengeboman Kedubes Australia pada tahun 2003 yang telah bebas dari penjara dan kini “bermain”lagi, (2) Susilo, sang penyewa rumah, (3) Aryo Sudarso alias Aji, seorang yang dianggap sebagai murid langsung Dr. Azhari sebagai pembuat bom, (4) NOORDIN M. TOP, yang tidak perlu saya jabarkan lagi sepak terjangnya. Dan seorang yang masih hidup adalah Munawaroh, istri dari Susilo yang sedang hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konferensi pers yang digelar sore tadi pada pukul 16.00, Kapolri Bambang Hendarso Danuri tak henti-hentinya melontarkan kalimat syukur akan keberhasilan anak buahnya. Kapolri juga mengaitkan keberhasilan ini dengan berkah yang terdapat pada Bulan Ramadhan. Ketika nama Noordin M. Top disebutkan sebagai salah satu teroris yang tewas, serentak seisi ruang konferensi pers di Mabes Polri bertepuk tangan. Terdapat raut wajah lega dan puas, baik dari pihak kepolisian maupun wartawan yang sedang meliput, yang umumnya telah mengikuti perkembangan kasus ini sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Alhamdulillah, walaupun hal ini bukan merupakan akhir dari pengungkapan kasus terorisme di Indonesia, namun dengan tewasnya Noordin M. Top, yang merupakan simbol teroris di Indonesia, dapat memberi kepercayaan diri bagi Polri bahwa mereka bisa memberantas aksi terorisme di Indonesia! Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semalam adalah malam Lailatul Qadar? Yang jelas, semalam adalah malam yang penuh berkah (setidaknya) bagi masyarakat Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2645791170059084251?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2645791170059084251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/08/mencari-lailatul-qadar-di-solo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2645791170059084251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2645791170059084251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/08/mencari-lailatul-qadar-di-solo.html' title='Mencari Lailatul Qadar di Solo'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7733021943495771713</id><published>2011-08-17T18:40:00.002+07:00</published><updated>2011-08-19T13:45:13.428+07:00</updated><title type='text'>Senganggur-Nganggurnya Kita, Kita Masih Bisa Berdoa</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7733021943495771713?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7733021943495771713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/08/setidak-punya-kerjaannya-kita-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7733021943495771713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7733021943495771713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/08/setidak-punya-kerjaannya-kita-kita.html' title='Senganggur-Nganggurnya Kita, Kita Masih Bisa Berdoa'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6237835768769594036</id><published>2011-08-04T14:23:00.002+07:00</published><updated>2011-08-04T14:27:13.052+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Ekonomi di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Ramadhan merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah bulan yang besar, agung, dan suci. Bulan di mana mereka dapat semakin mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Singkatnya, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada perkembangannya, efek Ramadhan tidak hanya terdapat pada nilai-nilai religius semata. Datangnya Bulan Ramadhan telah berimbas pada aspek-aspek yang lain, misalnya dari aspek sosial kemasyarakatan, aspek hukum, dan aspek ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninjau pada aspek sosial kemasyarakatan, Ramadhan mengingatkan kita agar lebih peka terhadap lingkungan sosial masyarakat di sekitar kita. Karena di Bulan Ramadhan ini, kita diajarkan untuk berbanyak-banyak infaq dan sedekah. Dengan meningkatnya intensitas infaq dan sedekah merupakan cerminan dari kepedulian kita terhada sesama. Hal serupa juga terlihat bila dilhat dari aspek hukum. Setiap Lembaga Pemasyarakatan biasanya memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman pada sebagian besar narapidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat menarik adalah jika kita menilik dari sektor ekonomi. Entah mengapa, tetapi setiap datangnya Bulan Ramadhan, intensitas transaksi, aktivitas ekonomi cenderung meningkat. Mulai transaksi kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan pangan dan pakaian, hingga kebutuhan tersier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berbicara contoh. Sebagai awalnya kita meninjau ke pasar tradisional. Layaknya hari-hari biasa, diluar Ramadhan, tidak ada yang istimewa yang dapat kita temui pada pasar tradisional. Ketika Ramadhan tiba, bisa dipastikan bahwa jumlah transakasi pada pasar tradisional bisa meningkat hingga dua kali lipat. Pada Bulan Ramadhan, selain menyiapkan untuk kebutuhan makanan sehari-hari, juga ada tambahan kebutuhan penting lainnya, yaitu ta’jil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’jil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja untuk kebutuhan ta’jil ini sangat fenomenal. Karena tidak hanya melibatkan mereka yang telah sehari- hari berkecimpung di pasar tradisional, tetapi juga menarik para pemuda untuk terjun ke pasar tradisional. Dewasa ini ta’jil telah mengalami perluasan kepentingan. Dari yang awalnya hanya sebagai sekadar hidangan pembuka bagi yang berbuka puasa, kini ta’jil telah menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Dan seperti yang telah disebutkan di atas, bisnis ta’jil tidak hanya dimonopoli oleh mereka yang “seharusnya” menyiapkan ta’jil, tetapi juga oleh para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisnis ta’jil bisa begitu menarik? Satu contoh, es blewah. Saya membeli blewah yang berdiameter kurang lebih 20cm di Pasar Sama’an Malang dengan harga Rp 3.000,00. Kemudian saya olah dengan bahan tambahan setengah botol sirup dan es batu hingga menjadi satu panci besar es blewah. Dengan modal Rp 3.000 untuk blewah, Rp 5.000 untuk setengah botol sirup (es batu bikinan sendiri dan air putih sudah tersedia) bisa dikonsumsi untuk seluruh penghuni kos saya yang berjumlah 14 orang. Dan apabila kita membeli pada penjual ta’jil, kita akan menemui harga Rp 3.000,00 per porsi es blewah. Porsi yang sama dengan yang saya bagikan ke teman-teman kos dan tingkat kemanisan yang kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang pada dasarnya masyarakat Indonesia memang senang dengan hal yang praktis, maka penjual ta’jil pun marak pembeli. Apalagi para penjula ta’jil sekarang sangat kreatif dan inovatif dengan “produk” yang mereka tawarkan. Silakan datang ke Jalan Soekarno Hatta Malang pada saat ngabuburit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Sandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari pasar tradisional, kita bepergian ke departemen store yang jamak kita temui di mal-mal yang ada di kota besar. Pada masa-masa puasa seperti ini, setiap departemen store berlomba-lomba untuk menawarkan diskon besar-besaran. Diskon ini bertujuan untuk menarik konsumen dan meningkatkan penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan menemui bertambahnya jumlah pengunjung pada hari-hari bulan puasa ini jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Entah karena sejuknya AC yang terdapat di setiap sudut departemen store tersebut sehingga melupakan kita akan dahaga, bisa jadi. Kemungkinan lainnya adalah adanya budaya yang masih melekat pada sebagian besar masyarakat Indonesia, bahwa “Lebaran, baju baru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjangan Hari Raya (THR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang melandasi terciptanya statement tersebut? Jika ditilik dari sisi ekonomi, ada satu fenomena yang menjelaskan mengapa budaya tersebut masih saja subur di kalangan mayoritas masyarakat Indonesia. Yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi setiap pegawai atau karyawan, THR adalah suatu yang ditunggu-tunggu. THR merupakan tunjangan diluar gaji, bisa dikatakan bonus, yang diberikan pada setiap menjelang hari raya. Karena di Indonesia mayoritas masyarakanya beragama Islam, maka sebagian besar perusahaan atau instansi membagikan THR menjelang Hari Raya Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diwartakan oleh Jawa Pos edisi Minggu, 30 Agustus 2009 pada halaman 3, “THR Wajib Sepekan sebelum Lebaran”. Ditegaskan oleh Menakertarans Erma Suparno bahwa seluruh perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan maksimal sepekan sebelum Lebaran. Perusahan juga diimbau tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk menghindari kewajiban THR. Jika manajemen perusahaan sengaja mengelak membayarkan THR kepada karyawan, pemerintah dapat menerapkan sanksi tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena THR inilah yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lain. Seperti yang kita ketahui, biasanya perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat dan di kawasan Eropa membagikan bonus pada karyawan pada akhir tahun. Hal ini juga yang menjadikan pergesaran budaya belanja masyarakat Indonesia yang terjadi pada hari-hari Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penukaran Uang Pecahan Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fenomena-fenomena di atas, fenomena lain yang terasa istimewa yang terjadi di Bulan Ramadhan adalah adanya konsentrasi massa yang lumayan besar pada halaman depan Bank Indonesia di pagi hari. Bahkan tak sedikit dari mereka yang telah mengantri sejak pukul lima pagi! Apa yang diharapkan mereka dengan rela mengantri pagi-pagi pada hari puasa yang seharusnya, bagi sebagian besar orang, sangat mengantukkan? Ya, mereka antri untuk menukarkan uang pecahan kecil. Pecahan kecil disini adalah pecahan Rp 20 ribu ke bawah. Apalagi terhitung sejak tanggal 10 Agustus 2009 kemarin, telah ditebitkan mata uang rupiah pecahan baru, yakni dua ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Jawa Pos pada tanggal 27 Agustus 2009, halaman 9 memberitakan bahwa terjadi peningkatan drastis penukaran uang pecahan kecil. Menurut catatan Bank Indonesia (BI) Surabaya, pada Senin (24/8) dan Selasa (25/8) jumlah penukaran uang tercatat hingga Rp 8,1 miliar. Deputi Pemimpin BI Surabaya Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Internal Mohammad Ishak mengatakan bahwa pada tahun lalu selama Bulan Ramadhan penukaran uang kecil mencapai Rp 103,3 miliar. Pada tahun ini, diperkirakan ada peningkatan hingga 15 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya alasan yang dapat saya pahami mengapa penukaran uang pecahan kecil ini marak dilakukan pada Bulan Ramadhan adalah adanya budaya memberi uang saku dari para orang tua kepada anak-anak yang merayakan Lebaran. Biasanya anak-anak (diartikan bagi mereka yang belum bekerja) akan mendapat semacam uang saku atau bonus pada saat Lebaran. Tidak hanya yang berasal dari keluarga tetapi mereka semua yang merayakan Lebaran dengan silaturahim ke rumah-rumah kerabat ataupun tetangga juga mendapat uang saku tersebut. Nah, uang saku tersebut dibagikan dengan uang pecahan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melayani penukaran uang tersebut, BI membatasi mereka yang melakukan penukaran. “Sifatnya untuk meratakan saja. Sehingga semua orang bisa menikmati pecahan uang kecil dan tidak ada aksi borong yang akhirnya diperjualbelikan,” cetus Mohammad Ishak. Tetapi hal yang dikhawatirkan oleh Mohammad Ishak tersebut terjadi. Setidaknya seperti dapat ditemui di Malang, tepatnya di daerah sekitar BI, tepatnya di jalan Merdeka Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam Radar Malang (Jawa Pos Group) pada tanggal 30 Agustus 2009, halaman 29. Terdapat foto seorang yang sedang menjajaka uang. Uang? Ya, menjual uang! Mayoritas uang yang dijajakan adalah pecahan baru Rp 2.000. Satu gebok uang senilai Rp 200 ribu dijual antara Rp 260 ribu hingga Rp 300 ribu. Dan yang mengejutkan, para penjual uang tersebut ternyata mendapatkan uang baru itu di BI Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini menunjukkan tingkat kreativitas masyarakat Indonesia yang tinggi, di mana mereka dapat mencium dan memaksimalkan peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan tidak hanya bulan yang penuh berkah, magfirah, dan ampunan, tetapi juga bulan yang penuh transaksi. Dilandasi dengan anjuran untuk memperbanyak infaq dan sedekah, ditunjang dengan adanya THR, dan budaya belanja Lebaran dan uang saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan lama, September 2009. Sudah pernah dipost di note facebook.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6237835768769594036?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6237835768769594036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/08/fenomena-ekonomi-di-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6237835768769594036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6237835768769594036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/08/fenomena-ekonomi-di-bulan-ramadhan.html' title='Fenomena Ekonomi di Bulan Ramadhan'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2784973872898720879</id><published>2011-07-26T22:08:00.001+07:00</published><updated>2011-07-26T22:13:13.790+07:00</updated><title type='text'>Dibalik Layar 21</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana reaksi teman-teman ketika ada kabar bahwa film impor populer (Hollywood) tidak lagi masuk ke bioskop Indonesia? Reaksi awal kita pasti berkomentar menghujat pemerintah sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pemblokiran film asing ini. Salah satu komentar penggemar film Box Office mungkin seperti ini, “Apakah kita sudah tidak boleh menonton film berkualitas, dan disuguhkan film tidak berkualitas seperti film-film hantu yang berbau seks?” Saya paham kekecewaan itu, bahkan seorang teman sampai terlihat kebingungan, atau bahkan bisa disebut kehilangan harapan. Bahkan tak sedikit pula yang mengancam akan memilih melancong ke Singapore demi menonton premiere film-film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai minggu lalu ketika muncul berita bahwa film Harry Potter dan Transformers terbaru telah masuk ke LSF dan akan segera tayang membuat para penggemar film berteriak gembira. Berita ini semacam berkah tersendiri bagi penggila film-film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya-tanya, setelah sekian banyak olok-olok yang mereka lempar baik dalam obrolan atau social media,apakah mereka kini akan berterima kasih dan memuji-muji Menbudpar yang paling berperan dalam kembalinya film Box Office ke Indonesia ini? Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi tidak terlalu concern dengan masalah ini. Setelah begitu mudahnya mendownload film dan tersedia di warnet-warnet, saya jadi tidak begitu peduli dengan kasus ini. Toh, saya juga jarang nonton di bioskop. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada tanggal 21 Juli kemarin, saya pantengin twit @aparatmati yang sedang me-retweet kultwit @ilham_bintang tentang kisruh film impor ini. Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah kalian para die hard fans Harry Potter dan Transformers dan X-Men, dan apa saja itu, apakah kalian pernah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik ini semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya baca kultwit Pak Ilham Bintang yang merupakan Pemimpin redaksi Tabloid Cek dan Ricek ini saya sedikit banyak paham kasus yang sedang terjadi ini. Dan jika ditelusuri lebih jauh, ujung-ujungnya ada campur tangan politis di dalam masalah ini. Saya cuma ingin menunjukkan fakta-fakta sederhana dibalik layar 21 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kita harus paham, bahwa film-film impor itu bisa tayang karena ada perusahaan film impor yang memang bisnisnya mengimpor film dan menayangkannya di bioskop-bioskop Indonesia. Layaknya barang impor, maka setiap barang impor tentunya harus dibebani pajak bea cukai. Di-stop-nya film Box Office beberapa waktu yang lalu itu karena perusahaan pengimpor film-film Hollywood itu, Camila Internusa Film dan PT Satrya Perkasa Esthetika masih memiliki kewajiban membayar bea masuk dan denda sebesar 250 milyar rupiah yang jatuh tempo pada 12 Maret kemarin. Jadi wajar kan perusahaan mereka diblokir dan diharuskan melunasi kewajibannya, karena itu uang Negara yang dikemplang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, angin segar yang berhembus bagi penggemar film kemarin itu karena muncul perusahaan film baru yang bersedia mengimpor film-film Box Office tersebut yang harganya tentu juga sangat tinggi. Perusahaan tersebut adalah PT Omega Film. Namun JB Kristanto, seorang kritikus film dalam tulisannya di Kompas membuktikan bahwa PT Omega Film ini adalah “pemain lama”, yaitu didirikan oleh orang-orang dari perusahaan film yang diblokir tadi. Dan PT Omega Film ini dikesankan sebagai perusahaan baru yang artinya tidak harus memiliki kewajiban membayar 250 milyar rupiah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh, tapi kan urusannya tetap pada Camila dan Satrya Internusa? Adalah sebuah kebebasan jika muncul perusahaan baru, Omega. Di sini liciknya mereka. Para owner dan direksi Camila dan Satrya rame-rame mengundurkan diri dan digantikan para karyawan kecil (lower level). Sehingga jika kedua perusahaan tersebut tidak bisa melunasi hutang pajaknya dan dilakukan penyitaan asset, Negara hanya dapat sepeda motor dan rumah BTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimana pertanggungjawaban mereka terhadap Negara? Setelah sekian lama mereka menikmati guyuran rupiah dari antusiasme masyarakat Indonesia, seharusnya mereka juga harus membayar kewajiban kepada Negara. Oke, pandangan kasarnya, jika pajaknya saja 250 milyar, tentu laba dan penghasilannya pun berkali-kali lipat. Iya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan ini pun menjadi “pertengkaran” di tingkat menteri. Yaitu Menbudpar yang mendukung Omega dan di sisi satunya Menkeu yang bersikeras memblokir Omega melakukan bisnisnya sebelum melunasi kewajiban pendahulunya itu. Tapi saya kira tidak perlu saya tuliskan karena nanti akan mencakup berbagai hal, mulai nasionalisme hingga adanya kepentingan politis dari lingkup Cikeas di balik kasus ini. Belum lagi adanya isu monopoli dari PT Omega dan juga yang telah dilakukan pendahulunya, yang anehnya sangat didukung MPAA (Motion Picture Association of America) produsen film-film Box Office tersebut. Jelas sangat aneh jika menilik bahwa Amerika adalah Negara yang menggembar-gemborkan free market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya pemaparan sederhana, pemaparan “gampang-gampangan”. Dan, yaah, seperti inilah kenyataannya. Saya sih sedikit merasa bersalah, karena juga sedikit nonton bioskop. Karena sedikit pula uang yang saya bayar yang harusnya dibayarkan ke Negara tetapi tidak dibayarkan oleh perusahaan impor film tersebut, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa solusi saya jika ingin nonton film-film tersebut? Walaupun sama-sama ilegalnya, tapi saya lebih nyaman nonton dari hasil download-an atau beli dvd bajakan. Jika saya harus menjadi pencuri, maka saya memilih menjadi Robin Hood. Jadi masih oke lah merugikan produsen film Amerika daripada merugikan Negara, hehehe. Atau jika mau lebih beradab ya kita nyewa aja di tempat rental vcd/dvd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir saya, bagaimana menurut kalian yang menganggap bioskop sebagai “tempat ibadah” setelah mengetahui bahwa apa yang dipujanya ternyata tidak suci?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2784973872898720879?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2784973872898720879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/dibalik-layar-21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2784973872898720879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2784973872898720879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/dibalik-layar-21.html' title='Dibalik Layar 21'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-8879479203658071513</id><published>2011-07-24T23:41:00.002+07:00</published><updated>2011-07-24T23:46:56.704+07:00</updated><title type='text'>Debut Bagus Wim Atas Pertolongan Riedl</title><content type='html'>Kemarin malam (23/7) Timnas Indonesia berhasil menahan imbang tuan rumah Turkmenistan dalam pertandingan preliminary Piala Dunia 2014. Bagi masyarakat bola Indonesia, hal ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi kepengurusan PSSI yang baru. Dengan mengeyampingkan bahwa posisi Turkmenistan yang berada di bawah Indonesia dalam peringkat FIFA, namun kondisi PSSI belakangan ini jelas sangat mengganggu persiapan dan konsentrasi Timnas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari pelaksanaan Kongres PSSI di Pekanbaru, munculnya Kelompok 78, pembentukan Tim Normalisasi, hingga Kongres Luar Biasa yang terjadi dua kali. Kongres Luar Biasa PSSI yang kedua pada tanggal 9 Juli 2011 berhasil memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Exco PSSI. Tidak berhenti di situ, pemanggilan pemusatan latihan Timnas yang terus diundur pun harus menerima keputusan tidak popular yang diambil Ketua Umum PSSI yang baru,&lt;br /&gt;Djohar Arifin, yaitu pemecatan pelatih Alfred Riedl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhitung sejak 13 Juli 2011, Alfred Riedl sudah tidak lagi menangani Timnas Indonesia. Berbagai alasan dikemukakan oleh Djohar Arifin, mulai untuk penyegaran hingga masalah kontrak. Riedl pun tidak tinggal diam dan mengancam akan membawa kasus ini ke FIFA. Bahkan hingga detik ini masalah ini masih belum menemui titik terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 13 Juli 2011 pula, PSSI mengumumkan bahwa Timnas akan diganti oleh Wim Rijsbergen. Pelatih yang saat ditunjuk masih menjabat sebagai pelatih PSM Makassar dan dengan curriculum vitae pernah menjadi asisten pelatih Trinidad&amp;amp;Tobago dalam Piala Dunia 2006. Mungkin mayoritas penggila bola tanah air masih asing dengan nama ini. Dan kita tentu saja bertanya-tanya apakah bisa pelatih yang belum begitu mengenal karakter pemain Indonesia (Wim baru menukangi PSM pada Januari 2011) membawa kita lolos dari hadangan Turkmenistan hanya dalam waktu kurang dari 10 hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada latihan-latihan awal Timnas pun Wim hanya mengamati dari pinggir lapangan, Timnas berlatih atas arahan Asisten Pelatih Rahmad Darmawan. Wim berkoar pada media massa bahwa dia akan mengusung strategi menyerang dengan formasi 4-3-3 dikombinasikan dengan 4-2-3-1. “Saya ingin Timnas memainkan sepakbola kreatif dan ofensif. Kalau Anda melihat bagaimana Spanyol dan Barcelona main, ya seperti itulah kira-kira saya ingin membentuk timnas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme Wim memang patut diacungi jempol. Dia menebarkan komentar-komentar positif daripada mengumbar keluhan-keluhan seperti yang dilontarkan pelatih-pelatih Timnas sebelumnya sebagai antisipasi dari ekspektasi berlebihan masyarakata Indonesia. Namun pertanyaannya, bukankah tim-tim yang disebutkan Wim, Spanyol dan Barcelona tidak terbentuk begitu saja? Pasti perlu proses yang panjang. Ditambah pula pergantian strategi yang begitu frontal. Belum juga mempertimbangkan adaptasi pemain. Dan lagi-lagi waktu yang cuma dalam hitungan hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan kemarin memang patut disyukuri karena kita bisa menahan imbang tuan rumah Turkmenistan. Apalagi dengan mencuri gol di kandang lawan, akan semakin memudahkan langkah kita di leg kedua pada Kamis, 28 Juli nanti. Cukup dengan hasil 0-0 kita bisa lolos ke babak selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menepikan fakta bahwa lapangan Olympic Stadium, Ashgabat memang benar-benar buruk dan juga gagalnya dua punggawa Timnas (Toni Sucipto dan Wahyu Wijiasnanto) yang gagal berangkat karena masalah visa, permainan Timnas Indonesia kemarin patut diberi apresiasi. Stamina, faktor yang sangat ditakutkan ternyata tidak benar-benar terbukti. Bahkan kita baru melakukan pergantian pemain pada menit ke-86 (Supardi menggantikan M. Nasuha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timnas memang sempat gugup di awal pertandingan sehingga kemasukan gol pada menit ke-11 melalui tendangan bebas Krendelev Vyacheslav. Namun setelah itu berangsur kita bisa menguasai pertandingan dengan memainkan bola di lapangan tengah oleh Ahmad Bustomi dan Firman Utina sebelum melebar ke sayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pola yang diterapkan Timnas kemarin adalah pola peninggalan Alfred Riedl. Dengan formasi awal 4-4-2 konvensional (bukan 4-3-3 atau 4-2-3-1 seperti yang dikoarkan) dan penempatan pemain seperti era Riedl. Zulkifly (bek kanan) dan M. Nasuha (bek kiri) adalah peninggalan Riedl. Lapangan tengah masih dikuasai Ahmad Bustomi dan Firman Utina yang berperan lebih sebagai Central Midfielder daripada Attacking Midfielder. Dan tentu saja sang Target Man Christian Gonzales yang ditinggal sendirian di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara permainan pun masih belum menuju ke arah permainan cantik seperti yang dijanjikan Wim. Mungkin memang karena faktor buruknya lapangan sehingga permainan pendek ala Spanyol dan Barcelona urung terlihat. Kemarin Timnas masih mengandalkan lebar lapangan yang diisi oleh M. Ridwan dan M. Ilham untuk menusuk dan sesekali dibantu Zulkifly dan M. Nasuha. Ahmada Bustomi dan Firman Utina hanya sebagai peredam serangan pertama dan juga jembatan untuk dialirkan ke sisi lapangan. Jika mentok maka pemain belakang akan langsung melayangkan bola daerah kepada Boaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Benny Dollo dalam sebuah media sebelum pertandingan, “Timnas sebaiknya tidak mengubah gaya bermain seperti taktik yang pernah diajarkan Alfred Riedl. Saat AFF lalu, para pemain sudah terlihat sangat kompak. Riskan bagi mereka jika harus mengikuti strategi dari Wim Rijsbergen.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya (menurut saya) Timnas memang masih menggunakan strategi Alfred Riedl. Entah karena Toni Sucipto tidak jadi berangkat, yang tadinya akan menjadi tandem Ahmad Bustomi di posisi gelandang bertahan, sehingga tidak memungkinkan menggunakan formasi 4-2-3-1, yang jelas 4-4-2 versi Riedl kemarin berhasil menahan imbang Turkmenistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kredit untuk Wim, sepertinya Wim telah membenahi mental bertanding Timnas Indonesia. Pada media dia pernah menyebutkan bahwa mental pemain adalah fokus utamanya. “Dalam latihan saya akan memperbaiki mental pemain dan membuat mereka termotivasi memenangkan pertandingan,” tuturnya. Dan seperti yang telah kita lihat bersama, Timnas kemarin sangat termotivasi dan bertarung mengerahkan seluruh tenaganya mengalahkan cuaca panas, lapangan buruk, dan masalah stamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, ini adalah awal yang bagus buat Wim Rijsbergen. Untuk PSSI, segera tuntaskan kontrak Wim Rijsbergen, jangan membuat kesalahan sebagaimana yang telah kalian permasalahkan (kontrak Alfred Riedl). Dan untuk Wim, teruslah menebar optimisme. Bukan tidak mungkin kau membawa Timnas ke Piala Dunia seperti yang telah kau lakukan untuk Trinidad&amp;amp;Tobago. Bawa Garuda terbang ke Brasil pada 2014. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-8879479203658071513?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/8879479203658071513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/debut-bagus-wim-atas-pertolongan-riedl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8879479203658071513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8879479203658071513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/debut-bagus-wim-atas-pertolongan-riedl.html' title='Debut Bagus Wim Atas Pertolongan Riedl'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-14431101548898528</id><published>2011-07-19T22:38:00.005+07:00</published><updated>2011-07-19T23:28:26.005+07:00</updated><title type='text'>BBM sosial yang tidak disosialisasi</title><content type='html'>Jaman sekarang, siapa pemuda yang tidak memiliki motor pribadi? Saya yakin sebagian besar pemuda memiliki motor pribadi. Mungkin bisa jadi hadiah ulang tahun ke-17. Namun yang lebih marak adalah sebagai hadiah naik kelas. Masuk SMA bisa tidak bisa harus dibelikan motor, malu sama temennya yang udah bawa motor sendiri sejak SMP. Masuk kuliah harus bawa motor, kan buat transportasi di kota perantauan. Atau mungkin bagi yang agak kaya dibelikan mobil atas nama gengsi. Mobil berpenumpang 4 orang tapi yang 3 mubadzir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada joke di kalangan anak muda, “Melihat seseorang itu jangan dari penampilannya, tapi dari kepribadiannya. Motor pribadi, mobil pribadi, rumah pribadi, dll.” Hehehe. Yeah. Ternyata banyak juga pemuda yang menangkap serius guyonan itu. Setidaknya kendaraan pribadi menjadi kebutuhan penting, (bahkan wajib). Atau mungkin memeiliki motor pribadi adalah hak sebagai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mari kita berkhayal bertanya mereka apa motivasi memiliki motor pribadi. Mungkin ada yang menjawab, “Aku kan udah SMA, ya sudah seharusnya dong dibeliin motor.” Ada juga, “Temen-temenku pada punya motor semua masa aku gak?” Lalu, “Kemarin papa kan sudah janji kalo aku masuk SMA 2 aku dibeliin mobil.” Atau yang paling standar, “Ya, sebagai alat transportasilah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. Berarti potret pemuda sekarang ini seperti gerakan “1 siswa 1 sepeda motor”. Hehehe. Okelah, mereka tumbuh dan mobilisasi semakin tinggi, maka sangat butuh alat transportasi pribadi. Namun, sayangnya penggunaan transportasi ini juga keterlaluan. Kadang cuma ke warung yang jaraknya 20 m saja kita menggunakan sepeda motor. Ya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Q: Heh, kamu ini sensi sekali kayak gak punya motor aja, kayak pas SMA gak minta motor aja!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Well, saya praktis gak punya motor pribadi sejak tahun ketiga kuliah. Motor saya, saya kasihkan saudara saya yang lebih butuh kendaraan. Ya, SMA saya juga pake motor untuk transportasi, tapi saya tidak minta, saya pake motor yang ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Bukan apa-apa, tapi yang saya sayangkan adalah konsumsi kendaraan bermotor yang sangat berlebihan. Setidaknya hampir setiap rumah di Indonesia memiliki satu sepeda motor (bahkan lebih). Menjamurnya motor seiring dengan maraknya perusahaan perkreditan. Belum mapan? Tenang, Anda bisa mengangsur selama 5 tahun!!! Alamaaak! Demi gengsi motor semata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi kendaraan bermotor yang berlebihan sejalan dengan konsumsi BBM (premium) yang semakin gila-gilaan. Yang kita konsumsi itu adalah BBM bersubsidi yang mana sebenarnya ditujukan untuk golongan masyarakat tidak mampu. Tapi pada prakteknya belum tepat sasaran. Karena penikmat BBM bersubsidi ini mayoritas masih masyarakat menengah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika tersiar isu harga BBM akan naik kita beramai-ramai menghujat pemerintah. Berteriak-teriak pemerintah tidak adil hingga mencap pemerintah tidak pro-rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, apa sih BBM bersubsidi itu? Gampangnya, kita tuh beli bensin yang sudah didiskon pemerintah. Jadi bensin yang kita pakai ke mana-mana itu adalah bensin yang pembayarannya dibantu pemerintah melalui APBN. Sudah gini aja, bagi yang masih tanya uang pajak kita dibuat apa, kongretnya salah satunya dipakai buat motong harga bensin kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FYI, APBN untuk subsidi BBM di tahun 2011 adalah sebesar 95 triliun rupiah. Inipun bukan tanpa perhitungan dan sudah meningkat sekitar 5% dari jumlah APBN 2010. Namun parahnya, hingga semester pertama 2011 ini kita sudah menggunakannya hampir 60%. Jadi buat bantu kita beli bensin, hingga sekarang pemerintah sudah menghabiskan kurang lebih 57 triliun rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena hingga pertengahan tahun kita sudah menghabiskan hampir 60%, jika tidak ada perubahan APBN kemungkinan subsidi akan habis sebelum akhir tahun. Kalau mau fair, jika subsidi habis maka mau tidak mau kita harus menerima resiko harga BBM (premium) akan naik. Cukup adil kan? Toh kita sendiri yang mengkonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal semacam inilah yang sering diabaikan masyarakat. Mereka tidak mau tahu dan hanya menuntut. Disayangkan juga pola hidup mereka yang mulai bergantung pada kendaraan bermotor. Bergantung pada kendaraan bermotor berarti bergantung pula pada BBM. Dan mereka hanya paham harga BBM 4500 adalah harga wajar, masa bodoh apa itu subsidi dan bagaimana fluktuasi harga minyak dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahh..ini bukan analisis mendalam para ekonom. Juga bukan prediksi pintar para ahli. Ini cuma merupakan potret sederhana kondisi saat ini. Saya masih percaya hukum timbal balik. Kalau mau dipahami orang, maka kita harus memahami orang lain. Jika kita mau pemerintah memahami kesulitan kita, kita juga harus paham bagaimana sulitnya posisi pemerintah. Saling bekerjasama saja lah. Jika kita tidak mau subsidi BBM dicabut, maka kita juga harus dengan bijak menggunakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-14431101548898528?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/14431101548898528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/bbm-sosial-yang-tidak-disosialisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/14431101548898528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/14431101548898528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/bbm-sosial-yang-tidak-disosialisasi.html' title='BBM sosial yang tidak disosialisasi'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-806505945669165472</id><published>2011-07-16T20:17:00.003+07:00</published><updated>2011-07-16T21:22:57.689+07:00</updated><title type='text'>Stroke Life Style</title><content type='html'>Beberapa minggu yang lalu ayah saya masuk rumah sakit dan didiagnosa terkena stroke ringan. Ada sumbatan di pembuluh darah pada otak kiri dan menyebabkan mati rasa di seluruh tubuh bagian kanan. Masih bisa digerakin sih, tapi mati rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah penyebab dari stroke adalah gaya hidup yang tidak sehat. Mulai dari makanan yang berkolesterol dan mengandung lemak tinggi dan rendah serat, makanan siap saji dan juga jarang berolah raga. Memang sih, ini menjadi puncak gunung es kehidupan orang kantoran, makan enak dan jarang berolah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat saya mengingat-ingat, ayah saya yang termasuk "orang dulu" sering bercerita kalau berangkat ke sekolah beliau harus berjalan kaki sekitar 10km setiap harinya. Orang dulu makanannya juga masih terbilang sehat. Belum mengenal fastfood (junkfood), makan seafood juga jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Bandingkan dengan gaya hidup kita (pemuda) sekarang???? Berapa kali dalam sebulan kita mengkonsumsi makanan cepat saji? Kapan terakhir kita berkeringat bukan karena kepanasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan modern memaksa kita untuk serba cepat dan instan. Semakin hari kita semakin bergantung pada mesin. Mau makan tinggal telpon. Aktivitas seharian di depan layar kaca digital. Juga ketergantungan dengan alat bantu gerak bernama kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Nah lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasudah, cuma mengingatkan saja. Tetap sehat ya, teman-teman! :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-806505945669165472?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/806505945669165472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/stroke-life-style.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/806505945669165472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/806505945669165472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/stroke-life-style.html' title='Stroke Life Style'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1580702703059535610</id><published>2011-07-07T23:00:00.003+07:00</published><updated>2011-07-07T23:10:38.872+07:00</updated><title type='text'>circuitsop</title><content type='html'>halo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik-baik saja di sini? di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya cuma menengok sebentar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, beginilah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;circuit saya sedang stuck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loh, bukankah ini halaman untuk menuangkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya saat ini benar-benar sedang tidak bisa berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tidak biasa membagi kabar buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya selalu lebih memilih diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya terlalu egois untuk berbagi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iya, iya mblok, saya bukan superman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya cuma spiderman yang masih terombang-ambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang masih bingung mau bercerita kepada siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya terlalu egois untuk menjadi egois.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1580702703059535610?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1580702703059535610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/circuitsop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1580702703059535610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1580702703059535610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/07/circuitsop.html' title='circuitsop'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1569266426950396835</id><published>2011-06-19T13:37:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T13:38:33.642+07:00</updated><title type='text'>Skripsistuck</title><content type='html'>Jadi gini, saya ini kan lagi nulis skripsi tentang strategi pengembangan perbankan syariah di Indonesia, secara makro, lha teori-teori strategi itu kebanyakan mikro…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, bicara strategi perusahaan, di mana-mana ujungnya juga laba. Sementara bank syariah yang dikenal mengutamakan keadilan akhirnya harus mengakui kalau juga mencari laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kembali lagi. Capitalism rules.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seperti sedang mempertanyakan agama…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1569266426950396835?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1569266426950396835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/skripsistuck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1569266426950396835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1569266426950396835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/skripsistuck.html' title='Skripsistuck'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7444022249227390960</id><published>2011-06-19T13:36:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T13:37:19.433+07:00</updated><title type='text'>BEBEK</title><content type='html'>Ada lagi “oleh-oleh” dari Workshop Perbankan Syariah di Pasuruan. Saat itu Pak Arie Mooduto menjelaskan tentang keunggulan ekonomi Islam dengan menunjukkan bahwa surat kabar resmi Vatikan dalam artikel yang ditulis Loretta Napoleoni pada Maret 2009 menyebut bahwa sistem ekonomi syariah bisa menjadi solusi untuk menggantikan sistem ekonomi konvensional yang disebutnya rogue economic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Pak Arie berulang-ulang meyakinkan peserta workshop bahwa sistem ekonomi syariah merupakan sistem yang terbaik bagi umat manusia. Kasarannya gini, “Vatikan saja mengakui, masa kita umat muslim masih meragukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo sudah ada bukti diakui “bangsa barat” begitu biasanya kita cepat percaya. Apalagi yang mengakui adalah pihak yang kontras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini masalahnya, apa kita harus menunggu diakui mereka dahulu untuk percaya? Apa kita tidak punya cukup kepercayaan diri untuk membanggakan milik kita? Atau mungkin karena kita sudah berkiblat terlalu ke barat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita perlu persetujuan barat dulu untuk kembali ke ekonomi Islam. Apa kita selamanya menjadi pengikut? Menjadi bebek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7444022249227390960?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7444022249227390960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/bebek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7444022249227390960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7444022249227390960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/bebek.html' title='BEBEK'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1158276964905712778</id><published>2011-06-19T13:32:00.002+07:00</published><updated>2011-06-19T13:36:03.877+07:00</updated><title type='text'>Belum Siap</title><content type='html'>Pada Workshop Perbankan Syariah beberapa hari yang lalu dipaparkan mengenai pemetaan segmen target market masyarakat terhadap bank syariah. Hasil dari pemetaan tersebut menunjukkan bahwa banking orientation mayoritas masyarakat adalah memilih bank sesuai kebutuhan, untuk kebutuhan bisnis misalnya. Hasil pemetaan secara psikografis juga merujuk hasil “rata-rata” masyarakat yang memilih bank berdasarkan keamanan dan pelayanan. Bahkan ada satu peserta ulama yang jelas-jelas mengaku memilih bank berdasarkan keuntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil tersebut membuat saya berpikir bahwa masyarakat Indonesia ini kurang (atau mungkin malas) memahami suatu ide. Dalam kasus ini bank syariah, ide perekonomian syariah, terlepas dari riba. Mereka “masih” memilih berdasarkan kebutuhan, karena mereka mementingkan kemudahan akses bisnisnya daripada memenuhi panggilan untuk kembali ke syariah demi perbaikan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil psikografispun, masyarakat memilih bank berdasarkan keamanan dan pelayanannya. Oke, saya anggap mereka paham akan keamanan pada bank syariah yang terjamin, namun mereka juga masih memandang permukaan pelayanannya. Saya yakin merekapun asal menjawab jawaban yang “aman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ini adalah tugas perbankan syariah untuk memperbaiki pelayanannya, setidaknya sejajar dengan bank konvensional. Namun setidaknya masyarakat juga proaktif memberi masukan, toh ini juga merupakan solusi untuk perekonomian Indonesia dimana bank syariah lebih mendukung pada pertumbuhan sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara seperti ini hampir sama dengan ketika hanya mempertanyakan kebijakan pemerintah, namun kita tidak mendukung. Hanya menghujat, tanpa solusi. Ya, kita masih belum paham bagaimana menjadi masyarakat yang berdemokrasi. Kita mau bebas namun masih mengemis kesejahteraan. Lagi-lagi karena kita belum paham ide dari demokrasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tengok negeri yang bersemboyankan “Bhinneka Tunggal Ika” ini. Pluralisme dengan tegas menjadi semboyan negeri nan elok dengan beragam adat, agama, budaya, dan suku ini. Tapi apa yang kita lihat di berita-berita kemarin? Ahmadiyah? FPI? Penggembokan GKI Yasmin? Demokrasi adalah bebas memaksakan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merambah ke ranah pemerintah. Hmmm… mereka inilah yang mengaku-ngaku menjadi penegak demokrasi di negeri ini. Para politisi, mulai dari jajaran eksekutif hingga legislative, bahkan yudikatif. Apa? Korupsi? Tidak heran. Sudah biasa. Kita bisa apa? Bisa dapat imbalan untuk memilih. Demokrasi adalah bebas mencapai tujuan politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju ke industri kreatif, musik. Demokrasi membuat para musisi menjadi semakin kreatif. Dari segi genre sampai lirik yang syirik. Acara-acara musik bawah tanah juga semakin marak, semakin banyak media untuk bersuara. Tetap saja, demokrasi juga membawa dampak buruk bagi dunia ini dalam bentuk pembajakan. Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat dengan mudahnya mendapatkan hasil jerih payah para pekerja musik tanpa membeli produknya. Pembajakan menjadi kejahatan yang hampir mustahil diberantas hanya dengan mengandalkan peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial, lama-lama tulisan ini mengarah ke masalah moral. Tapi mau gimana lagi. Saya cuma&lt;br /&gt;memotret fakta. Fakta bahwa kita ini adalah masyarakat pemalas yang hanya melihat permukaan. Fakta bahwa kita adalah bangsa yang minder dan pemilih jalan pintas. Fakta bahwa kita ini belum siap karena kita lemah di pondasinya. Semoga saat ini adalah masa-masa pembentukan pondasi. Ayolaaaaahhh, udah pada gede kan? Udah tau mana yang baik, mana yang buruk kan? Udah bisa mikir mana yang bakal jadi baik, mana yang nantinya malah merugikan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita bersiap menjadi siap menjadi bangsa yang besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1158276964905712778?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1158276964905712778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/belum-siap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1158276964905712778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1158276964905712778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/belum-siap.html' title='Belum Siap'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3222337738000396111</id><published>2011-06-08T15:02:00.001+07:00</published><updated>2011-06-08T15:04:47.542+07:00</updated><title type='text'>BUKAN TEMPAT SAMPAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-T8-bMwK9FAE/Te8sxr8sO2I/AAAAAAAAAMY/FRvzWlmkxns/s1600/IMG00903-20110606-1657.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-T8-bMwK9FAE/Te8sxr8sO2I/AAAAAAAAAMY/FRvzWlmkxns/s320/IMG00903-20110606-1657.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615756492476791650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan tempat sampah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kalau ini tempat sampah maka tidak akan ada yang mau membuang sampah di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan setelah semua tempat sampah tertulis “Buanglah Sampah pada Tempatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buta huruf.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3222337738000396111?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3222337738000396111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/bukan-tempat-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3222337738000396111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3222337738000396111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/bukan-tempat-sampah.html' title='BUKAN TEMPAT SAMPAH'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-T8-bMwK9FAE/Te8sxr8sO2I/AAAAAAAAAMY/FRvzWlmkxns/s72-c/IMG00903-20110606-1657.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6265389557776670844</id><published>2011-06-08T15:00:00.000+07:00</published><updated>2011-06-08T15:02:16.602+07:00</updated><title type='text'>SOL SEPATU</title><content type='html'>Saya mendengar adzan dhuhur. Biasanya saya cuma mematikan musik sebentar kemudian ketika adzan berhenti saya mainkan lagi. Selama ini sih saya sholat asal aja, pokoknya masih jamnya ya masih boleh, bahkan lebih sering nelat-nelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selama mendengarkan adzan itu saya keinget bahwa keutamaan sholat adalah dilakukan tepat waktu, tidak ditunda-tunda. Maka saat itu juga saya coba untuk melaksanakan sholat setelah adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu adzan saya iseng ngetwit dan dengan maksud mengajak sholat tepat waktu, terbersit begitu saja kata “Sol Sepatu” kemudian saya paksakan membuat kepanjangan dan jadilah “sholatlah setepat waktu” hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hari itu sol sepatu sangat efektif untuk “memaksa” saya sholat tepat waktu pada dhuhur, ashar, dan maghrib. Tapi Isya-nya saya lupa lagi :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, untuk langkah awal sepertinya ini bisa bekerja untuk mendorong agar sholat tepat waktu terus. Setidaknya untuk saya dulu, tapi sambil saya twit terus biar bisa mengajak temen-temen yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let’s go Sol Sepatu! :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6265389557776670844?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6265389557776670844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/sol-sepatu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6265389557776670844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6265389557776670844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/sol-sepatu.html' title='SOL SEPATU'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3260015717976629686</id><published>2011-06-08T14:56:00.004+07:00</published><updated>2011-06-08T15:00:22.226+07:00</updated><title type='text'>Toko Kerja Perbankan Syariah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1-NsPc7W06w/Te8r8gOYLcI/AAAAAAAAAMQ/oYpH66ku5lA/s1600/IMG00879-20110601-1004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1-NsPc7W06w/Te8r8gOYLcI/AAAAAAAAAMQ/oYpH66ku5lA/s320/IMG00879-20110601-1004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615755578796682690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya kebetulan menjadi panitia Workshop Perbankan Syariah di Pasuruan. Kebetulan lagi, skripsi saya juga tentang perbankan syariah. Karena kebetulan-kebetulan itu, saya diajak untuk menjadi peserta, yang tentu saja tak diundang. Entah, tapi mungkin ini adalah pertama kali saya berada dalam posisi pelaku nepotisme. Tapi untuk menepis rasa bersalahnya, saya menganggap ini adalah peluang untuk menambah ilmu. Toh, saya juga tidak melanggar aturan. Toh, di spanduk acaranya juga ada tulisan “…untuk stakeholder perbankan syariah.” Nah, saya sebagai mahasiswa yang sedang mempelajari perbankan syariah juga merupakan stakeholder kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, acara ini bertajuk “Workshop Perbankan Syariah Untuk Ulama”. Sasarannya jelas, ulama. Jadi ini semacam akselerasi sosialisasi untuk meningkatkan nasabah perbankan syariah. Sama-sama kita tahu, budaya di pesantren di mana para santrinya sangat patuh pada kyai-nya, maka mengedukasi kyai-kyai tentang pentingnya perbankan syariah merupakan langkah yang sangat tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undangan disebar ke pesantren-pesantren se-Pasuruan dan sekitarnya. Sudah jelas pula bagaimana wardrobe para ulama dan kyai peserta workshop: peci, baju koko, sarung, dan sandal. Kebanyakan dari mereka berjenggot. Mereka saling bersalaman, yang muda mencium tangan yang tua. Dan perbincangan di antara mereka sarat dengan istilah-istilah arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang berlangsung dua hari (1 Juni-2 Juni) ini dibuka oleh Bapak Mulya Siregar, Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Pada sesi pertama yang berlaku sebagai pembicara dalah Pak Buchori dari Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Bagian Pengembangan. Beliau memperkenalkan perbankan syariah pada para ulama. Yaitu seputar kebijakan pengembangan perbankan syariah yang berisi tentang potensi hingga rencana pengembangan yang meliputi service, infrastruktur, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemaparan dipersilakan para peserta (ulama) untuk mengajukan pertanyaan. Dari beberapa yang diajukan tampak para ulama masih belum paham akan posisi bank syariah sebagai bank Islam. Mereka kebanyakan masih menanyakan tentang layanan, kemudahan, dan juga akses. Selain itu, ternyata ada beberapa yang masih beropini bahwa bank syariah tidak menguntungkan jika dibandingkan dengan bank konvensional. Ada juga yang menyangsikan kesyariahan bank syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara sesi kedua adalah Pak Arie Mooduto, seorang pakar ekonomi Islam. Dalam paparannya beliau menegaskan pentingnya bank syariah dilihat dari fungsi sebagai bank Islam. Bagi umat Muslim yang penting syariah, tidak peduli bagaimana servicenya. Toh, service dari bank syariah akan terus diperbaiki. Untuk lebih meyakinkan audience, Pak Arie mengajak untuk melihat dari sudut pandang ekonomi Islam yang adil, dan oleh dunia barat mulai disebut-sebut sebagai solusi perekonomian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa beliau menyinggung senjata utama bank syariah dalam melawan bank konvensional, yaitu riba. Sudah menjadi isu lama bahwa bunga bank (konvensional) termasuk riba yang berarti haram. Riba (bunga) menjadi pondasi system ekonomi konvensional. Kapitalisme membuatnya menjadi semakin rakus. Nah, ekonomi Islam adalah solusi untuk melawan kerakusan itu. Namun, umat Islam masa kini sudah tidak lagi mempedulikan itu. Sekuler?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Arie Mooduto juga memberikan cerita tentang pentingnya menegur dan mengingatkan kebenaran. Oleh karena itu, para peserta workshop yang para ulama itu yang notabene adalah pemegang teguh syariat Islam diharapkan mau peduli dan menyebarkan tentang perbankan syariah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, materi diberikan oleh Pak Cecep. Dalam pembahasan kali ini, Pak Cecep lebih menekankan pada soal teknis dan produk-produk perbankan syariah. Relatif mudah tentunya mengajarkan produk-produk yang berbahasa Arab itu pada oara ulama. Setelah itu untuk lebih mendalami dalam prakteknya, beliau memberikan semacam studi kasus untuk dianalisis.&lt;br /&gt;Well, untuk hari kedua saya tidak melanjutkan hingga selesai karena suatu alasan harus kembali ke Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan saya mencermati penataan paparan yang disampaikan telah disusun dengan baik. Sebagai pemanasan (sesi pertama) adalah pengenalan perbankan syariah secara sekilas dan dengan respon banyak sangkalan. Nah, intinya ada pada sesi kedua ini, yaitu pemupukan pondasi betapa bagusnya ekonomi Islam sebagai solusi perekonomian dunia. Di sini peserta dibuat memahami untuk tidak lagi mementingkan untung-rugi, yang penting amanah dan sesuai syariat Islam. Bank Syariah adalah salah satu produk dari ekonomi Islam tersebut, jadi bagaimanapun untuk urusan bank sebisa mungkin kita memilih bank syariah. Penyampaian yang enak, pendekatan yang bagus pada para ulama membuat Pak Arie Mooduto dapat memiliki hati peserta. Sehingga Pak Cecep apada sesi pengenalan produk bank syariah tidak kesulitan menjelaskan karena pondasi tersebut sudah terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahh, semoga workshop ini akan berhasil dengan semakin banyaknya nasabah bank syariah di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Semoga para ulama mendapat pemahaman tentang bank syariah ini dan menularkan pada santri-santrinya untuk menjadi nasabah bank syariah.&lt;br /&gt;Karena memang ekonomi Islamlah yang dapat menyelamatkan kerakusan kapitalisme dunia ini. Karena memang bank syariah merupakan bank yang bersih jauh dari riba dan memihak pada usaha kecil. Karena memang bank syariah memiliki potensi yang luar biasa di Indonesia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3260015717976629686?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3260015717976629686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/toko-kerja-perbankan-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3260015717976629686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3260015717976629686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/toko-kerja-perbankan-syariah.html' title='Toko Kerja Perbankan Syariah'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1-NsPc7W06w/Te8r8gOYLcI/AAAAAAAAAMQ/oYpH66ku5lA/s72-c/IMG00879-20110601-1004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5277395615079350428</id><published>2011-06-01T19:10:00.004+07:00</published><updated>2011-06-08T14:41:33.751+07:00</updated><title type='text'>Rokok Pembangunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9AjBbMNt0Ug/TeY-wHeviqI/AAAAAAAAAL8/ljUykI9ffRw/s1600/gg2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 241px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9AjBbMNt0Ug/TeY-wHeviqI/AAAAAAAAAL8/ljUykI9ffRw/s320/gg2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613242981926537890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menuliskan apa yang saya twit kemarin sehubungan dengan hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat hari tanpa tembakau sedunia, ada joke yang beredar di masyarakat Kediri tentang merokok. Ketika kita meminta seseorang untuk berhenti merokok, mereka akan menjawab, "Kalau gak ada ini (rokok), Kediri gak bisa maju." Rokok yang dimaksud tentu saja adalah rokok produk dari Gudang Garam. Seperti yang kita ketahui, Gudang Garam adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang berpusat di Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jawaban itu bisa kita simpulkan bahwa masyarakat Kediri beranggapan bahwa pembangunan Kota Kediri sangat bergantung pada pabrik Gudang Garam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian salah satu teman saya me-reply twit saya, "Kalo gak ada ini (rokok) eyke makan opo bok?" Nah lo! Tambah lagi ketergantungan masyarakat Kediri kepada Gudang Garam: lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7OB6iue6WVc/TeY-wBeFBQI/AAAAAAAAAL0/d9g-aosi-34/s1600/gg1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 138px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7OB6iue6WVc/TeY-wBeFBQI/AAAAAAAAAL0/d9g-aosi-34/s320/gg1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613242980313138434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, masyarakat Kediri seperti memiliki tanggung jawab tidak langsung untuk terus melestarikan (mengkonsumsi) produk Gudang Garam. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah itu hanya alasan atau pembenaran masyarakat Kediri untuk tetap merokok, tapi lelucon ini sangat menggelikan. Karena di sini kita mengesampingkan peran Pemerintah Kota Kediri dalam pembangunan Kota Kediri, hanya bergantung pada Gudang Garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm, ngomong-ngomong tentang pembangunan oleh pabrik rokok, ternyata hal ini juga berlaku di tingkat negara. Setelah membaca opini di Jawa Pos kemarin, ternyata cukai perusahaan rokok se-Indonesia yang mencapai 44 triliun rupiah merupakan sumber pendapatan negara dalam APBN!!! Dan kabarnya sekitar 1 triliun dikucurkan ke pemda yang memiliki pabrik rokok. Itulah alasan mengapa pemda masih menghamba pada pabrik rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu wajar? Di sini letak ketidaktahuan kita. Seharusnya 70% dari cukai tersebut digunakan untuk usaha-usaha pengurangan rokok, seperti kampanye anti rokok, asuransi kesehatan, penyuluhan dan lain-lain. Namun yang terjadi Indonesia adalah sebaliknya, bukannya berusaha mengurangi rokok, tapi seakan-akan malah menggenjot jumlah produksi rokok. Hal ini dapat diketahui dari jumlah produksi rokok yang semakin meningkat tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perusahaan rokok juga diberi panggung di Indonesia. Panggung untuk menjadi sponsir di event-event berskala nasional. Mulai dari event musik sampai event olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa usaha pemerintah? Berapa tempat bebas asap rokok di Indonesia ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sudah kembali ke jaman buta aksara karena tidak bisa membaca ancaman kesehatan pada bungkus rokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa karena ulama kita menjadi "sekuler" terhadap rokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh, sudahlah, setidaknya hormati kami yang tidak merokok, seperti kami menghormati Anda yang merokok :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5277395615079350428?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5277395615079350428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/rokok-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5277395615079350428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5277395615079350428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/06/rokok-pembangunan.html' title='Rokok Pembangunan'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9AjBbMNt0Ug/TeY-wHeviqI/AAAAAAAAAL8/ljUykI9ffRw/s72-c/gg2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4298374711606188341</id><published>2011-05-24T18:52:00.005+07:00</published><updated>2011-06-01T20:32:53.860+07:00</updated><title type='text'>Kemacetan, Mahasiswa, dan Ajang Bisnis Kampus</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;Kemacetan. Hanyalah salah satu isu yang mulai dimaklumi di negeri ini. Di tengah terpaan segala hal buruk tentang kenegaraan, kemacetan bukan lagi menjadi hal penting untuk diperhatikan. Kemacetan menjadi rutinitas “pemanasan” di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data 2010 menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 70.714.568 kendaraan. Dengan jumlah sekitar sepertiga jumlah penduduk di Indonesia ini, masalah ini bukan lagi menjadi masalah Kementrian Perhubungan saja, namun sudah menjadi masalah sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana akar permasalahannya? Kendaraan pribadi. Seperti yang kita ketahui, saat ini akses kepemilikan kendaraan pribadi sangatlah mudah. Maraknya perusahaan-perusahaan finance yang menawarkan kredit memudahkan masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor. Bahkan menyasar pada golongan masyarakat yang “belum terlalu membutuhkan kendaraan bermotor” dengan senjata kredit selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkutan umum. Bukan rahasia lagi kalau angkutan umum di Indonesia ini kurang diperhatikan pemerintah. Baik pusat ataupun daerah. Sudah jelas di mata kita kalau angkutan umum di Indonesia ini kurang nyaman. Dengan dalih itu saja, cukup bagi masyarakat untuk lebih memilih kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, sayang sekali, karena kendaraan pribadi sudah menjadi identitas di negeri ini. Masuk SMP, sepeda motor baru. Masuk SMA, motor sport baru. Masuh kuliah, mobil baru. Fenomena yang menggeser nilai guna kendaraan pribadi. Penekanan tidak lagi pada “kendaraan”-nya, namun pada “pribadi”-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa yang akan peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, terlebih pemerintah daerah tentu harus peduli dengan kenyataan ini. Kemacetan banyak berdampak buruk pada lingkungan. Konsentrasi karbon pada satu tempat tentu tidak baik bagi kesehatan pengendara. Apalagi dengan kurangnya tumbuhan hijau di sisi-sisi jalan, karbon-karbon itu terlalu banyak untuk di-fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi masalah psikologi pengendara. Stress karena macet di pagi hari sedikit banyak berdampak pada mood dan produktivitas di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kepolisian? Pihak kepolisian tidak dapat berbuat apa-apa untuk menekan laju pertumbuhan kendaraan bermotor. Asal kepemilikannya sah (karena mudah untuk sah), maka kendaraan bermotor layak dikendarai di jalanan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah seperti memberlakukan program 3 in 1 di Jakarta. Dan apa hasilnya? Hanya menambah “peluang kerja” ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya memilih mahasiswa. Kenapa mahasiswa? Ayolah, karena mereka menyandang predikat “agent of change”. Karena mereka adalah fase dari masyarakat yang dikenal “sadar”. Selain itu juga lembaga yang menaunginya, kampus. Karena kampus merupakan tempat berkumpulnya para intelektual yang revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mahasiswa dan kampus yang berhadapan dengan fenomena ini seharusnya melakukan sesuatu untuk merubahnya. Mungkin ada organisasi mahasiswa yang menyuarakan propaganda kurangi kemacetan dengan berangkat ke kampus menggunakan angkutan umum. Atau komunitas pesepeda di kampus yang berteriak untuk mengurangi polusi udara dengan program “bike to campus”. Bisa juga kampus menghimbau masyarakatnya untuk mengurangi kemacetan. Bahkan kampus juga bisa mengeluarkan peraturan-peraturan yang bertujuan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor ke kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, pemerintah daerah bekerja sama dengan kampus dengan suatu kesepakatan bahwa pemerintah daerah akan memperbaiki system angkutan umum dan juga kampus mengeluarkan peraturan yang membatasi mahasiswa untuk menggunakan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;Namun, bagaimana kenyataannya? Saya berbicara tentang Universitas Brawijaya, mungkin yang juga telah diaplikasikan di sebagian besar universitas di Indonesia. Mengetahui jumlah kendaraan yang semakin menjamur di kampus, pihak kampus menerapkan parkir berlangganan bagi setiap kendaraan mahasiswa. Parkir berlangganan ini berupa sticker yang ditempelkan pada kendaraan dan hanya berlaku satu semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kampus juga menyadari potensi jalan kampus yang membelah dan bisa menjadi jalan pintas, sehingga pihak kampus menerapkan “tarif tol” bagi setiap kendaraan yang melintas, yang tidak memiliki sticker parkir berlangganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow! Produk intelektualnya adalah merubah menjamurnya jumlah kendaraan bermotor menjadi peluang bisnis. Mungkin ini adalah salah satu program dari otonomi kampus. Masa bodoh kemacetan, peduli setan polusi, yang penting kita pintar membaca peluang dan menghasilkan uang. Kapitalis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/---ThKtx-BRk/TdueUAJjhpI/AAAAAAAAALs/siSztZncHGU/s1600/Untitled-1%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/---ThKtx-BRk/TdueUAJjhpI/AAAAAAAAALs/siSztZncHGU/s320/Untitled-1%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610251827294733970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4298374711606188341?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4298374711606188341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/kemacetan-mahasiswa-dan-ajang-bisnis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4298374711606188341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4298374711606188341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/kemacetan-mahasiswa-dan-ajang-bisnis.html' title='Kemacetan, Mahasiswa, dan Ajang Bisnis Kampus'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/---ThKtx-BRk/TdueUAJjhpI/AAAAAAAAALs/siSztZncHGU/s72-c/Untitled-1%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4467725703756916905</id><published>2011-05-24T18:21:00.002+07:00</published><updated>2011-05-24T18:33:21.064+07:00</updated><title type='text'>TOMBLOK TAHU CARANYA MELEPAS PENAT PADA HUJAN SIANG HARI DI HALTE BUSWAY DUKUH ATAS 1 SETELAH INTERVIEW KERJA DI MENARA BNI</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-c69834aa9d2fcde7" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v1.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc69834aa9d2fcde7%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D159F4206DFBF74F189AB00495D6632D2AB3C036E.41D651C34EB52E12F99EC80B11EE56B0EFAB6E9F%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc69834aa9d2fcde7%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DymCKgM3xgwT_efq71zuC5i3AdYA&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v1.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc69834aa9d2fcde7%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D159F4206DFBF74F189AB00495D6632D2AB3C036E.41D651C34EB52E12F99EC80B11EE56B0EFAB6E9F%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc69834aa9d2fcde7%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DymCKgM3xgwT_efq71zuC5i3AdYA&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4467725703756916905?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=c69834aa9d2fcde7&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4467725703756916905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/tomblok-tahu-caranya-melepas-penat-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4467725703756916905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4467725703756916905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/tomblok-tahu-caranya-melepas-penat-pada.html' title='TOMBLOK TAHU CARANYA MELEPAS PENAT PADA HUJAN SIANG HARI DI HALTE BUSWAY DUKUH ATAS 1 SETELAH INTERVIEW KERJA DI MENARA BNI'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6657508225402145381</id><published>2011-05-24T18:09:00.003+07:00</published><updated>2011-05-24T18:45:37.562+07:00</updated><title type='text'>Ojek Sepeda: Salah Satu yang Masih Bertahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hwGvrgYy7oU/TduZvak-jtI/AAAAAAAAALk/vD1I1lEY38k/s1600/IMG00720-20110513-1024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hwGvrgYy7oU/TduZvak-jtI/AAAAAAAAALk/vD1I1lEY38k/s320/IMG00720-20110513-1024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610246800687402706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah di sini sejak tahun ’78, dulu banyak yang ngojek di sini, sekarang tinggal dua,” kata bapak ojek sepeda yang saya sambangi. Tempat mangkalnya adalah di depan menara BNI, salah satu gedung tertinggi di Jakarta (bahkan mungkin Indonesia). Tepat di bawah halte busway dukuh atas satu, tepat di seberang patung Jenderal Sudirman di Jalan Sudirman, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak yang berasal dari Purwokerto ini mengeluhkan jumlah kendaraan bermotor yang semakin tidak masuk akal. Dulu beliau biasa mengantar penumpang sampai ke Tanjung Priok. “Sekarang penumpangnya pada kagak berani,” sembari tertawa. “Sekarang sih mungkin cuma nganter deket-deket aja, ke dalem.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak 72 tahun ini sangat mengidolakan Soekarno. Dengan bangganya beliau bercerita tentang keberanian dan ketegasan Soekarno. Beliau juga menekankan tentang etos kerja jaman dahulu dibandingkan dengan sekarang. “Dulu sama Pak Karno kita semua harus sekolah, semua harus kerja! Gak kaya’ sekarang masih muda, bajunya bagus-bagus malah pada ngamen. Masih sehat aja udah pada ngemis!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengomentari tentang lembeknya pemerintahan saat ini. Beliau menganalogikan dengan pemerintahan “tangan besi” Soekarno. “Sekarang penjahat pada bebas, kalo dulu, jangankan koruptor, maling aja langsung di-dor! Sekarang? Berani apa SBY?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking kagumnya terhadap Soekarno, beliau menjawab, “Saya pilih Megawati, kemaren,” saat saya bertanya, “Tapi bapak pilih SBY juga kan, kemaren?” “Megawati itu mikirin rakyat kecil. SBY mana? Malah mau ganti minyak pake gas. Itukan mahal, kasian rakyat kecil.” Bahkan beliau juga akan memilih Puan Maharani, putri dari Megawati jika nanti dicalonkan jadi presiden. Lihat betapa suksesnya positioning Megawati di mata “wong cilik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, sentralisasi ternyata tidak berpengaruh pada semua elemen masyarakat Jakarta. Bapak yang dulunya pernah menjadi penjaga malam di Priok ini masih sangatlah kolot. Beliau masih bercita-cita pergi ke Jombang untuk menemui Ponari. “Saya dengar kabarnya katanya manjur,” kata beliau yang ingin mengobati daya pendengarannya yang telah menurun. “Saya sudah nyimpen address-nya yang saya dapat di sobekan Koran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal mengganjal yang akhirnya saya tanyakan, “Pak, sekarang kan hampir tiap hari hujan, trus gimana dong kalo hujan? Pulang atau berteduh di sini? Jadi tambah jarang narik dong?” Dengan tegar beliau menjawab, “Kalau hujan saya jadi ojek payung.” Wow. Saya melihat usaha yang tak putus dari beliau. Tidak menyerah pada alam, bahkan dengan cerdiknya mengubahnya menjadi lahan penghasilan alternative. “Seikhlasnya aja, ada yang dua rebu, kadang juga lima rebu, tapi pernah juga saya tiga kali dikasih lima puluh rebu, mungkin karena kasian ya liat bapak-bapak tua ngojek payung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ngobrol-ngobrol saya itu hanya sedikit dari cerita bapak ojek sepeda yang terlihat tabah tanpa keluh tersebut. Ya pak, kita memang harus terus berusaha dan tidak menjadi bangsa pengemis, seperti kata Bung Karno :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6657508225402145381?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6657508225402145381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/ojek-sepeda-salah-satu-yang-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6657508225402145381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6657508225402145381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/ojek-sepeda-salah-satu-yang-masih.html' title='Ojek Sepeda: Salah Satu yang Masih Bertahan'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hwGvrgYy7oU/TduZvak-jtI/AAAAAAAAALk/vD1I1lEY38k/s72-c/IMG00720-20110513-1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-8016088856123549480</id><published>2011-05-23T13:40:00.003+07:00</published><updated>2011-05-23T14:17:20.520+07:00</updated><title type='text'>second video project</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-817bede5aff870ea" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v18.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D817bede5aff870ea%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D63B90C886E4E6D6654E485926284503E8F3C70E.490F8B9E867EAEFC715B83D9175DE1DC8E580C5D%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D817bede5aff870ea%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DpocN3Pv5rLUJ2kUAyh-xK30UZAA&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v18.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D817bede5aff870ea%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D63B90C886E4E6D6654E485926284503E8F3C70E.490F8B9E867EAEFC715B83D9175DE1DC8E580C5D%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D817bede5aff870ea%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DpocN3Pv5rLUJ2kUAyh-xK30UZAA&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-8016088856123549480?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=817bede5aff870ea&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/8016088856123549480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/second-video-project.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8016088856123549480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8016088856123549480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/second-video-project.html' title='second video project'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-8498598947200020399</id><published>2011-05-17T18:17:00.003+07:00</published><updated>2011-05-17T20:02:24.623+07:00</updated><title type='text'>jalan petang</title><content type='html'>Entah kenapa saya sangat takut untuk perjalanan kali ini. Saya model berencana. Ketika saya tidak punya rencana di depan, saya sangat ketakutan. Lagi-lagi saya hanya "menuruti orang lain". Lagi-lagi saya mengalah. Padahal di saat bersamaan saya sudah mempersiapkan hal lain, yang saya pilih untuk saya prioritaskan, walaupun itu juga bukan prioritas seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa tidur. Saya bingung apa yang akan saya lakukan di sana. Memang, di sana bukan tempat asing lagi bagi saya. Tetapi di sana sudah berubah. Saya menganggap saya menjadi tidak (belum) pantas kembali ke sana. Saya malu. Saya minder. Saya tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa mempersiapkan apa yang akan terjadi. Mengantisipasi ketinggalan topik pembicaraan, komentar-komentar kasihan terhadap saya, hingga pandangan mereka kepada seorang pecundang. Karena apa yang telah saya lakukan benar-benar melenceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar takut. Saya ingin tidak jadi berangkat, namun itu hanya akan semakin menasbihkan saya menjadi seorang pecundang. Dan juga menambah predikat plin-plan. Saya benar-benar takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di sana, saya tidak mendapatkan pelukan selamat datang yang seharusnya pantas saya dapatkan. Dingin. Lelah perjalanan dibiarkan lelah. Saya masih meraba-raba di mana saya memposisikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ajakan itu memberi sedikit asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera bergegas mandi dan sebisa mungkin mengabaikan lelah. Memang seorang pria tidak membutuhkan simbol basa-basi pelukan selamat datang. To the point, saya langsung dihajar di dalam angkot. Dan saya pun diadili di dalam taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ditelanjangi atas semua pembenaran-pembenaran itu. Saya ditunjukkan jalan yang telah dilaluinya, dilalui mereka. Mereka semua pejuang dan saya bukan. Mereka semua mandiri dan saya belum. Saya ditampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia kembali mengingatkan saya bahwa saya sejajar. "Apa sih yang tidak bisa Aldi kerjakan? Kapan sih Aldi gagal?" Berbicara tentang ekspektasi. Ekspektasi muncul bukan tanpa sebab. Ekspektasi terjadi karena kita memang pantas dinilai setinggi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diajarkan untuk egois. Saya lupa di mana jalan saya. Mungkin karena saya terlalu suka jalan-jalan. Saya harus mengesampingkan hobi jalan-jalan saya dan harus fokus pada jalan saya dulu. Walaupun saya hobi jalan-jalan, namun jarak tempuh jalan saya sendiri masih belumlah apa-apa. Saya tertinggal karena seharusnya saya berjajar dengan jarak Medan, Pekanbaru, Batam, Makassar, Papua, hingga Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yep! Saya akan segera menyusul. Harap berhati-hati. Ketika saya suka satu hal, maka akan saya maksimalkan. Dan kini, saya mulai suka menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Jalan petang ini memberi cahaya. Karena kita tidak akan membiarkannya tetap gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saya siap berangkat, saya sudah menyiapkan lampu senter dan lilin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-8498598947200020399?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/8498598947200020399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/jalan-petang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8498598947200020399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8498598947200020399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/jalan-petang.html' title='jalan petang'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1630384781787427426</id><published>2011-05-11T12:43:00.003+07:00</published><updated>2011-05-17T18:15:52.965+07:00</updated><title type='text'>let's go, green!</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-16bb2f88677d13ef" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v6.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3D16bb2f88677d13ef%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2D812AAA03B229A4A1252104B86B7E38B36DD042.5488CE3E9AF2FEB46A79E1A8CA939B6B1D23A5B5%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D16bb2f88677d13ef%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dr0bedkhohE3vgbvGfZwE6Aack04&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v6.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3D16bb2f88677d13ef%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332584142%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2D812AAA03B229A4A1252104B86B7E38B36DD042.5488CE3E9AF2FEB46A79E1A8CA939B6B1D23A5B5%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D16bb2f88677d13ef%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dr0bedkhohE3vgbvGfZwE6Aack04&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah video project pertama saya. Awalnya iseng, pas lagi sepedaan ke kampus ngasal nge-shoot jalanan pake kamera hp. Trus buat nglengkapin saya minta tolong Ersa untuk ngambil gambar saya. Ngeditnya juga bukan dengan software yang canggih, cuma kebetulan ada Windows Live Movie Maker di komputer saya, yang notabene adalah software bawaan windows waktu diinstal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya benar-benar awam untuk urusan ini, saya hanya punya keinginan saja. Namun, lumayan lah, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat untuk kamu yang masih punya keinginan :D&lt;br /&gt;Salam Amateur!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1630384781787427426?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=16bb2f88677d13ef&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1630384781787427426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/lets-go-green.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1630384781787427426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1630384781787427426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/lets-go-green.html' title='let&apos;s go, green!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7628182997475125712</id><published>2011-05-11T09:34:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T11:01:39.015+07:00</updated><title type='text'>choice</title><content type='html'>"Nobody is forcing you to do anything Al, everything is your choice, you do because you choose, it's not you do because blah blah blah, it's your choice Al, there's no absolute right or wrong, what is absolute is being responsible with your choice."&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;Tomblok. Tuesday, May 10th 2011. 01:24 PM via BBM&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7628182997475125712?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7628182997475125712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7628182997475125712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7628182997475125712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/blog-post.html' title='choice'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3385005885668853960</id><published>2011-05-08T18:52:00.009+07:00</published><updated>2011-05-08T21:20:56.395+07:00</updated><title type='text'>Kediri Critical Mass</title><content type='html'>Sebenarnya awal mulanya cuma "iseng" ingin ngepost di blog kedirigirsiji.blogspot.com. Saya, anak baru di komunitas sepeda di Kediri tanya ke Ige, salah satu "sesepuh" di Kediri Sunday Morning (nama komunitas bersepeda di Kediri), apakah kita sudah punya blog? Pertanyaan yang akhirnya dikembalikan ke saya untuk membuat blog komunitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun membuat blog tersebut. Dasarnya saya orang baru, saya bingung mau diisi apa blognya. Sejarah gak paham, foto-foto gak punya. Untuk post awal saya cuma bisa ambil sebagian foto-foto di facebook Kediri Sunday Morning. Dan yang kedua saya bikin semacam interview dengan Ige yang kebetulan baru saja menjuarai alley cat race di Weekend Roadrunner Surabaya. Nah, setelah itu blank! Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, MLGfgss baru saja mempunyai hajat Sunday Bike and Bash dengan konsep critical mass. Acara ini membuat saya berpikir bahwa salah satu tolak ukur keberhasilan suatu komunitas adalah dengan menularkan ide komunitas itu ke masyarakat yang lebih luas. Salah satunya adalah dengan cara mengadakan suatu event. Karena kita adalah komunitas bersepeda, maka ide yang kita tularkan adalah "mari kembali bersepeda!" Dan yang paling cocok adalah konsep critical mass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka langsung saja saya browsing tentang sejarah, konsep acara, hingga kota-kota mana saja yang telah melakukan critical mass. Setelah itu saya kemas dalam bentuk &lt;a href="http://www.kedirigirsiji.co.cc/2011/04/critical-mass.html"&gt;blogpost&lt;/a&gt; untuk mempropaganda Kediri Sunday Morning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata respon teman-teman Sunmor (sebutan singkat Kediri Sunday Morning) sangat antusias dengan ide ini. Personil Sunmor sebagian ada yang sedang kuliah dan kerja di luar Kediri, di antaranya di Malang dan Surabaya. Sehari setelah post tersebut, Sunmor chapter Malang langsung menindaklanjuti dengan diskusi. Sehari setelahnya giliran Sunmor chapter Surabaya yang berdiskusi. Dari dua diskusi tersebut akhirnya kita memilih tidak menunda-nunda lagi dan akan dilaksanakan pada akhir April atau setidaknya awal Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama April, komunikasi dan diskusi terus berlangsung. Awalnya kita menyepakati tanggal 1 Mei 2011. Saya langsung excited, karena bertepatan juga dengan hari buruh internasional, tanggal yang tepat untuk "mengkritik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sebelum hari-H, kita mengadakan "rapat besar" yang dihadiri oleh sekitar 30 personil Sunmor. Dan ternyata...sebagian besar dari kita belum benar-benar paham dengan konsep critical mass. Memang sih, critical mass intiny cuma sekedar bersepeda bersama saja. Beda jauh dari acara-acara bersepeda pada umumnya yang berupa fun bike yang substansinya bukan pada bersepedanya tapi dorprize-nya, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya kita sepakat mengundur Kediri Critical Mass selama seminggu menjadi 8 Mei 2011. Masih ada waktu 2 minggu untuk persiapan. Kita semakin gencar berdiskusi mematangkannya. Mencetak poster dan selebaran, kemudian menyebarkannya. Membuat banner. Membuat sticker. Membuat kaos. Dan tentu saja, publikasi gencar di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-W1TCtAPc36A/TcaYfVFR-1I/AAAAAAAAAK0/3dtEtLSAytE/s1600/besar%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-W1TCtAPc36A/TcaYfVFR-1I/AAAAAAAAAK0/3dtEtLSAytE/s320/besar%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604334450311822162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Gfy55d4Q3a0/TcaYuySj6JI/AAAAAAAAAK8/_1XeK0OwXpI/s1600/Front%2B%252C%2Bbahan%2B7star%2BTshirt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Gfy55d4Q3a0/TcaYuySj6JI/AAAAAAAAAK8/_1XeK0OwXpI/s320/Front%2B%252C%2Bbahan%2B7star%2BTshirt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604334715850188946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-V-48fS9Cqjc/TcaYUszoxuI/AAAAAAAAAKk/GKF1Cj-XjzI/s1600/Back.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-V-48fS9Cqjc/TcaYUszoxuI/AAAAAAAAAKk/GKF1Cj-XjzI/s320/Back.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604334267701708514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DxU4Wrf86UA/TcaYUI1ahcI/AAAAAAAAAKU/__WUsSdf08s/s1600/Datang%2Blebih%2Bpagi%2Bdan%2Bdapatkan%2Bcap2an%2Bini..%2BFREEE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DxU4Wrf86UA/TcaYUI1ahcI/AAAAAAAAAKU/__WUsSdf08s/s320/Datang%2Blebih%2Bpagi%2Bdan%2Bdapatkan%2Bcap2an%2Bini..%2BFREEE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604334258045486530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DwTDCDHF6gw/TcaY2VYzWDI/AAAAAAAAALE/uOW0kHiB5Qw/s1600/IMG00614-20110503-1846.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DwTDCDHF6gw/TcaY2VYzWDI/AAAAAAAAALE/uOW0kHiB5Qw/s320/IMG00614-20110503-1846.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604334845530691634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yeah! Kita sudah sangat siap dan excited!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Kediri Critical Mass ini selain bersepeda bersama menyusuri jalanan kota Kediri, juga ada lomba sederhana dan pemutaran video tentang critical mass. Nah, kebetulan saya yang kebagian tugas bikin video. Penyelesaian video sederhana itupun sangat-sangat mepet. Dead in deadline (lagi-lagi). Video tersebut baru jadi jam 02.00 dini hari, dan saya harus sudah sampe di lokasi start jam 05.30. Begitulah mepetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan....KEDIRI CRITICAL MASS akhirnya terealisasi. Acara dimulai dengan berdoa dan briefing tentang rute perjalanan. Start dari Brass Radio pukul 06.30 dengan check point di Simpang Lima Gumul.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QwUKOg4FhIg/TcagKXw_TwI/AAAAAAAAALU/OQ3GQSLmdTY/s1600/IMG00679-20110508-0821.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QwUKOg4FhIg/TcagKXw_TwI/AAAAAAAAALU/OQ3GQSLmdTY/s320/IMG00679-20110508-0821.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604342886347788034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vi044bdD5yM/TcafAtrj0RI/AAAAAAAAALM/C0r5VpHXyns/s1600/CM%2B08%2BMay%2B2011.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vi044bdD5yM/TcafAtrj0RI/AAAAAAAAALM/C0r5VpHXyns/s320/CM%2B08%2BMay%2B2011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604341620920275218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah cukup beristirahat dan cukup foto-foto, kita kembali melanjutkan perjalanan dengan finish kembali ke Brass Radio. Setelah di finish, acara dilanjutkan dengan lomba-lomba. Lomba pertama adalah long skid khusus fixed gear. Dilanjutkan oleh lomba trik BMX. Lalu lomba sepeda lambat, non fixed gear. Dan yang terakhr adalah lomba trackstand khusus fixed gear. Secara keseluruhan lomba-lomba sederhana tersebut berlangsung tidak sederhana (baca: meriah), hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena matahari semakin meninggi, acara dilanjutkan di hall Brass Radio dengan pemutaran video-video tentang critical mass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, peserta Kediri Critical Mass yang pertama ini kurang lebih 150 sepeda. Diikuti dari komunitas lowrider, komunitas BMX, dan datang juga sekitar 20 teman-teman dari Malang. Berbagai jenis sepeda menyisir jalanan Kediri pagi ini. Mulai dari lowrider, BMX, MTB, folding, dan tentu saja yang sedang happening saat ini: fixed gear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeay!!! Alhamdulillah! Persiapan cuma satu bulan oleh teman-teman "baru" yang belum pernah bekerja bersama. Hebatlah pokoknya! Selamat untuk kita semua, hey yo Sunmor. Terima kasih yang banyak untuk teman-teman bersepeda yang telah "sadar". Dan salut untuk rombongan dari Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEmbali ke DIRI kita untuk mencintai lingkungan dengan bersepeda bersama sebagai bentuk CRITICAL MASS terhadap masyarakat yang masih sangat tergantung terhadap kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bN1_2fcarV8/Tcamb6g1gjI/AAAAAAAAALc/1XAq9uywBmM/s1600/CM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bN1_2fcarV8/Tcamb6g1gjI/AAAAAAAAALc/1XAq9uywBmM/s320/CM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604349784802820658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;See you at Kediri Critical Mass Ride #2! :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3385005885668853960?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3385005885668853960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/kediri-critical-mass.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3385005885668853960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3385005885668853960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/kediri-critical-mass.html' title='Kediri Critical Mass'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-W1TCtAPc36A/TcaYfVFR-1I/AAAAAAAAAK0/3dtEtLSAytE/s72-c/besar%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-8191105134189498414</id><published>2011-05-06T19:19:00.004+07:00</published><updated>2011-05-06T20:18:33.164+07:00</updated><title type='text'>no private gas day</title><content type='html'>Pagi kemarin saya, Ersa, dan Jaya pulang kampung ke Kediri naik kereta api. Sesungguhnya ini yang pertama kali bagi kami. Perjalanan ke stasiun pun diawali dengan naik angkot. Dan baru menyadari, kalo sepagian ini saya belum menggunakan kendaraan bermotor pribadi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari sini, entah kenapa saya bertekad kalo seharian ini saya tidak akan menggunakan kendaraan plat hitam sama sekali! Hahahaha :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, perjalanan naik kereta, berarti aman sampai Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai stasiun Kediri. Sebenarnya saya bisa minta dijemput adik saya, tapi karena pake sepeda motor, jadi saya urungkan. Saya berencana naik becak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ersa sudah minta dijemput. Tinggal Jaya yang ternayata tidak ada yang menjemput. Awalnya saya menawarkan untuk naik becak ke rumah saya, lalu saya antar Jaya pulang. Tapi keinget kalo nanti nganter Jaya pulang, sama saja saya harus pake sepeda motor. Waduh! Akhirnya, saya tidak jadi "berbaik hati" pada Jaya. Saya malah menyuruh Jaya naik angkot, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya Jaya dijemput adiknya, dan saya...jalan kaki dari stasiun sampe rumah :D Hingga jam 3 sore masih bebas dari kendaraan bermotor pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe rumah, saya sempatkan sepedaan sore sebentar. Sampai maghrib saya masih bersih dari pembakaran premium, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya saya disuruh beli nasi goreng sama ibuk. Oke, naik sepeda. Tapi ternyata adik saya yang masih berumur 6 tahun merengek mau ikut. Walah! Hampir saja saya menyerah dengan naik motor. Tapi saya ingat, saya ada sepeda satu lagi yang bisa untuk boncengan, walaupun boncengannya "tidak biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya agak kerepotan dalam membawa bungkusan 8 nasi goreng dengan sepeda dan membonceng adik saya, namun saya masih bisa mempertahankan status #noprivategasday ini, yeay!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sisa malam itupun hanya saya habiskan di rumah. Maka berhasil lah saya menjalankan "nazar" sehari tanpa menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Bukan pencapaian yang fenomenal sih, tapi saya akan syukuri. Alhamdulillah :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-8191105134189498414?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/8191105134189498414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/no-private-gas-day.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8191105134189498414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8191105134189498414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/05/no-private-gas-day.html' title='no private gas day'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-292597172406100197</id><published>2011-04-30T21:40:00.002+07:00</published><updated>2011-04-30T21:59:18.326+07:00</updated><title type='text'>buang sampah di jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jupQBVmOrHs/Tbwjs6DXewI/AAAAAAAAAJ0/2oQqxJEWvi8/s1600/buang-sampah-dijalan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jupQBVmOrHs/Tbwjs6DXewI/AAAAAAAAAJ0/2oQqxJEWvi8/s320/buang-sampah-dijalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601391290946648834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah "lumrah" kita lihat para pengguna jalan membuang sampah sembarangan. Entah itu pengendara mobil, sepeda motor, sepeda, sampai penumpang becak tidak sungkan membuang sampah di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa? Kita mengeluh dengan jalanan yang kumuh? Kita menghujat pemerintah karena tidak bisa menanggulangi banjir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolaaahhh, tidak perlu saya tulis lagi kata-kata yang ada pada setiap tempat sampah. Atau seharusnya di setiap mobil harus ada tempat sampahnya. Atau di bawa dulu sampahnya, nanti baru dibuang kalo nemu tempat sampah. Atau lempar sampahnya ke tempat sampah yang ada di pinggir jalan. Biarpun gak masuk ke tempat sampah, setidaknya kita sudah berniat "membuang sampah pada tempatnya" :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-292597172406100197?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/292597172406100197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/buang-sampah-di-jalan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/292597172406100197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/292597172406100197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/buang-sampah-di-jalan.html' title='buang sampah di jalan'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jupQBVmOrHs/Tbwjs6DXewI/AAAAAAAAAJ0/2oQqxJEWvi8/s72-c/buang-sampah-dijalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1956787861364825434</id><published>2011-04-10T21:41:00.002+07:00</published><updated>2011-04-10T21:46:10.643+07:00</updated><title type='text'>Hujan di Tengah Jumat</title><content type='html'>Hujan deras mengguyur kos saya Jumat kemaren. Tepat di tengah hari bolong, di mana saatnya laki-laki muslim wajib melaksanakan Sholat Jumat di Masjid. Hilmi dengan sedikit bercanda tapi bermaksud serius menyarankan untuk tidak Sholat Jumat dengan alasan sunnah tidak sholat jika memang hujan deras. Saya sih setuju saja dan mengamini untuk tidak berangkat ke masjid, meskipun saya barus saja selesai mandi. Tapi Jaya dan Roy memaksa untuk tetap berangkat. Dengan argument, “Halah, hujan gini saja, kan ada payung!”  “Dulu di zaman Rasul memang boleh gak ke masjid kalo hujan, karena dulu belum ada payung.” Sekejap saya teringat bahwa sudah ada teknologi penangkal hujan bernama payung. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa hebatnya teman-teman saya yang begitu keukeuhnya memperjuangkan kewajiban sholat ini. Namun otak iseng saya sekelebat memerintahkan mulut saya untuk melontarkan pertanyaan, “Tadi pagi kamu Subuhan gak?” Dijawab Jay, “Gak, hehe. (Setidaknya Jay sudah jujur :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya, apa yang membuat Sholat Jumat lebih penting dari Sholat Subuh? Apa karena Sholat Jumat hanya dilakukan seminggu sekali? Lhah? Kalo gitu kita bisa seenaknya sama sholat yang lain dong? Udah tiap hari, lima kali lagi. Apa karena Sholat Jumat diwajibkan ke masjid? Sebenernya sih semua sholat disunnah-muakkadkan dilakukan di masjid, kitanya aja yang kelewat males. Apa karena Sholat Jumat ada ceramahnya? Kalo mau rajin dikit sih, kita bisa dapet ceramah tiap hari di kultum subuh di masjid-masijd. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipertegas lagi pas Sholat Jumat jumlah jamaah bisa dibilang luar biasa. Masjid penuh oleh laki-laki semua. Masjid yang melebar, penuh dari sisi utara hingga selatan. Dan masjid yang bertingkat, sesak di setiap lantainya. Lha terus kalo pas 34 waktu sholat lain dalam seminggu pada ke mana kita ini ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang sama dapat kita jumpai pada saat sholat Ied. Baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha. Selain itu juga bisa kita temui pada fenomena sholat tarawih. Oke, dengan begitu kita bisa mengerucutkan sebabnya. Yaitu semua hari yang (dianggap) penting dan yang berjangka waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menganggap ada suatu hari yang dipentingkan, maka kita akan mempersiapkan dengan baik datangnya hari itu. Namun di sisi lain, bisa jadi kita juga bisa menyepelekan hari-hari yang lain. Terlebih jika kita mengasosiasikannya pada sholat. Entah terbukti, atau apalah namanya, namun kondisi seperti itu bisa saya sebut dengan mementingkan suatu sholat dan menyepelekan sholat lainnya. Apakah kita lupa kalau sholat Jumat juga sama wajibnya dengan sholat subuh dan sholat wajib lima waktu lainnya. Apakah kita mengesampingkan sunnah sholat Ied di masjid atau lapangan kosong dan sunnah sholat tarawih di masjid sama dengan sunnahnya sholat fardhu di masjid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor selanjutnya adalah tentang jangka waktu. Kita cenderung lebih antusias menghadiri suatu acara yang memiliki rentang waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa kita masih belum siap dengan kontinuitas. Apalagi jika kita bicara tentang sholat. Fakta-fakta yang saya sebutkan di atas membuktikan bahwa sholat (berjamaah) masih dianggap rutinitas yang memaksa bagi sebagian orang. Tak terkecuali saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, mungkin fenomena semacam sholat Jumat itu sudah tersetting menjadi gerakan massa. Menjadi kewajiban di atas kewajiban. Bahkan mungkin merubah sholat Ied menjadi kewajiban. Kenapa? Terdesak pandangan sinis masyarakat jika kita tidak melakukannya? Dipaksa keadaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, saya menyebut kalo kita masih belum siap dengan rutinitas ya? Bagaimana dengan pekerjaan? Saya tidak tega menyebut kalo pekerjaan adalah “tuntutan”. Atau ada yang menyanggah, bahwa pekerjaan bukanlah tuntutan, tapi karena mereka sangat mencintai pekerjaan itu sehingga kita rela melakukannya secara rutin. Lalu pertanyaannya, kenapa kita tidak mencintai sholat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lebih bijak lagi. Sholatlah karena itu kebutuhan kita. Untuk hati yang tenang karena syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Hehe, saya pun tidak lebih baik dari kita semua. Sholat saya juga masih terkadang bolong-bolong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1956787861364825434?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1956787861364825434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/hujan-di-tengah-jumat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1956787861364825434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1956787861364825434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/hujan-di-tengah-jumat.html' title='Hujan di Tengah Jumat'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4699763563853639681</id><published>2011-04-10T21:33:00.003+07:00</published><updated>2011-04-10T21:40:20.869+07:00</updated><title type='text'>BELAJAR ITU BERPIKIR</title><content type='html'>Jika ada istilah “learning by doing”, sepertinya saya kok “learning by thinking”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru tadi pagi saya bisa melakukan skid. Padahal sebelumnya saya tidak bisa. Dua mingguan pake fixie tapi belum pernah bisa melakukan skid. Bahkan yang pertama kali melakukan skid dengan sepeda saya adalah adiknya Ersa yang masih kelas 4 SD. Berkali-kali saya mencoba gak pernah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tadi pagi, saya coba lagi kok “tiba-tiba” bisa. Saya coba lagi pakai sepedanya Ersa yang crank-nya lebih besar (lebih berat genjotannya), eh, bisa juga. Saya sendiri juga terheran-heran. Darimana kemampuan itu. Ini tadi tanpa berlatih, saya lakukan pada percobaan pertama langsung bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Cam1iIaSEf0/TaHAujsTwLI/AAAAAAAAAJs/zMAicfUvu-g/s1600/IMG00424-20110329-0723.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 385px; height: 289px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Cam1iIaSEf0/TaHAujsTwLI/AAAAAAAAAJs/zMAicfUvu-g/s320/IMG00424-20110329-0723.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593964118258466994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya juga pernah merasakan hal seperti ini. Saat itu saat masih belajar gitar. Jari saya masih kaku dalam memencet senar. Pada saat belajar kunci (berdiri) tentu saja harus membiasakan jari meregang untuk memencet senar. Berhari-hari tetap saja tidak berhasil. Yasudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada suatu hari, entah kenapa kok saya (lagi-lagi) “tiba-tiba” bisa. Saya langsung bisa kunci (berdiri) itu pada kesempatan pertama saya memegang gitar pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak belajar dengan melakukannya. Saat proses belajar itu sering berakhir dengan kegagalan. Dan besoknya tiba-tiba bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya otak saya merekam bagaimana caranya melakukan apa yang sedang saya pelajari. Kemudian pada saat semua “data” sudah lengkap dan diolah saatnya mengeksekusi dengan cara menyampaikan pesan cara-cara yang telah dipelajari ke bagian tubuh yang melakukannya. Mungkin begitu polanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan atas cara belajar yang agak aneh ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4699763563853639681?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4699763563853639681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/belajar-itu-berpikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4699763563853639681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4699763563853639681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/belajar-itu-berpikir.html' title='BELAJAR ITU BERPIKIR'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Cam1iIaSEf0/TaHAujsTwLI/AAAAAAAAAJs/zMAicfUvu-g/s72-c/IMG00424-20110329-0723.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7712801477496046290</id><published>2011-04-10T21:29:00.001+07:00</published><updated>2011-04-10T21:31:23.912+07:00</updated><title type='text'>Apa yang saya lakukan ketika mempunyai hal baru?</title><content type='html'>IKHLAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa menunggu hilang dulu untuk menjadi ikhlas?&lt;br /&gt;Kenapa menunggu usang dulu untuk menjadi ikhlas?&lt;br /&gt;Tak usah menunggu rusak untuk menjadi ikhlas.&lt;br /&gt;Berbagilah.&lt;br /&gt;Kesenangan itu.&lt;br /&gt;Sensasi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7712801477496046290?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7712801477496046290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/apa-yang-saya-lakukan-ketika-mempunyai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7712801477496046290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7712801477496046290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/apa-yang-saya-lakukan-ketika-mempunyai.html' title='Apa yang saya lakukan ketika mempunyai hal baru?'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-240686117912420982</id><published>2011-04-10T21:08:00.004+07:00</published><updated>2011-04-10T21:27:05.647+07:00</updated><title type='text'>“Kenapa sepedaan saja harus pake fixie?”</title><content type='html'>Dalam benak saya yang masih apatis dengan tren fixie. Sampai pada malam itu Hilmi dan Ersa bermain fixiestudio.com, situs yang memungkinkan kita membuat gambaran fixie impian kita. Setelah dipaksa mencoba, akhirnya jadi juga fixie impian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9vHMuwQN7vE/TaG8zesOPxI/AAAAAAAAAJc/FWFhfRO3ec0/s1600/aldi.BMP"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 385px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9vHMuwQN7vE/TaG8zesOPxI/AAAAAAAAAJc/FWFhfRO3ec0/s320/aldi.BMP" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593959804768763666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan seketika itu juga saya benar-benar jatuh hati. Besoknya saya langsung belajar tentang fixie dari internet. Kenapa kok dinamai fixed gear? Apa saja istilah-istilah bagian-bagian fixie? Harga part-part fixie. Semua saya lahap. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk mengkonsep sepeda saya sebagai sepeda yang “generik”. Maksudnya saya akan membangun sepeda yang part-partnya bukanlah part kelas satu, namun hanya part-part “biasa”. Juga saya akan memaksimalkan barang-barang bekas dalam pembuatannya. Reuse and recycle! (hahahaha, alasan gara-gara gak punya uang :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya lagi saya menjabani pasar loak. Part pertama yang saya dapat adalah frame. Frame itu langsung saya bawa ke tukang cat. Setelah itu saya membuat wheelset dan part-part lainnya. Seminggu setelah cat frame jadi saatnya merakit sepeda. Walaupun harus ada penyesuaian di sana-sini, akhirnya jadi juga. Yeay!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ztJAIhv2vSg/TaG9Y2FID6I/AAAAAAAAAJk/6zhJJumzAYQ/s1600/IMG00336-20110314-1640.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 385px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ztJAIhv2vSg/TaG9Y2FID6I/AAAAAAAAAJk/6zhJJumzAYQ/s320/IMG00336-20110314-1640.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593960446702391202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi, perlu waktu seminggu bagi saya untuk menyukai sesuatu dan mewujudkannya! “Just do it” kata Nike. Keinginan bukan untuk dipendam tapi direalisasikan. Keinginan bukan untuk diadukan dalam twitter. Keinginan bukan hanya sekedar khayalan. Keinginan itu seperti peluang. Apakah kamu akan memaksimalkan peluang itu atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, mengenai pertanyaan di awal tulisan ini, saya akan menjawabnya. Kenapa harus fixie? Karena dengan fixie akan meningkatkan semangat kita untuk bersepeda. Warnanya yang warna-warni sedap dipandang dan meningkatkan kepercayaan diri tersendiri. Mungkin kini fixie sudah menjadi gadget yang dengan bangga ditenteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya punya filosofi sendiri untuk fixie. Seperti yang saya twitkan beberapa hari yang lalu. Fixie adalah jujur, tenaga yang kita keluarkan sama dengan laju sepeda. Fixie tidak ribet dengan birokrasi, tenaga kaki kita langsung ditujukan ke pedal yang dikayuh. Fixie tak kenal kompromi, tidak ada penyesuaian gear yang mempengaruhi kecepatan. Fixie mengajarkan untuk selalu waspada, karena tidak bisa nge-rem mendadak, harus berhati-hati dan waspada. Fixie adalah tentang terus bergerak, terserah pilihan kita, mau maju apa mundur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu saya menghindari penggunaan kata “gowes” dalam kegiatan bersepeda saya. Karena sampai sekarang saya masih menganggap bahwa kata “gowes” adalah kata yang didengungkan hanya atas nama ke-keren-an. Karena kata “bersepeda” kurang sell out jika dibandingkan kata “gowes”. Seakan-akan “gowes” hanya merupakan praktek pamer dan keren-kerenan yang menghilangkan fungsi sebenarnya dari bersepeda. Ketika “go green” menjadi tren dan kehilangan substansinya. Memakan mentah-mentah tren bersepeda (eh, gowes :p) tanpa beraksi lebih lanjut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-240686117912420982?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/240686117912420982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/kenapa-sepedaan-saja-harus-pake-fixie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/240686117912420982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/240686117912420982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/kenapa-sepedaan-saja-harus-pake-fixie.html' title='“Kenapa sepedaan saja harus pake fixie?”'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9vHMuwQN7vE/TaG8zesOPxI/AAAAAAAAAJc/FWFhfRO3ec0/s72-c/aldi.BMP' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1789477087080325632</id><published>2011-04-09T00:36:00.001+07:00</published><updated>2011-04-09T00:38:51.821+07:00</updated><title type='text'>Doa Makan</title><content type='html'>Eh, masih ada gak ya yang sebelum makan berdoa sebelum makan seperti yang diajarkan di SD dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma Bariklana Fima Rozaktana Wakinaa Adzaa Bannaar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha masih :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1789477087080325632?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1789477087080325632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/doa-makan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1789477087080325632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1789477087080325632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/doa-makan.html' title='Doa Makan'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7604946606351181781</id><published>2011-04-09T00:17:00.002+07:00</published><updated>2011-04-09T00:32:55.542+07:00</updated><title type='text'>(akan) posting tumpuk-tumpuk :p</title><content type='html'>Jadi saya kehilangan akses internet.&lt;br /&gt;Saya sudah menumpuk beberapa tulisan untuk diposkan.&lt;br /&gt;Oke, akan saya cek, ummm... ada 5 tulisan baru.&lt;br /&gt;Saya juga berencana me-repost tulisan saya di blog friendster saya dulu. Ada 3 tulisan.&lt;br /&gt;Selain itu saya juga mau meng-upload video pertama bikinan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pas sudah di rumah lagi, akses internet lancar, ternayata tulisan saya masih urung juga di-post.&lt;br /&gt;Karena tulisa saya save di Word 2007. Dan, silakan ditertawakan, komputer di rumah saya masih menggunakan Word 2003.&lt;br /&gt;Ketika semua windows menggunakan windows seven atau setidaknya vista, di sini masih menggunakan XP.&lt;br /&gt;Ehm, kita tahu bagaimana bentuk "XP" dalam emoticon, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasudah ya. Iya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7604946606351181781?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7604946606351181781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/akan-posting-tumpuk-tumpuk-p.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7604946606351181781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7604946606351181781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/04/akan-posting-tumpuk-tumpuk-p.html' title='(akan) posting tumpuk-tumpuk :p'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4469652404990761698</id><published>2011-03-31T07:02:00.003+07:00</published><updated>2011-04-09T00:02:30.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabar'/><title type='text'>Di Mana Saya Berada?</title><content type='html'>Sepertinya saya terlalu sering terlalu lama meninggalkan blog ini. Sebenarnya idealnya saya akan menulis, setidaknya mengomentari isu maupun peristiwa yang terjadi. Mengingat betapa ramainya negara (dan dunia) ini, seharusnya saya sangat sering meng-update blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mengkritik pemerintah? Menghujat DPR (atau langsung pada Marzuki Alie). Mengutuk penyerangan. Prihatin terhadap bobroknya hukum. Bersuara tentang kisruh PSSI. Bersimpati terhadap korban bencana. Hingga hal-hal kecil di sekitar saya, seperti tertunda dan tertundanya skripsi saya, hobi jalan-jalan saya, sepeda fixie saya, komentar tentang film yang saya tonton, dan pengalaman saya menonton konser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat concern saya di beberapa bidang tersebut, blog saya seperti ketinggalan jaman. Sebenernya saya spontan, tapi gak spontan nulisnya. Sialnya lagi karena, pemikiran-pemikiran itu hanya nyangkut di kepala terus lupa ditulis. Pas mau nulis kok rasanya udah lewat masanya, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mulai sekarang saya akan mencoba untuk lebih aktif menulis lagi. Sepertinya lebih menyenangkan daripada kehidupan kos saya yang sudah mulai menjadi rutinitas. Membosankan. Hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, saya agak aktif di twitter. Mungkin di sana bisa sedikit menggambarkan di mana saya berada :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4469652404990761698?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4469652404990761698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/di-mana-saya-berada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4469652404990761698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4469652404990761698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/di-mana-saya-berada.html' title='Di Mana Saya Berada?'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6666983183065107120</id><published>2011-03-17T10:53:00.001+07:00</published><updated>2011-03-17T10:57:16.249+07:00</updated><title type='text'>pre-(ac)cident</title><content type='html'>Saya tidak pernah menjadi peserta seminar tentang kepemimpinan yang sewaktu-waktu berteriak “SUKSES!”. Namun ya sedikit banyak saya tau lah bagaimana pemimpin yang baik. Setidaknya secara harfiah, pemimpin adalah orang yang memimpin. Orang yang memimpin biasanya berada di depan. Orang yang berada di depan seharusnya memberi contoh yang baik sehingga patut untuk ditiru. Saya juga sering mendengar beberapa kriteria-kriteria seorang pemimpin yang baik. Katanya, pemimpin harus berwibawa, jujur, adil, amanah, bisa mengayomi, tegas, dan lain-lain yang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pemimpin bisa di mana saja. Baik secara formal maupun informal. Yang informal contohnya orang yang ditunjuk sebagai ketua rombongan perjalanan, orang yang dianggap berpengaruh di sekolah, dan orang yang “dituakan” di suatu desa. Kalo pemimpin formal adalah kepala keluarga, ketua kelas, ketua umum suatu yayasan, kepala cabang sebuah bank, walikota, gubernur, hingga seorang presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua macam-macam pemimpin tersebut seharusnya memiliki kriteria yang ideal sebagai pemimpin. Semakin luas dan besar cakupan kekuasaannya, harus semakin lengkap kriteria yang dimilikinya. Apa jadinya kalo kepala keluarga tidak jujur? Keluarganya pasti akan berantakan. Apa jadinya kalo walikota tidak amanah? Bisa-bisa dia akan melakukan korupsi. Apa jadinya kalo gubernur tidak adil? Dikhawatirkan dia akan menganaktirikan suatu daerah dan hanya memusatkan pembangunan di satu daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa jadinya kalo seorang presiden tidak tegas? Tengoklah negara bernama Indonesia. Masa’ ada sih presiden yang masa pemerintahannya masih 3,5 tahun tapi rakyatnya sudah meributkan calon presiden baru. Diperparah lagi salah satunya yang digadang-gadang (dan menjadi bahan tertawaan) adalah isu bakal majunya istrinya sendiri sebagai calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tetralogi buku terbitan salah satu mantan wartawan istana yang menuliskan tentang sisi lain keseharian presiden yang ternyata jauh dari wibawa. Di buku itu di bahas habis-habisan bagaimana ‘letoy”-nya sang presiden dalam menghadapi istrinya. Juga cerita-cerita tentang jenderal satu ini yang ternyata adalah seorang pesolek. Penulis juga dengan cermat mencatat janji-janji kampanye presiden, yang ternyata hingga saat ini hanya sebayas pepesan kosong. Keempat buku itu benar-benar membuat gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaru adalah serangan dari dua surat kabar terbitan Australia yang mengutip berita dari wikileaks. Dalam headline-nya satu Koran menulis “Yudhoyono Abused Power” dan satunya lagi “Bambang: Thank You  Ma’am”. Dua harian asal Australia tersebut menyebutkan tentang penyalah gunaan kekuasaan oleh presiden. Dan juga yang sudah menjadi rahasia umum, tentang vitalnya peran “ibu ratu” di istana Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, efek demokrasi yang dijunjung tinggi sang presiden menjadi boomerang, senjata makan tuan. Masyarakat mulai berani secara terang-terangan menghujatnya. Baik secara sopan melalui opini di surat kabar ataupun secara langsung di social media. Tak dapat dipungkiri, maraknya social media di Indonesia juga berpengaruh besar dalam membentuk opini publik, dalam hal ini memaki pemerintah (presiden). Belum lagi dari blog-blog para orang berpengaruh yang biasanya disertai dengan data dan fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden di negara bernama Indonesia itu suadah jauh dari ideal. Presiden dianggap sudah gagal dalam menjalankan pemerintahan. Presiden ini dikenal lambat dan tidak tegas. Presiden ini juga seorang yang “cengeng”, hingga terkenal dengan template kata “prihatin” untuk setiap respon peristiwa buruk yang menimpa negaranya. “Saya prihatin dengan (masalah xxx)” , begitulah kira-kira template-nya. Dan? Sudah! Berhenti di situ saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh, sudahlah, saya tidak memiliki kompetensi untuk membicarakan (atau menghujat) –nya. Terima kasih untuk demokrasinya. Bahkan saya menulis seperti ini juga merupakan produk dari demokrasi. Dan, ya, saya menghujat presiden.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6666983183065107120?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6666983183065107120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/pre-accident.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6666983183065107120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6666983183065107120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/pre-accident.html' title='pre-(ac)cident'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5735919348054899943</id><published>2011-03-17T10:50:00.002+07:00</published><updated>2011-03-17T10:53:24.479+07:00</updated><title type='text'>Bebas?</title><content type='html'>16 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sore lagi-lagi ada peristiwa terorisme peledakan bom di Jakarta.  Kali ini modusnya berupa paket buku yang di dalamnya ada rangkaian bom berdaya ledak rendah. Pihak polisi yang mungkin menganggap sepele bahwa itu adalah bom gadungan membuka bom buku tersebut tanpa menunggu tim gegana. Namun sialnya, ternyata bom buku itu benar-benar terpasang bom aktif. Ketika seorang polisi akan mengambil salah satu komponennya, yang berbentuk seperti baterai ponsel, bom itu meledak. Ada tiga korban yang terluka, yang paling parah adalah polisi tersebut, tangan kirinya putus karena terkena ledakan langsung dari jarak yang sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket kiriman bom buku tersebut ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla, seorang aktivis pluralisme dan HAM, pendiri Jaringan Islam Liberal, dan juga politisi Partai Demokrat dengan alamat di Kantor Jaringan Islam Liberal (JIL) yang berada dalam satu komplek dengan Kantor Berita dan Radio 68H di Utan Kayu, Jakarta Timur. Belakangan juga diketahui bahwa paket bom buku serupa juga dikirimkan ke dua alamat lainnya, yaitu Kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang juga mantan Kadensus 88, Komjen Goris Mere, di Kantor BNN dan kepada Japto S. Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang dikirimkan di Utan Kayu dan Kantor BNN berjudul sama, yaitu “Mereka Harus Dibunuh Karena Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin”. Sedangkan buku yang dikirimkan untuk Ketua Umum PP berjudul “Apakah Masih Ada Pancasila”. Ketiganya disertakan surat pengantar untuk meminta dibuatkan kata pengantar buku dan izin untuk melakukan interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menilik dari ketiga target tersebut, bisa diduga bahwa motif pelaku adalah bentuk perlawanan karena perbedaan pandangan dan idealisme. Tidak perlu saya menduga-duga lebih lanjut, karena tidak ada gunanya berlarut-larut. Yang perlu ditekankan di sini adalah betapa gampangnya untuk meneror seseorang. Betapa mudahnya berlaku kasar jika tidak sependapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar di ingatan kita tentang penyerangan sekelompok masyarakat terhadap Jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Tasikmalaya yang menewaskan tiga orang Jamaah Ahmadiyah. Ada lagi aksi perusakan massa terhadap beberapa gereja di Temanggung. Aksi tersebut semula berpusat di depan pengadilan yang menggelar persidangan terdakwa penistaan agama dan kemudian merembet ke gereja-gereja di Temanggung. Ketika masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap hakim, maka inilah yang disebut “main hakim sendiri”. Literally. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa tersebut adalah beberapa peristiwa yang terjadi pada akhir-akhir ini. Sebelumnya aksi teror-teror itu pun telah banyak dilakukan. Jika diruntut ke belakang aksi-aksi seperti ini mulai marak sejak era reformasi. Saat-saat di mana kita merayakan kemenangan dari kekangan orde baru. Lepas! Bebas! Ya, kita bebas berpendapat, bebas berekspresi, bebas bersuara, bebas melakukan apa saja. Ironisnya, aksi teror ini berkembang sejalan dengan perkembangan demokrasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Indonesia lahir secara prematur. Kita memaknai kebebasan dengan berlebihan sehingga mengenyampingkan saling menghargai perbedaan. Atas nama demokrasi kita bebas berpendapat. Atas nama demokrasi paham-paham pemikiran bermunculan. Namun atas nama demokrasi pula kita bebas bereaksi apa saja terhadap pendapat dan paham-paham itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekal demokrasi yang hanya diartikan secara sempit sebagai kebebasan malah membentuk masyarakat yang egois. Masyarakat yang berlomba-lomba memajukan kepentingan pribadi atau golongan. Bahkan tidak jarang yang “bebas” melakukan segalanya demi tercapainya tujuan. Karena di sisi lain masyarakat Indonesia belum memahami benar hakikat hidup bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi hanya menjadi ajang orgasme masyarakat yang bebas melakukan apa saja. Otak kita berkembang dengan penafsiran-penafsiran subyektif. Menjadi masyarakat yang tak tersentuh. Namun di saat yang sama kita tidak siap dengan segala macam keberagaman yang datang bertubi-tubi ini. Ketika terusik mereka akan bereaksi melawan. Melawan dengan diplomasi hingga serangan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya masyarakat Indonesia masih perlu pemahaman lebih dalam tentang saling menghargai. Bahwa setiap masyarakat demokrasi harus bisa dengan lapang dada menerima setiap perbedaan. Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan ini juga dilandasi dengan rasa hormat terhadap keberagaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi impian Indonesia adalah di mana masyarakatnya hidup berdampingan dengan rukun tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Dengan begitu Indonesia akan semakin kaya. Kaya akan kebudayaan bersanding dengan kekayaan sumber daya alam. Dan jumlah penduduk yang mencapai 230 juta ini juga menyimpan potensi kekayaan pemikiran. Alangkah indahnya jika kita bisa saling melengkapi pemikiran-pemikiran itu dengan membudayakan diskusi dengan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membedakan reaksi masyarakat dalam menghadapi isu ke dalam tiga kelompok. Kelompok yang pertama adalah kelompok yang pro terhadap isu tersebut. Kelompok yang kedua adalah kelompok yang kontra atau melawan isu tersebut. Dan kelompok yang ketiga adalah kelompok yang apatis dalam menanggapi isu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai generasi muda, tentunya kita sangat prihatin dengan keadaan negeri kita yang tercinta ini. Namun keadaan menyedihkan ini bukan alasan bagi kita untuk menjadi apatis. Saya yakin sebagian besar dari kita adalah kelompok yang kontra dengan kondisi Indonesia yang seperti ini. Mari kita lawan dengan tidak membenarkan kondisi ini. Mari kita lawan dengan belajar saling menghargai perbedaan. Mari kita lawan dengan belajar berdemokrasi dengan baik. Mari kita wujudkan keberagaman yang bebas bedampingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5735919348054899943?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5735919348054899943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/bebas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5735919348054899943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5735919348054899943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/bebas.html' title='Bebas?'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3035036826070153775</id><published>2011-03-05T07:41:00.004+07:00</published><updated>2011-03-06T18:43:55.377+07:00</updated><title type='text'>Rejeki</title><content type='html'>"Alhamdulillah, dapat rejeki.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...iya, nanti kalo dapat rejeki.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, bagi sebagian orang, rejeki (rezeki, rizki) telah disempitkan artinya menjadi hanya berupa UANG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan di atas sering kita temui ketika sesorang mendapat uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ada embel-embel "dapat" sebelum kata rejeki? Seakan-akan baru saat itu kita dapat rejeki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah rezeki telah selalu kita dapat? Sesungguhnya kita selalu dilimpahi rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari lebih peka untuk bersyukur :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3035036826070153775?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3035036826070153775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/rejeki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3035036826070153775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3035036826070153775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/03/rejeki.html' title='Rejeki'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5396622815463493434</id><published>2011-02-28T10:56:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T11:03:54.093+07:00</updated><title type='text'>Di Atas Awan</title><content type='html'>Ketika kita di dataran rendah dan melihat ke atas, sering terlihat awan telah menutupi gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika kita sedang di dataran tinggi dan udara putih pekat itu datang, kenapa kita hanya menganggapnya "kabut"?? Bukankah itu awan yang sebagaimana kita lihat saat kita di dataran rendah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak bangga bahwa kita memang sedang di atas awan? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5396622815463493434?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5396622815463493434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/di-atas-awan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5396622815463493434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5396622815463493434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/di-atas-awan.html' title='Di Atas Awan'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4640978063890711524</id><published>2011-02-26T10:07:00.007+07:00</published><updated>2011-03-06T21:26:29.092+07:00</updated><title type='text'>Negeri Impian</title><content type='html'>Adakah hubungan antara wajibnya menonton infotainment di pagi hari dengan budaya ngerumpi ibu-ibu? Pas beli sayur di pasar, ketika sedang arisan, bahkan ketika pengajian belum dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada korelasi antara menjamurnya berita kriminalitas di televisi pada siang hari dengan semakin maraknya kasus-kasus kriminalitas tersebut? Seakan-akan bahan pemberitaan kriminal tak ada habisnya setiap hari. Kriminalitas yang datang dari seluruh pelosok negeri diwartakan dengan berbagai macam motif dan cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong beritahu saya pengaruh sinetron yang mendominasi malam hari dengan pembentukan karakter masyarakat Indonesia. Saling curiga dan berprasangka. Bangsa mellowdramatic dengan pola pikir yang lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah itu yang sangat berhasil menyita waktu kita? Ya, televisi. Kotak ajaib yang mempersembahkan dunia. Hanya dengan duduk diam di depannya dan dengan menatapnya takjub, kita bisa mempelajarai banyak hal. Sehingga tidak dipungkiri juga, acara televisi merupakan pembentuk opini publik yang paling ampuh. Kini televisi merupakan sesuatu yang sangat urgent dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai berita aktual di penjuru negeri dapat diketahui dengan mudah dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwyer dalam Amalia (2008) menyebutkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Televisi sebagai media audio visual mampu merebut 94% saluran masuknya pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Televisi mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar televisi maupun hanya sekali ditayangkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di televisi setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Lihat! Betapa vitalnya pengaruh televisi bagi keseharian kita. Terlebih, kini televisi menjadi sumber utama masuknya informasi. Kita lupa kalau memiliki fungsi filterisasi dalam masing-masing individu. Televisi semakin berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara-acara di dalamnya dapat membius pemirsanya. Media yang seharusnya potensial untuk menjadi pendidik virtual ini pun terjangkit virus kapitalisme. Atas nama rating, tayangan "tidak mendidik" mendapat porsi utama, dan tayangan mendidik dianaktirikan. Dunia pertelevisian telah mengalami disorientasi untuk mendidik penontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling dikhawatirkan adalah jikalau televisi merubah karakter dan nilai-nilai kebudayaan daerah yang dijunjung. Di sini sisa-sisa efek sentralisasi masih terasa. Masyarakat daerah berlaku seragam, seseragam yang ditawarkan dalam acara seperti infotainment dan sinetron.  Masyarakat pedesaan, dengan tingkat pendidikan yang masih kurang, riskan untuk menelan mentah-mentah tayangan-tayangan televisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Diansya (2009) terdapat penjabaran penelitian Olken yang telah mensurvei lebih dari 600 desa di Jatim dan Jateng, yang hasilnya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pedesaan dengan penerimaan sinyal televisi lebih bagus menunjukkan adanya partisipasi kegiatan sosial yang lebih rendah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di pedesaan itu juga terlihat adanya tingkat ketidakpercayaan yang lebih tinggi di antara penduduk yang berakibat pada lesunya kerjasama perekonomian dan perdagangan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Nah lo!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Apakah kita memimpikan negeri di mana masyarakatnya damai berdampingan? Sederhana dengan sosialisasi nyata. Jauh dari hingar-bingar kapitalis. Saling percaya antar warga. Berbusana dan berlaku apa adanya mencerminkan karakter pribadi yang saling melengkapi. Bukan karakter seragam yang telah terbentuk oleh televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah negeri impian itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada! Negeri Impian itu bernama Karimunjawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Impian yang damai. Dengan tingkat kepedulian tinggi, karena kepedulian itu tidak terserap di layar kaca. Listrik di Karimun hanya menyala saat hari gelap saja, yaitu antara jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Jadi masyarakat Karimun terbebas dari televisi yang menyesatkan pada siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tambah lainnya adalah ditetapkannya Karimunjawa sebagai daerah wisata alam bahari. Wisata Karimunjawa hanya menawarkan keindahan alam laut dan pantainya. Dalam artian, wilayah Karimunjawa sebisa mungkin dijaga dari hingar bingar hiburan lainnya, seperti pub, kafe, dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling membuat saya takjub adalah hampir tidak adanya kriminalitas di daerah ini. Pintu-pintu rumah penduduk hampir tidak pernah terkunci. Bahkan pintu di mana tempat menginap terbuka lebar sepanjang malam. Satu lagi fakta yang mencengangkan yaitu semua sepeda motor di Karimun diparkir dengan kunci kontak yang selalu terpasang. Ya, tak peduli siang atau malam, sepeda motor diparkir begitu saja. Bayangkan jika kebiasaan itu diterapkan di Surabaya, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masyarakat Karimun terselamatkan dari berita-berita kriminal yang belakangan semakin kreatif saja motifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah potret dari salah satu daerah (pedesaan) yang belum mendapat subsidi penuh dari PLN. Karena sumber listrik di Karimun berasal dari Pembangkit Listrik Daerah. Masih banyak daerah-daerah (pedesaan) di Indonesia yang bernasib serupa, namun sisi baiknya mereka masih sangat asli Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Karimunjawa, berkah ramahnya masyarakat ini masih ditambah dengan eloknya pemandangan pantai dan terumbu karang nan eksotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya menemukan artikel dari Majalah Tempo Online tertanggal 22 Mei 1971 tentang pengembangan Pulau Bali. Saya akan mengutip ucapan Manager Bali Beach Sani Soemakno: &lt;blockquote&gt;"Djalan-djalan ke desa tidak perlu diperbaiki, listrik tidak usah mentjapai pelosok. Alasanja mudah: sekali teknologi mendjalar ke desa, turispun mendjeladjah ke sana. Akibatnja bisa dibajangkan. Di saat obor diganti neon, pelita diganti lampu, maka Bali yang eksotik akan hilang."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tetaplah Indonesia, Karimun :D&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4640978063890711524?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4640978063890711524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/negeri-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4640978063890711524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4640978063890711524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/negeri-impian.html' title='Negeri Impian'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5211517469556427787</id><published>2011-02-25T01:00:00.009+07:00</published><updated>2011-02-25T11:44:06.365+07:00</updated><title type='text'>Ruang Ekonomi</title><content type='html'>Setelah menempuh perjalanan darat dengan bus dari Kediri sampai Jepara, untuk menyeberang ke Karimun maka saya harus menggunakan kapal ferry. Ini bukan pengalaman pertama saya naik kapal ferry, saya sudah pernah beberapa kali waktu menyeberang ke Pulau Bali. Namun mengingat waktu tempuhnya, ya, ini pengalaman pertama saya 6 jam di atas laut! Bayangkan 1/4 hari berada di atas goyangan gelombang laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, lantai dasar kapal ferry adalah semacam garasi untuk menampung kendaraan yang menyeberang. Ketika naik tangga dan masuk ke ruang penumpang, semua gambaran keceriaan perjalanan itu sirna. Bagaimana tidak, ternyata ruang penumpang itu telah berubah menjadi seperti ruang pengungsian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-lnspobf2tao/TWcTDuOC5oI/AAAAAAAAAIM/VhFwAEGCyMw/s1600/P1010400.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lnspobf2tao/TWcTDuOC5oI/AAAAAAAAAIM/VhFwAEGCyMw/s320/P1010400.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577447618189125250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lantai ruang penumpang disulap menjadi tempat tidur masal dengan alas tikar. Didukung pula pihak kapal ferry menyewakan single sleeping bed seharga 10 ribu selama perjalanan. Bahkan lantai di sela-sela kursi pun dijejali. Dan kursi-kursi yang kosong karena ditinggal "penduduk"-nya yang tidur di lantai itupun mengalami perluasan fungsi menjadi tempat tidur juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8oE5Y-KMQUA/TWcY1VFa9DI/AAAAAAAAAIU/I7CJE6ZU9s0/s1600/Copy%2Bof%2BP1010398.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8oE5Y-KMQUA/TWcY1VFa9DI/AAAAAAAAAIU/I7CJE6ZU9s0/s320/Copy%2Bof%2BP1010398.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577453967993664562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa tidak berlebihan saya menyebutnya tempat pengungsian. Mereka mengungsi dari mual. Mereka membunuh mati gaya 6 jam terombang-ambing dengan kenyamanan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak selamanya kenyamanan mereka berdampak nyaman bagi penumpang lain, terlebih orang awam seperti saya. Pemandangan yang terlihat jelas-jelas mengganggu dan terkesan kumuh. Seorang bule backpacker cewek juga bereaksi hampir sama dengan saya ketika memasuki ruang penumpang yang ruang ekonomi itu. Kaget, bingung mau menempatkan di mana barang-barangnya karena hampir semua lantai telah terisi rebahan badan. Bule yang belakangan saya ketahui bernama Yoanna itu pun tampak berhati-hati melangkahkan kaki di sebelah kepala-kepala orang yang tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di ruang penumpang, mereka yang merasa tidak mendapatkan ruang untuk sekedar meluruskan kaki pun memilih garasi di lantai bawah untuk tempat tidur. Benar sekali, mereka tidur di atas kendaraan bak terbuka bahkan tepat di samping roda kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-QQjePDODyKc/TWcqmb5o0NI/AAAAAAAAAIs/nWoTny1QlZI/s1600/Copy%2Bof%2BP1010404.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QQjePDODyKc/TWcqmb5o0NI/AAAAAAAAAIs/nWoTny1QlZI/s320/Copy%2Bof%2BP1010404.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577473503334551762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-av8b3IV1p2w/TWcqmnXDzRI/AAAAAAAAAI0/0yqP6IQiiVw/s1600/Copy%2Bof%2BP1010431.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-av8b3IV1p2w/TWcqmnXDzRI/AAAAAAAAAI0/0yqP6IQiiVw/s320/Copy%2Bof%2BP1010431.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577473506410745106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah gambaran ruang atau kelas ekonomi di semua alat transportasi di Indonesia. Saya teringat ketika beberapa kali perjalanan Kediri-Jakarta dan Malang-Jakarta menggunakan kereta ekonomi, kereta Brantas dan Matarmaja. Saya juga menemui hal serupa, kekumuhan serupa. Kebetulan saat itu saya memiliki tiket tapi tanpa tempat duduk. Yap, bisa ditebak di mana saya menghabiskan hampir 18 jam perjalanan di lantai kereta. Kadang berpindah di depan pintu gerbong untuk mencari udara segar, kadang di antara gandengan gerbong, dan malam hari tidur beralaskan koran di lantai jalan kereta dan harus rela dilangkahi para penjual kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berebda jauh juga dengan bus ekonomi. Bus ekonomi tidak mengenal kapasitas jumlah penumpang. Bus ekonomi tidak mengenal terminal atau halte. Siapapun sah untuk naik hingga tidak ada ruang untuk menolehpun. Aroma asap rokok bercampur dengan pekatnya keringat. Kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pertanyaannya, kenapa harus dinamakan ruang atau kelas ekonomi?&lt;br /&gt;Apakah serendah itu arti kata ekonomi di Indonesia?&lt;br /&gt;Sehingga ketika kita membicarakan tentang ekonomi maka sasarannya selalu masyarakat kelas menengah ke bawah.&lt;br /&gt;Dari sini pun kita sudah dilatih untuk memahami rendahnya tingkat ekonomi di Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ip9zl93fMe8/TWczDuK7w8I/AAAAAAAAAI8/gu7tRaWfDNE/s1600/Copy%2Bof%2BP1010412.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ip9zl93fMe8/TWczDuK7w8I/AAAAAAAAAI8/gu7tRaWfDNE/s320/Copy%2Bof%2BP1010412.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577482802548163522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ekonomi Indonesia: tidur di antara kaki-kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5211517469556427787?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5211517469556427787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/ruang-ekonomi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5211517469556427787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5211517469556427787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/ruang-ekonomi.html' title='Ruang Ekonomi'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lnspobf2tao/TWcTDuOC5oI/AAAAAAAAAIM/VhFwAEGCyMw/s72-c/P1010400.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3214037592463171586</id><published>2011-02-24T14:20:00.005+07:00</published><updated>2011-02-25T00:59:18.885+07:00</updated><title type='text'>Don't be Superman</title><content type='html'>Item dan Tomblok melakukan segalanya untuk dapat memenuhi janji bertemu di Jepara jam 7 pagi. Mereka adalah para pejuang ibukota dengan segala kepenatannya. Hari itu, Jumat, 18 Februari 2011 masih termasuk hari kerja. Pulang jam 5 sore, mereka masih harus melawan arus kemacetan Jumat sore. Seakan melupakan lelah, mereka menemui resah diburu waktu. Terminal Kampung Rambutan adalah meeting point mereka, dengan pertimbangan titik tengah jarak tempuh. Tidak cukup bis kota, bahkan mereka berganti ke ojek untuk menembus macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di terminal Item sampai jam 19.15 sedangkan Tomblok jam 19.30. Mereka langsung menemui kenyataan bahwa bus yang seharusnya mereka tumpangi sudah berangkat. Tidak peduli tenaga yang tersisa, mereka terus mengumpulkan asa. Bertanya kesana kemari, mencari info, mencari alternatif. Hingga sepucuk harapan muncul bersama sebuah tawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomblok menyebutnya preman, karena tawaran bus itu bukan berasal dari sebuah P.O. namun oleh sekumpulan orang yang mampu mencium peluang. Dengan bekal banyaknya penumpang jurusan Jawa Tengah yang terlantar dan tarif di atas rata-rata, "preman" itu mencarter bus untuk menjalankan P.O. instannya. Benar saja, mereka yang sudah buntu, tidak memiliki jalan keluar lagi menerima ajakan "preman" itu. Tarif yang lebih mahal pun bukan penghalang, atas nama janji. Jam 9 mereka berangkat, asa itu kembali membuncah seiring janji "preman" itu untuk sampai Semarang jam 5 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Al. mohon maaf saya dgn penuh sesal memberitau bahwa saya tdk mlanjutkan prjalanan. Jam segini saya g lnsng brgkt namun k pulo gadung malah. Dgn itungan sprti itu kta tdk bisa. Baru saja bisnya mogok. Mohon maaf sekali. Sprtinya tujuan saya k jogja." sms dari tomblok pukul 22.31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bus yang mereka tumpangi adalah bus carteran, mungkin para "preman" itu tidak memahami kondisi terakhir bus itu. Silakan dibayangkan bagaimana kacaunya Tomblok dan Item. Kondisi fisik dan psikis yang terkuras. Antara putus asa, optimistis, dan janji. Tidak ada usaha lain yang bisa dilakukan. Tidak memungkinkan untuk menuntut "preman" itu, karena mereka tidak berada di bawah naungan P.O. apapun. Mustahil untuk berganti kendaraan, karena terbatasnya informasi dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain saya hanya bisa terus menyupport mereka dengan hal-hal positif dan alternatif yang terlintas serta doa. Akhirnya sekitar jam 23.00 bus mereka berangkat lagi. Kamipun bisa tenang dan terus berharap semoga mereka bisa tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 2.33 dini hari Item mengirim sms, "Di...bus e mogok2 meneh... T_T ak wes lemes, kok angel men yo..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, lemes mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan di mana kita sudah tidak memiliki tenaga. Tenaga untuk memperjuangkan hingga tenaga untuk sekedar berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya patah semangat karena dgn kondisi seperti ini, kondisi fisik sprti ini saya pasti 100% tdk ikoet. Setelah nyampe sana badan remuk. Kta masih 8 jam lg br nyampe karimun. Klo tdk ada kapal? 6 jam lg br smpe jogja. Capeknya kyk apa tuh? Blm prjlnan plg k jkt dr karimun hari selasa. Rabu ak masuk lg. Memang ak ga sebebas dulu. Apabila mrasa kecewa krn kurang berjuang ya mohon maaf. But we really really tried." sms Tomblok jam 4.40 menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, kondisi ini diperparah dengan Aci yang dijadwalkan harus ketemu mereka jam 5 pagi. Oke, saya jelaskan posisi Aci. Aci sedang di Solo, perjalanan Solo-Semarang menempuh waktu sekitar 3 jam, otomatis Aci harus berangkat jam 3 pagi. Untuk berangkat jam 3 pagi, maka Aci harus "ngungsi" di tempat kos temen cowoknya. Tapi karena gak mungkin memaksa temennya untuk begadang sampai jam 3, Aci berencana berangkat jam 12 dan sampai di terminal Semarang jam 3 pagi. Aci pun masih harus menunggu Item dan Tomblok di terminal, dini hari sendirian! Ditambah Aci yang tidak enak badan, pusing dan demam, juga menjadi pertimbangan Tomblok dan Item.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke Jogja. Bus sering mogok dan harus ganti bus sebanyak 3 kali! Total perjalanan selama 25 jam dari Jakarta sampai Jogja. Dan selama itu pula Tomblok dan Item mengaku tidak makan nasi!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saya berada di Jawa sisi sebaliknya. Betapa bodohnya saya yang tetep optimis, percaya mereka akan datang tepat waktu. Bodohnya saya yang menepikan sesak yang mereka alami dan terus memberi harapan segarnya udara pantai. Seperti memompa ban bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Item, Tomblok, dan Aci saya membungkukkan badan. Saya salut atas semua usaha kalian. Selama ini saya selalu mencari apa itu win-win solution. Walaupun pada akhirnya lebih sering saya yang mengalah, toh saya selalu punya cara tersendiri untuk merubahnya menjadi "win".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kalian dan pengorbanan kalian telah menampar saya. Ini semua tidak melulu tentang hasil, tapi proses. Perjalanan kalian, hambatan-hambatan, hilangnya harapan, rasa kesal yang teramat sangat dan kebesaran hati kalian merupakan pelajaran untuk kita semua. Pelajaran yang akan menjadi pertimbangan "win" kita selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Don't be superman," adalah potongan sms terakhir dari Tomblok pada Sabtu, 19 Februari 2010 jam 4.42. Yep, win-win solution adalah sempurna dan kesempurnaan hanya milik Allah. Superman hanyalah fiksi. Tidak ada yang benar-benar win-win solution, selalu ada pengorbanan. Tetapi, dengan semua kebesaran hati kalian dan mengingat semua keadaan saat itu, kita bisa merubah pengorbanan menjadi kemenangan kalian. Dalam hal ini, kalian lebih berpengalaman dan dewasa dibanding kami :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: jika waktu mengijinkan, saya sendiri yang akan mengajari Item, Tomblok, Aci snorkling!!! :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3214037592463171586?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3214037592463171586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/dont-be-superman.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3214037592463171586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3214037592463171586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/dont-be-superman.html' title='Don&apos;t be Superman'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4217275638909661961</id><published>2011-02-12T06:32:00.005+07:00</published><updated>2011-02-13T19:21:30.501+07:00</updated><title type='text'>Menonton Mesir</title><content type='html'>Semalam sekitar jam 23.20 saya sudah bersiap untuk tidur. Sembari menunggu kantuk saya pantengin timeline twitter saya. Dan ada satu twit, entah saya lupa dari siapa yang berisi "Mubarak stepped down!" Sontak seketika itu juga saya menyalakan tivi tidak mau ketinggalan berita "penting" tersebut. Ditayangkan gegap gempita sorak sorai rakyat Mesir yang turun ke jalan. Reporter pun mengabarkannya dengan berapi-api. Setelah 18 hari turun ke jalan melancarkan aksi protes, akhirnya perjuangan mereka mencapai klimaksnya. Perjuangan yang telah menelan kurang lebih 300 nyawa itu pun berhasil memaksa Hosni Mubarak untuk menyerahkan jabatannya ke pihak militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kemarin adalah hari Jumat. Jumat ketiga dari selang 18 hari aksi rakyat Mesir tersebut. Ketika sebagian orang menganggap istimewa dengan tanggal yang seperti direfleksikan cermin 1102I2011, maka rakyat Mesir mendapatkan apa itu yang benar-benar disebut istimewa! Jumat juga bisa disebut sebagi hari raya kaum duafa. Dalam konteks ini saya menganalogikan dengan kaum yang tertindas, yaitu rakyat. People power berhasil menggulingkan rezim diktator Muabarak. Gerakan yang diawali oleh pemuda via jejaring sosial itu semakin menegaskan keistimewaan hari Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, semalam saya ikut senang, terharu, dan iri! Tentu senang, dengan pemberitaan media yang seperti itu, menguras sebagian energi dan perhatian kita, wajar kita senang jika perjuangan mereka berhasil. Selamat Mesir! Terharu karena demokrasi kembali menunjukkan kekuatannya. Tak terbayangkan bagaimana euforia mereka. Tangis, teriakan, saling berpelukan, ucapan syukur tak henti-hentinya, kebanggaan yang membuncah, semua memiliki negara. Dan yang terakhir iri, yah sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum begitu larut, saya menampar pipi saya sendiri, agar sadar. Jelas-jelas saya menginginkan berada di tengah euforia seperti itu. Tapi, lagi-lagi kita hanyalah penonton. Indonesia generasi saya (mungkin) hanyalah penonton. Bangsa ini terlalu baik hati dan mudah bersimpati. Namun berhenti di situ saja. Kita tidak mempunyai kemauan untuk diberi selamat bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Wimar di twitnya mengatakan, "saya pernah merasakan euforia itu dua kali, 1966 dan 1998," saya (dan sebaya saya) masih sebatas generasi yang apatis. 1966 tentu belum lahir dan 1998 masih kelas 5 SD. Mungkin generasi saya tidak memiliki rasa memiliki negara. Tapi tampaknya ada peluang... hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Saat menonton berita euforia Mesir, bendera Mesir yang dikibar-kibarkan di kegelapan itu yang terlihat hanya warna merah dan putih saja. De javu? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4217275638909661961?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4217275638909661961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/menonton-mesir.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4217275638909661961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4217275638909661961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/02/menonton-mesir.html' title='Menonton Mesir'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5687172837603336142</id><published>2011-01-20T09:16:00.003+07:00</published><updated>2011-01-29T12:04:11.786+07:00</updated><title type='text'>Negari Prasangkadiraja : Gayus vs Satgas</title><content type='html'>Gayus menuduh tim satgas pemberantasan mafia hukum yang dibentuk Presiden SBY merekayasa kasusnya. Gayus menuding bahwa satgas hanya mempersempit masalah dengan "hanya" menunjuk hidung Grup Bakrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prasangka:&lt;/span&gt; Satgas yang memojokkan Bakrie ini dimaksudkan untuk segera meringkus dan membongkar semua kebusukan Bakrie. Seperti yang kita ketahui, Abu Rizal Bakrie (Ical) digadang-gadang akan menjadi capres pada 2014. Berbagai politisasi telah dilakukannya, seperti memberi bantuan pada korban Merapi dan yang terbaru adalah meng-klaim bahwa keberhasilan Timnas Indonesia tak lepas dari kontribusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Istana (termasuk satgas) yang direpresentasikan pada twitter Andi Arief menyerang Adnan Buyung Nasution, kuasa hukum Gayus, karena membiarkan Gayus memberikan keterangan pers setelah sidang. Andi Arief menganggap Buyung menghambat pemberantasan korupsi karena hanya memperkeruh suasana dengan menyerang satgas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prasangka:&lt;/span&gt; Istana seperti kebakaran jenggot. Karena dengan tuduhan Gayus yang menganggap satgas mempersempit kasus, Istana mengindikasikan ketakutannya jika Gayus benar-benar akan membongkar semua kebobrokan pajak maka akan terkuak kebobrokan pemerintah juga. Kasus ini ditengarai terkait dengan kasus Susno Duadji yang juga menyatakan komitmennya untuk memberantas mafia kepolisian. Kasus Susno Duadji ini berkaitan dengan kasus Antasari Azhar. Dan Kasus Antasari Azhar berkaitan dengan Kasus Century. Dan dari kesemua kasus-kasus tersebut seakan-akan dipelintir dan dialihkan dari kasus luar biasa di belakangnya. Kecurigaan kita akan mengarah pada tim penyidik dari Polri karena penyidiklah yang melimpahkan ke pengadilan. Dan pengadilan hanya bekerja sesuai dengan berkas-berkas dari tim penyidik Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi masyarakat lah yang terkena imbasnya. Masyarakat dibuat menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi tanpa pengungkapan bukti. Media-media pun bersorak dengan hanya menyampaikan kabar sepotong-sepotong. Berita yang belum benar-benar selesai. Dan ketika semua sudah mendekati titik terang, akan disapu lagi dengan berita mencengangkan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah siklusnya. Masyarakat dianggap bukan elemen penting untuk mengetahui duduk persoalan. Kalau sudah begitu, masyarakat akan berprasangka bahwa memang ada peran yang bertugas sebagai pengalih isu yang membuat kita lupa akan kebenaran. Cukup transparan, cukup transparan kebodohanmu pemerintah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Saya memilih untuk tidak berprasangka buruk, karena hanya akan menambah dosa saya. Berpikir positif saja bahwa ini adalah momentum yang tepat bagi pemerintah untuk membersihkan negara kita ini. Dan mendoakannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5687172837603336142?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5687172837603336142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/negari-prasangkadiraja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5687172837603336142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5687172837603336142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/negari-prasangkadiraja.html' title='Negari Prasangkadiraja : Gayus vs Satgas'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6956826211842133651</id><published>2011-01-19T20:15:00.005+07:00</published><updated>2011-01-19T23:04:40.887+07:00</updated><title type='text'>Vonis Gayus Memvonis Diri</title><content type='html'>Siang tadi Hakim Albertina Ho sudah menjatuhkan vonis hukuman pada Gayus Tambunan yaitu dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda 300 juta. Reaksi pertama saya adalah langsung ngetwit "What??? 7 tahun saja???" Itu adalah reaksi spontan saya jika didasarkan dengan pemberitaan Gayus yang overrated di media-media. Selama ini Gayus digambarkan sebagai The Godfather, mafia pajak yang bisa dengan gampangnya membeli hukum. Dengan latar belakang pegawai negeri golongan 3 dia dikabarkan memiliki rekening sebesar 28 miliar rupiah. Dia calo dari perusahaan-perusahaan besar yang ingin mengemplang pajak, disinyalir ada sekitar 140 perusahaan. Pada saat di penjara pun dia juga dengan leluasa melancong ke Bali hingga ke Makau. Dan juga kaitan-kaitan kasus besar yang mengancam negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari deskripsi di atas pasti Gayus tak luput dari segala sumpah serapah, caci maki dan hujatan. Kami semua membayangkan kalau Gayus akan dihukum maksimal (setidaknya 20 tahun penjara seperti yang dituntutkan oleh Jaksa Penuntut Umum). Jadi ketika Hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara (saja) saya yakin kita semua akan terhenyak. Bergumam, "Gak adil nih!" Berprsangka, "Pasti hakimnya sudah disogok." Dan berbagai macam reaksi awam lainnya. Awam? Yup, awam! Karena kita tidak benar-benar tau kasus apa saja yang sedang disidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persidangan siang tadi belum menemukan bukti dari rekening 28 miliar rupiah tersebut. Gayus hanya didakwa dalam empat kasus yaitu dugaan korupsi dalam penanganan keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal, menyuap penyidik Polri, menyuap hakim, dan memberikan keterangan palsu. Itu saja. Jika ditilik dari kasus-kasus tersebut, vonis 7 tahun dinilai sudah tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Bagaimana dengan kasus-kasus yang lain? Berdasarkan pada kultwit dari @taufikbasari ternyata kasus Gayus ini sudah cacat sejak awal. Kasus Gayus direkayasa oleh penyidik untuk dibonsaikan. Penyidik, dalam hal ini Polri, sengaja mengaburkan fakta-fakta penting dari kasus Gayus ini. Menyedihkan, tapi begitulah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berhenti di situ, setelah sidang Gayus berkoar bahwa kasusnya adala rekayasa dari satgas mafia hukum bentukan Presidan SBY. SBY yang mendengan pengakuan Gayus menjadi berang dan memanggil satgas seketika. Satgas pun membantah semua tuduhan Gayus itu. Atas instruksi Presiden, satgas menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan Gayus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi setelah sidang, Gayus memposisikan diri sebagai "korban" kambing hitam. Korban dari para "big fish" atau para petinggi, mafia sebenarnya dan juga rekayasa dari satgas. Memang pengakuan Gayus yang akan memposisikan diri sebagai whistle blower pengungkapan kasus mafia pajak di Indonesia ini sedikit banyak meraih simpati publik. Dalam sekejap dia berubah akan menjadi pahlawan. Di sisi lain, klarifikasi dari satgas juga berdasarkan bukti yang akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pertanyaannya sekarang adalah: Anda percaya pada siapa? Pada Gayus yang berjanji akan membongkar semua kasus mafia pajak di Indonesia? Atau pada satgas yang merupakan badan independen bentukan presiden yang seharusnya memang kita percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan hukum dan konflik ini memecah opini publik. Namun tak sedikit pula masyarakat yang memilih apatis untuk tidak mempercayai keduanya. Masyarakat terlalu lelah untuk percaya. Dan lagi dijejali konflik Gayus vs Satgas ini membuat masyarakat bertambah bingung, "Sekarang kita harus percaya pada siapa lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, saya memahaminya sebagai bagian dari masyarakat. Sekarang kita sedang tidak punya pegangan. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Terus menghujat? Bukankah menghujat hanya menghabiskan energi dan tidak membawa perbaikan? Atau kita bertambah apatis? Masa bodoh dengan apa yang sedang terjadi. Tapi ingat, metode hujat dan apatis tetap saja tidak membawa kita kepada sesuatu yang kita impikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah protet Indonesia saat ini. Sudah terlanjur percuma untuk kita jika hanya berharap pada pemerintah. Memang bukan urusan kita secara langsung untuk merubahnya, karena kita tidak memiliki cukup power. Sudah terlalu lama jika kita menunggu suatu kekuatan yang akan merubah negeri ini. Lalu, kepada siapa kita mengadu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang tidak ada yang bisa dipercaya, maka tinggal diri kita sendirilah yang bisa dipercaya. Diri kita sendirilah yang akan merubah apa yang kita anggap tidak benar. Jika kita menghujat Gayus karena korupsinya, maka kita sendirilah yang menjauhi korupsi. Kita harus berlaku jujur dan transparan dalam keuangan pada setiap kegiatan. Jika kita mencaci Gayus karena suapnya, maka kita sendirilah yang tidak membenarkan praktek sogok menyogok untuk mencapai suatu tujuan ini. Jika kita membenci Gayus karena mafia hukumnya, maka kita sendirilah yang harus patuh hukum dan menjaga tegaknya hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bosan saya mengajak, "Mari berantas korupsi sejak diri!" :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6956826211842133651?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6956826211842133651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/vonis-gayus-memvonis-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6956826211842133651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6956826211842133651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/vonis-gayus-memvonis-diri.html' title='Vonis Gayus Memvonis Diri'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1869476227453734085</id><published>2011-01-18T13:27:00.001+07:00</published><updated>2011-01-18T13:30:46.658+07:00</updated><title type='text'>(Jangan) Maklumi Korupsi</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: trebuchet ms;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in .5in .5in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in .5in .5in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hey, kawan! Tahukan kalian kalau Negara kita yang tercinta ini sedang tidak aman. Mengapa kita masih saja berselimut dalam zona nyaman? Ya, Negara ini sedang hancur. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; wakil rakyat yang gagal mewakili. Karena menurut mereka kesejahteraan juga diwakilkan pada mereka. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penegak hukum yang lupa bagaimana cara menegakkan hukum. Ya, hukum sudah runtuh.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Demokrasi (prematur) ini malah membuat kita menjadi egois. Mementingkan diri sendiri dan berpikiran jangka pendek. Mungkin satu-satunya yang masih berpikiran jangka panjang adalah politik! Ya, karena mereka selalu mempunyai maksud dibalik semua topeng kegiatannya. Pencitraan. Ups, tapi ternyata pada akhirnya kembali juga sempit, karena maksud tersebut hanya untuk kepentingan golongannya sendiri (keluh).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan tentu saja, sang pionir adalah korupsi. Lagi-lagi karena belum benar-benar paham apa itu demokrasi. Karena demokrasi bagi kita sebatas mendapatkan space untuk berbuat semau kita. Menilik hakikat manusia yang tidak pernah puas, maka demokrasi ini menjadikan lahan yang subur untuk korupsi. Oke, mari bicara fakta. Oh, sial, saya bingung mau memulai dari mana. Karena korupsi ini sudah mengakar, bahkan membudaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Okelah, siapa yang tidak kenal Gayus Tambunan dengan semua sepak terjangnya yang sudah menggurita tentang mafia pajak. Mencuatnya isu mafia hukum mengindikasikan bahwa hukum di Negara ini bisa diperjual-belikan. Kasus Antasari Azhar, Kasus Bibit dan Chandra, Kasus bail-out Bank Century bisa jadi merupakan suatu kasus yang berawal dari dugaan korupsi yang merembet pada mafia hukum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semua sektor pemerintahan pun tak luput dari korupsi. Kemendiknas yang bertanggungjawab terahadap pendidikan negeri ini pun tak luput dari dugaan korupsi. Temuan BPK pada 2009 tentang adanya aliran dana liar sejumlah 2,3 Triliun rupiah akan diperiksa KPK. Kemensos yang seharusnya mempedulikan masyarakat sosial juga tak lepas dari isu korupsi. Hal ini terkuak setelah tiga panitia pengadaan Kemensos mengungkap peran mantan Mensos Bachtiar Chamsyah dalam kasus korupsi pengadaan mesin jahit, sapi impor, dan sarung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang lebih mencengangkan lagi adalah pengakuan dari Menteri Dalam Negeri mengenai banyaknya kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi. Gamawan Fauzi menyebutkan ada 155 kepala daeah yang menjadi tersangka korupsi, 74 diantaranya adalah gubernur. Gamawan menjelaskan bahwa korupsi ini terakait dengan proses pilkada yang memakan banyak biaya, dan korupsi ini dalam rangka balik modal. Wow! Sudah berniat korupsi sejak awal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitulah gambaran betapa Negara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita ini sedang hancur. Kenapa kita masih saja tenang? Kenapa kita masih saja tidak peduli? Seorang teman menjawab, “Cari duit susah bang, gak sempet mungkin.” Nah, di sini akar permasalahannya. Inilah cermin dari demokrasi kita. Liberal. Masyarakat yang bebas, namun pada akhirnya mengarah ke egoistis. Kita hanya diajarkan untuk meraih cita-cita kita setinggi-tingginya. Tapi cita-cita Negara? Itu urusan pemerintah!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Faktor lain yang membuat kita apatis adalah tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Memang Desember 2010 lalu LSI melansir tingkat kepuasan publik masih sebesar 63% (walaupun itu turun jauh dibandingkan pada awal pemerintahan SBY yang mencapai 85%). Tetapi bisa kita lihat dari elemen masyarakat menengah ke bawah, mereka bahkan sudah tidak mempedulikan pemerintah. Mereka sudah muak dengan kekacauan yang ada di negeri ini. Mereka sudah lupa apa arti nasionalisme itu, dan hanya bekerja demi kelangsungan hidup masing-masing tanpa lagi mengharap janji kesejahteraan. Satu-satunya nasionalisme yang ada adalah tentang mendukung Timnas &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Itu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hey, kawan! Apakah kita akan terus berpura-pura menutup mata? Apakah kita akan menyerah dan memakluminya? Karena jika kita memakluminya, maka kita membenarkannya. Sehingga rawan adanya tendensi untuk melakukannya dan melestarikannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Marilah kawan, kita berani menyalahkan apa yang sedang terjadi di Negara ini. Marilah kawan, kita berlaku melawan semua kesalahan itu. Tidak perlu memaksakan tindakan masif, cukup mengawali dari diri kita masing-masing. Mari kita berantas korupsi sejak dini dan sejak diri. Jangan maklumi korupsi!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1869476227453734085?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1869476227453734085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/jangan-maklumi-korupsi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1869476227453734085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1869476227453734085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/jangan-maklumi-korupsi.html' title='(Jangan) Maklumi Korupsi'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2479533851353655566</id><published>2011-01-05T23:16:00.001+07:00</published><updated>2011-01-05T23:23:09.571+07:00</updated><title type='text'>STOP BBM TIDAK PRODUKTIF : Pendisiplinan Pengendara di Bawah Umur</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in .5in .5in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan dalih penghematan BBM dan penghematan anggaran pemerintah berencana melakukan pembatasan untuk pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Terdapat 2 (dua)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;opsi pelaksanaannya. Yang pertama adalah BBM bersubsidi hanya diperuntukkan mobil pribadi tahun 2005 dan sebelumnya;dan kendaraan umum. Opsi kedua lebih ekstrim, yaitu BBM bersubsidi hanya khusus untuk mobil kendaraan umum, praktis mobil pribadi dilarang membeli BBM bersubsidi. Rencana ini akan dilakukan per 1 Maret 2011 secara bertahap. Dimulai dari Jabodetabek, kemudian Jawa-Bali, dan seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rencana ini tentunya menimbulkan polemik di masyarakat. Hal ini akan semakin menambah panjang beban masyarakat yang masih jauh dari kesejahteraan. Respon negatif ini menyeruak karena program pemerintah ini tidak diiringi dengan pembangunan sarana dan prasarana publik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengkritisi mengenai program pemerintah tentang penghematan anggaran melalui BBM bersubsidi tentu kita akan semakin apatis. Karena telah banyak upaya penghematan anggaran BBM bersubsidi ini yang berakhir tidak efektif. Salah satu contohnya adalah fluktuasi harga BBM. Tentu saja program yang terkini sangat rentan untuk dipatahkan. Karena program kali ini tidak memiliki tolok ukur yang riil dan dapat menuntaskan persoalan yang ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oke, sebelumnya kita telusuri tujuan pemerintah dari pembatasan BBM ini. Alasan penghematan anggaran menjadi boomerang bagi pemerintah karena membuktikan bahwa rencana penganggaran yang disusun pemerintah tidak berjalan baik sehingga perlu melakukan penghematan dengan menerbitkan peraturan “sepihak”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semakin jelas bahwa pemerintah terlalu rajin menumpuk-numpuk peraturan tanpa menegakkannya dengan maksimal terlebih dahulu. Peraturan lama belum mencapai tujuan sudah diikat dengan peraturan baru. Model legislasi seperti ini cenderung menyepelekan peraturan-peraturan kecil. Padahal jika ditegakkan dengan benar peraturan-peraturan sepele tersebut bisa juga berdampak besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tujuan sebenarnya adalah penghematan konsumsi BBM yang mulai tak terkendali. Peraturan-peraturan yang telah diterbitkan, seperti kenaikan harga BBM dan juga rencana ini ujung-ujungnya juga bertujuan untuk penekanan pemakaian BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi. Namun ternyata peraturan-peraturan tersebut masih juga dimentahkan oleh masyarakat. Karena masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; telah memiliki mind set mendewakan kendaraan pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehubungan dengan rencana pembatasan BBM bersubsidi ini, alangkah baiknya jika pemerintah meningkatkan efektivitas pemakaian BBM. Salah satu caranya adalah dengan pengurangan pemakaian BBM tidak produktif. Produktif tidaknya pemakaian BBM dalam hal ini menyasar pada konsumsi BBM pada kendaraan pribadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti yang kita ketahui, kendaraan pribadi sudah menjamur di negeri ini. Setiap rumah, bahkan setiap anggota keluarga memiliki kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi berangsur-angsur telah menjadi kebutuhan primer. Sebagai contoh, bagi keluarga muda, pemilikan kendaraan pribadi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi nomor dua setelah mengontrak rumah. Apalagi ditunjang dengan berbagai kemudahan-kemudahan kredit yang ditawarkan. (Ini dia bukti bahwa kesadaran masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk menjadi pengusaha masih lemah. Karena mereka lebih memilih untuk melakukan kredit kendaraan pribadi daripada kredit usaha.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang tidak bisa disalahkan juga karena transportasi juga merupakan alat pemenuhan kebutuhan yang penting. Ketika transportasi umum tidak bisa diharapkan maka masyarakat lebih memilih pada kendaraan pribadi. Pajak kendaraan pribadi yang relatif rendah juga menjadi faktor pendukung. Dan juga harga bahan bakar minyak yang bersubsidi yang terjangkau. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin disini perlu ditilik mengenai efektivitas pemakaiannya. Tidak dengan membuat peraturan baru, namun dengan memaksimalkan peraturan yang sudah ada. Di sini saya akan mengangkat tentang satu peraturan sepele, yaitu peraturan kepemilikan SIM yang berkaitan dengan umur pengendara bermotor. Seperti yang kita ketahui peraturan kepemilikan SIM adalah sudah berumur 17 tahun, otomatis berlaku juga dengan pengendara. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun sudah rahasia umum bahwa peraturan tersebut sangat disepelekan. Tidak dipungkiri jika banyak remaja yang menggunakan kendaraan bermotor di bawah 17 tahun. Tidak menutup mata jika banyak praktik pencaloan SIM yang memungkinkan pembuatan SIM bagi remaja di bawah 17 tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Pendisiplinan Kepemilikan SIM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam persyaratan permohonan SIM perseorangan berdasarkan Pasal 81 UU No. 22 Tahun 2009, usia minimal pemohon SIM C adalah 17 tahun, SIM A dan D adalah 17 tahun, SIM B1 adalah 20 tahun, dan SIM B2 adalah 21 tahun. Selain itu pemohon harus memiliki KTP yang berarti juga harus berumur 17 tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun kenyataan di lapangan banyak terdapat pemilik SIM yang belum benar-benar berumur 17 tahun. Bagaimana bisa? Tidak usah dipungkiri bahwa telah terjadi praktik pencaloan SIM di badan Polri. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemohon di bawah umur pun bisa dipalsukan umurnya dengan jasa calo-calo ini. Suka atau tidak KKN model calo SIM ini menjadi berlarut-larut dan susah diberantas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Pendisiplinan Pengendara di bawah 17 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut saya yang mendasari peraturan umur pengendara minimal 17 tahun adalah factor stabilitas emosi. Bagi remaja yang berumur di bawah 17 tahun cenderung memiliki emosi yang belum stabil. Usia remaja di bawah 17 tahun dinilai masih mudah terprovokasi sehingga mempengaruhi emosinya saat berkendara. Praktis kondisi tersebut dapat berpengaruh juga pada konsentrasi berkendara. Dan situasi emosi yang tak terkendali tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain emosi, pengetahuan mengenai etika berlalu lintas juga masih sangat minim dikuasai oleh remaja berusia di bawah 17 tahun itu. Merujuk pada sebuah artikel, Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Mardi Ahmad mengatakan bahwa sekitar 75% kecelakaan lalu lintas menimpa anak-anak usia remaja. “Minimnya etika berlalu lintas menjadi penyebab utama. Mereka suka ugal-ugalan di jalan, meski membahayakan keselamatan diri dan orang lain,” tambahnya. Jumlah itu bisa juga menjadi bukti banyaknya pengendaran kendaraan bermotor yang berusia remaja di bawah 17 tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari kedua penjabaran di atas, kita tidak bisa memungkiri adanya pelanggaran-pelanggaran sepele yang berdampak besar. Hanya dari melanggar satu peraturan tersebut bisa menjadi efek bola salju ke pelanggaran-pelanggaran berikutnya. Oleh karena itu, pihak yang berwenang sebaiknya mempertimbangkan kembali untuk melakukan pendisiplinan terhadap kepemilikan SIM dan para pengendara di bawah umur ini. Karena upaya pendisplinan ini akan menimbulkan multiefek. Pertama dapat menekan pemakaian BBM tidak produktif dari para remaja di bawah umur. Kedua, dapat meminimalisir ruang gerak calo SIM, bahkan memberantasnya. Dan yang terakhir adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pelaksanaan pendisiplinan inipun tampaknya tidak mudah untuk diterapkan begitu saja. Ini sama saja seperti menyuruh kita keluar dari zona nyaman kita begitu saja. Walaupun ini hanya satu hal kecil saja, namun hal kecil ini terlanjur menjadi maklum di masyarakat, telah menjadi identitas sehingga susah dihilangkan. Tidak ada protes ataupun tuntutan masyarakat terhadap hal ini, karena masyarakat juga merasa membutuhkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Solusi yang bisa ditawarkan adalah pendisiplinan pemakaian kendaraan bermotor di lingkungan sekolah. Pemerintah ataupun polri bisa bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk melarang siswanya menggunakan kendaraan bermotor. Mengapa sekolah? Karena sekolah merupakan filter yang paling jelas untuk mengetahui dan membedakan rentang umur remaja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sasaran spesifiknya adalah pada SMP (sederajat) dan SMA (sederajat). Untuk SMP, sudah jelas siwanya dibawah 17 tahun. Tetapi tidak sedikit pula siswa SMP yang sudah menggunakan kendaraan bermotor saat berangkat sekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah harus melarang untuk menggunakan kendaraan bermotor. Tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di sekitar sekolah yang biasanya menyediakan tempat parkir. Pihak SMP harus tegas dalam hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang agak sulit adalah penertiban bagi siswa SMA. Biasanya usia 17 tahun berkisar pada kelas 2 atau 3 SMA. Namun jika pihak sekolah (SMA) mendukung, maka mereka bisa memberlakukan peraturan bahwa siswa kelas 1 tidak boleh membawa/mengendarai kendaraan bermotor. Karena secara umur umumnya memang belum memenuhi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mari kita bayangkan jika hal ini bisa terlaksana. Ditinjau dari permasalahan utama, maka kita bisa menghemat pemakaian BBM tidak produktif dari pelajar. Kemudian dapat sedikit banyak membantu mengatasi masalah pencaloan SIM di tubuh polri. Selanjutnya juga bisa menekan angka kecelakaan yang sebagian besar dialami oleh remaja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu, usulan ini juga bisa menjadi momentum pemerintah daerah untuk menggairahkan kembali sarana transportasi umum yang mulai terbengkalai. Karena siswa sekolah yang di bawah umur dilarang membawa kendaraan bermotor pribadi, maka salah satu jalan keluarnya adalah dengan menggunakan sarana transportasi umum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin sulit untuk melawan kebijakan-kebijakan pemerintah. Seperti yang sudah-sudah, bagaikan monopoli yang tidak demokratis, masyarakat dipaksa untuk menerima kebijakan itu. Namun ada baiknya pemerintah meninjau kembali efektivitas dari kebijakan yang akan dan telah dibuat. Dan tentu saja kita tidak boleh menyepelekan peraturan-peraturan kecil. Karena seperti contoh di atas, peraturan sepele ternayata berdampak besar.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2479533851353655566?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2479533851353655566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/stop-bbm-tidak-produktif-pendisiplinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2479533851353655566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2479533851353655566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2011/01/stop-bbm-tidak-produktif-pendisiplinan.html' title='STOP BBM TIDAK PRODUKTIF : Pendisiplinan Pengendara di Bawah Umur'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5908544354478691110</id><published>2010-10-24T02:45:00.003+07:00</published><updated>2010-10-25T16:48:01.701+07:00</updated><title type='text'>Efek Rumah Kaca: Punk!</title><content type='html'>Ups, tenang, bukannya Efek Rumah Kaca berganti aliran dari pop menjadi punk. Namun konser malam ini menunjukkan bahwa musik pop bagus milik Efek Rumah Kaca bisa dinikmati segala kalangan. Bukan hanya mahasiswa idealis yang merasa lirik ERK mewakili semangat perubahan. Bukan hanya penikmat musik indie yang lebih mengutamakan kualitas daripada pasar. Dan juga bukan hanya pecinta musik yang jujur dan kritis. Tapi konser malam ini membuka mata saya bahwa erk juga menjunjung tinggi semangat punk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser malam ini bukanlah konser tunggal ERK ataupun konser band-band indie. Konser malam ini adalah sebuah pensi SMA, SMA 8 Malang lebih tepatnya. Beda dengan konser tunggal ERK atau konser band indie yang penontonnya lebih tersegmen, konser malam ini, yang lebih tepat disebut pensi, dipadati oleh anak-anak SMA. Baju cerah warna-warni dengan sablon gambar monster, kemeja kotak-kotak, kacamata besar dengan frame hitam tebal, dan celana skinny menjadi dress code tidak resmi. Anak-anak muda modis memadati lapangan basket Smarihasta (nama keren SMA 8 Malang). Dan saya juga sedikit terganggu dengan empat orang gerombolan punk yang berlalu lalang didepan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika ERK mulai menyanyikan lagu pertamanya, yaitu Jalang, keempat orang berpenampilan punk itu benar-benar bernyanyi dari hati sambil melonjak-lonjak. Betapa mereka sangat merasuk dalam lagu tersebut, tersingkir namun tetap bertahan. Sehabis lagupertama, salah seorang dari mereka yang berpakaian paling punk dan militan berteriak "Balerinaaa!!!" Entah, karena teriakannya atau memang kebetulan sama dengan set listnya, ERK pun melantunkan lagu keduanya, Balerina. Tentu saja mereka senang bukan kepalang dan mulai berdansa heboh di tengah pemuda-pemuda SMA yang sedang bingung mencerna lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu selanjutnya pun sangat merepresentasikan semangat mereka, semangat jujur dalam hidup, apa adanya. Seperti yang kita ketahui lirik-lirik ERK merupakan lirik yang "beda", lirik yang kritis, jujur, dan tidak terdistorsi pasar. Seperti pada lagu Mosi Tidak Percaya yang menyerukan ketidakpuasan terhadap wakil rakyat, saya melihat mereka menyanyikannya dengan hati. Melontarkan demo tanpa harus bertindak anarkis.&lt;br /&gt;Juga pada lagu Di Udara, mereka meneriakkan solidaritasnya terhadap Munir sekaligus protes terhadap kekangan menyuarakan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut, saya sangat salut pada mereka. Empat orang punk yang menghidupi punk-nya di jalan yang benar. Saya seperti membaca pesan yang melekat di setiap jalannya, "Biarlah kami berpenampilan sesuka kami, namun berjalan di jalan yang kami yakini benar. Benar kami idealis kami tidak merugikan orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Malah saya sangat risih dengan anak-anak berpenampilan baik di belakang saya yang menilai musik ERK adalah musik yang bernada aneh. Ah, jika sedikit perbedaan kalian sebut aneh, maka kalian tidak akan kemana-mana.. FUCk MAJOR, GO PUNK!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5908544354478691110?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5908544354478691110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/efek-rumah-kaca-punk.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5908544354478691110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5908544354478691110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/efek-rumah-kaca-punk.html' title='Efek Rumah Kaca: Punk!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-9206251447256299779</id><published>2010-10-20T19:00:00.000+07:00</published><updated>2010-10-20T20:54:16.880+07:00</updated><title type='text'>Hirau Kacau</title><content type='html'>Hari ini saya dimintai tolong seorang teman untuk pindahan kamar kos. Sebenarnya sih lebih ke tukar kamar. Karena teman saya lainnya, yang kamarnya mau ditukar lagi pulang kampung, maka kami bergotong royong "boyongan". Oke, seperti biasa saya selalu total membantu. Bagian kuli, tukang sapu serahkan pada saya! Hahaha. Dorong mendorong lemari penuh isi dari satu kamar ke kamar lain. Membutuhkan filter ekstra untuk bernafas, karena udara penuh debu. Hingga menata ulang jalur perkabelan dan kamar baru yang bersih dan nyaman siap ditempati. Puas dan beristirahat sejenak menikmati suasana baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai? Tidak, mereka melupakan kamar satunya. Kacau balau! Habis manis sepah dibuang. Kotor? Jelas! Berserakan? Pasti! Dan ketika ajakan itu berbalas apatis, hanya kesadaran yang mampu memberi solusi. Yup! Akhirnya sayalah yang membereskan kamar satunya lagi. Membersihkan, merapikan setidaknya hingga layak untuk dibuat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, namun disini juga ada dua kepentingan. Bukan karena sudah tukar kamar, maka teman saya yang pulang kampung itu harus bekerja sendiri merapikan kamarnya. Namun bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan secara tuntas. Tidak setengah-setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiraulah pada kacau. Perbaikilah selagi kita mampu. Setidaknya kita berperan semampu kita dan sesuai kapasitas kita. Kacau terlalu manja jika kita bersikap apatis. Bisa-bisa kita akan terbiasa dengan kacau. Namun juga tidak membenarkan dengan anarki, mungkin peduli terdengar lebih baik, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih hari ini. Ternyata banyak teman-teman di luar sana yang menghabiskan harinya dengan demo. Menyuarakan protes terhadap kinerja pemerintah. Dengan lantang memaparkan ketidakbecusan SBY dan Boediono dalam setahun terakhir. Mengkritisi berbagai sektor. Mulai pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat. Mereka melancarkan aksinya dengan berbagai cara. Melakukan segalanya demi menyampaikan aspirasi. Saya sangat salut terhadap kepedulian mereka terhadap negara. Mereka bertujuan untuk kebaikan bersama. Intelejen-intelejan muda tersebut beraksi demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan bersama. Menurut saya mereka telah hirau terhadap kekacauan negeri ini. Hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang sangat disayangkan, masih ada kerusuhan yang membuntuti setiap aksi demo tersebut. Kembali anarkis menjadi jalan pintas untuk pelampiasan ketidakpuasan. Hampir semua media sore tadi memberitakan tentang kerusuhan yang terjadi di setiap aksi demo yang digelar. Anarki dari intelejen muda sampai anarki dari bapak polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama apa yang sedang dilakukan SBY dan Boediono di ruang kerjanya yang nyaman? Masih berpura-pura tuli, buta, dan terus bisu? Kapankah Anda yang terhormat sekalian menjadi peka dan menghiraukan kekacauan ini? Mungkin ini tidak ada apa-apanya dibandingkan bencana yang menimpa Wasior, namun tetap saja perlu diperhatikan. Saya yakin jika siang tadi Anda yang terhormat mau bersikap gentle dengan menggelar pidato terbuka menanggapi aksi demo tersebut, akan menyita perhatian para pendemo tersebut. Dengan pidato memberi saluran aspirasi atau setidaknya kata-kata dari pemimpin yang dapat mendinginkan hati teman-teman di jalan. Seruan ajakan membangun bersama. Bukankah "Bersama Kita Bisa"? Atau karena sudah berubah ke "Lanjutkan"? Tenang, jangan dilanjutkan pencitraan saja itu, kami tidak akan melabeli "obral janji", karena label itu sudah paten milik anggota dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dengan pidato satu tahun para pendemo dan polisi akan memperhatikan dengan seksama, Anda, SBY ahli dalam mengolah kata, tidak memalukan untuk kembali menyuarakan pidato patriotis! Lebih terbuka dan dekat dengan rakyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda lakukan sore tadi sambil melihat berita di TV? Mungkin Anda menangis, karena saya hampir menangis..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-9206251447256299779?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/9206251447256299779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/hirau-kacau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/9206251447256299779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/9206251447256299779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/hirau-kacau.html' title='Hirau Kacau'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7506789529932754331</id><published>2010-10-10T16:10:00.004+07:00</published><updated>2010-10-10T23:02:29.465+07:00</updated><title type='text'>Jalanan Dinding Kapitalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TLHcvTGtmMI/AAAAAAAAAHg/HYP4fXoa2to/s1600/Wall_Street_2_Movie_Poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TLHcvTGtmMI/AAAAAAAAAHg/HYP4fXoa2to/s320/Wall_Street_2_Movie_Poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526440922900699330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya film ini merupakan sekuel dari Wall Street (1987). Rentang waktu 23 tahun tidak menyurutkan sutradara Oliver Stone untuk melanjutkan film ini. Apalagi keadaan (krisis global 2008) yang mendukung untuk kembali mengangkat tema pasar uang ini. Deskripsi keterpurukan karena krisis global sangat kentara karena sang penulis film, Allan Loeb merupakan broker bersertifikat yang pernah terpengaruh langsung oleh skandal Bernard Madoff pada masanya. Pemeran utama, Gordon Gekko diperankan oleh Michael Douglas, seperti pada prekuelnya. Peran yang membawanya meraih Piala Oscar sebagai Aktor Utama Terbaik pada 1988. Shia LaBeouf (bintang Transformers) sebagai Jacob Moore, seorang pialang muda yang cerdas, ambisius dan "lurus". Carey Mulligan sebagai Winnie Gekko, putri Gordon sekaligus pacar Jacob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;part 1: pelajaran berharga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal film kita langsung disuguhkan betapa carut marut rumitnya suasana Wall Street. Kebanyakan laki-laki matang dengan setelan jas rapi, kesibukan, konsentrasi, angka-angka yang terus bergerak dalam monitor, nominal-nominal yang tak terbayangkan, hingga telepon yang terus berdering. Bagi orang yang awam terhadap dunia pasar uang, hal ini tentu saja membosankan dan ya, mengantukkan. Juga berlaku bagi saya, walaupun saya mahasiswa akuntansi yang notabene mempelajari pasar uang, namun saya tak kuasa menahan kantuk juga jika dicekoki istilah-istilah bursa saham secara bertubi-tubi. Namun di sisi lain kita juga bisa belajar bagaimana gambaran suasana di bursa efek dan intrik-intrik di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lain dituangkan dalam buku yang ditulis Gordon Gekko yang berjudul "Is Greed Good?" Dalam bukunya ini, Gekko memperingatkan pada pelaku ekonomi AS bahwa kerakusan yang dituangkan dalam spekulasi akan membawa kehancuran bagi perekonomian AS. Kemudian dalam salah satu acara bedah bukunya, Gekko mencontohkan bahayanya derifatif pinjaman. Dimana Bank berhak menggunakan uang yang disimpan untuk berbagai macam investasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga menangkap adegan yang mengingatkan saya tentang kondisi di mana Sri Mulyani dan Boediono dulu memutuskan untuk mem-bailout Bank Century. Yaitu adegan saat Keller Zabel memohon bailout pada Bank Federal AS. Sangat mirip, juga dengan embel-embel "sistemik"-nya, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama yang bisa saya dapat ini merupakan pelajaran mengenai gambaran langsung krisis 2008 yang disebabkan oleh Lehmann Brothers tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;part 2: kuasa kapitalis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dialog yang masih terngiang ketika Jacob marah kepada Bretton ketika mengetahui bahwa investor yang seharusnya digunakan untuk energi fusi bahan bakar air malah digunakan untuk investasi lain. Kurang lebihnya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bretton: "Kau ini kapitalis atau idealis?"&lt;br /&gt;Jacob: "Realistis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang ada, Jacob sangat berharap mendapat sodoran dana USD 100 juta untuk energi fusi bahan bakar air yang dinilai sangat potensial untuk umat manusia. Namun pada akhirnya dana digunakan untuk investasi lain dengan pertimbangan bisnis (bisa lebih menguntungkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan Bretton yang mempertanyakan pandangan Jacob ini seakan-akan menaruh bahwa idealis menjadi sesuatu yang tidak lagi populer. Bahkan Jacob yang "lurus" pun segan untuk mengakui idealismenya dengan mengalihkannya dengan realistis. Ya, dan kapitalis pun semakin merajalela. Faham ini pun telah menjadi alasan dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan film ini memang menceritakan tentang keserakahan para kapitalis. Penuh intrik, mengesampingkan hati nurani dan sportivitas, dan menjunjung tinggi kekayaan dunia. Saling telikung dengan segala cara tanpa peduli hubungan darah, lagi-lagi karena kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ah, saya terlalu malas dan muak membahasnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;part 3: drama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita drama antara Jacob dan Winnie yang dipengaruhi oleh Gordon cukup membantu untuk memahami bagaimana jatuh bangunnya Wall Street. Jacob yang cerdas, jujur, dan menggebu-gebu dilengkapi dengan tulusnya Winnie menghadapi darah dingin Gordon. Tanpa mengesampingkan peran lain, akting ketiga peran utama tersebut cukup membuat naik turunnya emosi bersamaan dengan jatuh bangunnya saham Wall Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya drama yang disuguhkan merupakan drama biasa, namun entah kenapa cerita antar tokohnya malah menguatkan inti pesan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yahh, permisi para pecinta film. Saya bukan seorang reviewer, hanya berbagi ekspresi saja. Saya hanya menuangkan yang dirasa saja. Oiya, walaupun saya mahasiswa akuntansi, tetap saja saya mengantuk di awal-awal film. Karena saya sejak awal sudah agak antipati terhadap pasar uang. Saya agak berpandangan sempit pada bursa saham. Saya masih mempertanyakan di mana letak usaha dari pekerjaan ini. Walaupun saya tau dunia sudah sangat berkembang, juga mengenai definisi usaha (mungkin), hehehe. Dan yang memprihatinkan, pasar ini menyangkut hajat hidup orang banyak, perekonomian dunia. Semoga mereka bisa mempergunakan dengan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...karena hingga akhir film, belum ada ajakan atau pesan "lebih bijak dalam stock market dan lebih mementingkan kepentingan bersama..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7506789529932754331?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7506789529932754331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/jalanan-dinding-kapitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7506789529932754331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7506789529932754331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/jalanan-dinding-kapitalis.html' title='Jalanan Dinding Kapitalis'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TLHcvTGtmMI/AAAAAAAAAHg/HYP4fXoa2to/s72-c/Wall_Street_2_Movie_Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2678815152204914899</id><published>2010-10-10T11:16:00.002+07:00</published><updated>2010-10-10T11:33:30.417+07:00</updated><title type='text'>mudik dari jalur yang salah</title><content type='html'>Rasanya sudah lama sekali saya meninggalkan blog ini. Sebulan lebih deh kayaknya... Sebenarnya banyak yang pengen saya tulis dari sebulan lebih itu, banyak sekali. Namun entah kenapa saya belum juga beranjak. Ya, saya kira saya keluar jalur. Keluar jauh dari logika ideal saya. Saya terlalu gila dan memilih untuk bergerak. Keluar jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembenaran kali ini, jika saya menunggu sinkronasi dengan logika ideal saya, maka saya tidak akan beranjak juga. Jalur tidak ideal ini saya ibaratkan sebagai ajang pembelajaran saja, hehehe :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu saya telah melangkah, walaupun itu keluar jalur tetap saja jalur saya. Tidak bijak jika saya menyesalinya, maka dimaksimalkan saja. Dan ketika saya menyadarinya, maka jalur saya pun semakin banyak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2678815152204914899?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2678815152204914899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/mudik-dari-jalur-yang-salah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2678815152204914899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2678815152204914899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/10/mudik-dari-jalur-yang-salah.html' title='mudik dari jalur yang salah'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7012983859423461681</id><published>2010-08-29T10:48:00.008+07:00</published><updated>2010-08-29T21:08:34.630+07:00</updated><title type='text'>am I xXx? yes, I am!</title><content type='html'>xXx ? Ya, itu adalah simbol untuk sebuah gerakan yang disebut dengan straight edge. Straight edge merupakan gaya hidup yang bersifat abstain terhadap pengkomsusian rokok, drugs &amp;amp; alkohol, dan free sex. Kampanye straight edge ini diawali oleh Ian McKaye, vokalis band hardcore/punk Minor Threat pada 1981. Ian yang muak dengan keadaan yang mengidentikkan rocker/punker dengan kehidupan hedonis, menggebrak dengan lagunya yang berjudul Straight Edge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;I’m a person just like you&lt;br /&gt;But i’ve got better things to do &lt;/em&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_LnLWtdJUj1g/R3AOVeHK4EI/AAAAAAAAADA/RSkEesjtEAQ/s1600-h/AB-StraightEdge.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Than sit around and f**k my head&lt;br /&gt;Hang out with the living dead&lt;br /&gt;Snort white s**t up my nose&lt;br /&gt;Pass out at the shows&lt;br /&gt;I don’t even think about speed&lt;br /&gt;That’s something I just don’t need&lt;br /&gt;I’ve got the straight edge&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_LnLWtdJUj1g/R3AOVeHK4EI/AAAAAAAAADA/RSkEesjtEAQ/s1600-h/AB-StraightEdge.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;( saya belum mendengarkannya, dan akan mendengarkannya :D )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian refrain ini menjadi senjata utama Ian untuk mengkampanyekan gaya hidup ini. Orang yang merasa sejalan dengan gaya hidup Ian mulai mengklaim dirinya sebagai straight edge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Straight edge dilambangkan dengan "xXx". "X" pertama untuk tidak merokok, "X" kedua untuk tidak drugs dan alkohol, "X" ketiga untuk tidak melakukan hubungan sex sebelum menikah. Adapun biasanya juga dilambangkan dengan coretan "X" di punggung tangan. Awalnya  coretan "X" di punggung tangan digunakan untu&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;k pengunjung club di Amerika yang belum mencukupi umur untuk minum alkohol. Kemudian diadopsi sebagai tanda bahwa kami tidak minum alkohol! Ucay, vokalis Rocket Rockers pun pernah menggunak&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;an tanda ini dalam beberapa kali kesempatan show-nya.&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/THniC0uDliI/AAAAAAAAAHY/9ZNXgdtfGXQ/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/THniC0uDliI/AAAAAAAAAHY/9ZNXgdtfGXQ/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510684157203944994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Perkembangan straight edge sendiri banyak diusung ole&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;h band-band punk/hardcore. Mereka dengan vokal meneriakkan dan berorasi tentang hidup sehat ini.&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Pada akhir 80-an straight edge mulai berkembang dengan gaya hidup vegetarian. Mereka berpendapat tentang animal liberation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, rocker/punker tidak selamanya identik dengan sex, drugs, alcohol, dan smoking. Straight edge lahir sebagai counter culture. Walaupun berawal dari kalangan music punk/hardcore namun kini straight edge telah diadopsi oleh seluruh genre musik. Bahkan kini straight edge sudah menjadi salah satu gaya hidup di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk saya, pemilih jalan ini adalah bagi mereka yang berpikir. Berpikir sebelum melakukan sesuatu, bukan hanya melakukan dengan dalih solidaritas, penghormatan, coba-coba, ikut trend, ataupun untuk sebuah pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan yang benar-benar lurus, waktu SMP, masa-masa pencarian jati diri, saya pun pernah menjadi seorang perokok. Tapi tidak bertahan dalam waktu yang lama, saya sadar juga, hahaha. Saya pun dikelilingi teman-teman perokok berat, pecinta minuman keras, drugs, hingga yang melakukan seks bebas. Saya berdiri di antaranya. Tidak jarang saya ditawari, saya suka diajak diskusi tentang hal-hal itu. Saya tau bagaimana tipe-tipe rokok, mulai "rokok enak-rokok murah", sehabis makan paling enak ngerokok apa, dll. Saya tau macam-macam minuman keras, merk-merk yang disegani, bagaimana perilaku teman-teman ketika mabuk, dll. Malah saya suka mendengarkan pengalaman-pengalaman yang "berbau" seks dari teman-teman saya. (hahaha kenapa? wajar saja, umur-umur pemua tanggung). Bukan saya meng- counter namun memahami mereka, dan mereka menghargai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya tidak ingin "berdakwah" tentang hidup sehat ini. Namun alangkah indahnya pluralisme, tanpa saling memaksa. Satu iklan mengajarkan bahwa, "tidak kotor, tidak belajar." Jadi, (lagi-lagi) semoga mereka dapat berpikir (belajar) untuk yang kedua kalinya setelah mereka mendapatkan "kotor', hahaha. Saya "berdakwah" saja dengan tetap mempertahankan idealis ini sebagai contoh. Atau, untuk kali ini saja, saya "berdakwah" di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Marilah hidup sehat, teman-teman!"&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;NB: saya ingin memunculkan ide baru dalam perkembangan straight edge, yaitu no atheis, hehe. Jadi orang-orang yang straight edge adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Biar lebih berasa substansi "straight"-nya. ( kiddin' :D )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7012983859423461681?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7012983859423461681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/am-i-xxx-yes-i-am.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7012983859423461681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7012983859423461681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/am-i-xxx-yes-i-am.html' title='am I xXx? yes, I am!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/THniC0uDliI/AAAAAAAAAHY/9ZNXgdtfGXQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6003908871301618574</id><published>2010-08-27T16:14:00.008+07:00</published><updated>2010-08-27T17:21:46.435+07:00</updated><title type='text'>even the sleep things become important to share</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;I can't sleep before I read some book, or listen to the music, or just let the TV noise still on when I going sleep, but I must be activate the timer menu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;I usually put one of my arm in pillow below.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;I love colder weather, but I love use my blanket too in the same time.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;It doesn't matter for me, in a bright or dark.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;If there are a guest for me, I have to ensure him/her have nice sleep before I get sleep.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mostly I'm very sensitive in my sleep, I can wake up only by one touch, even in my deep sleep.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;There is no need a long time to restore my mind when I woke up.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/THeM-f-7p4I/AAAAAAAAAHI/84R0Mn5ftC0/s1600/sleep.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/THeM-f-7p4I/AAAAAAAAAHI/84R0Mn5ftC0/s400/sleep.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510027674476324738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#0000EE;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;nice sleep everyone :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6003908871301618574?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6003908871301618574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/even-sleep-things-become-important-to.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6003908871301618574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6003908871301618574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/even-sleep-things-become-important-to.html' title='even the sleep things become important to share'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/THeM-f-7p4I/AAAAAAAAAHI/84R0Mn5ftC0/s72-c/sleep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5204566722522612444</id><published>2010-08-27T03:46:00.005+07:00</published><updated>2010-08-27T17:30:25.103+07:00</updated><title type='text'>satu lagi malam hebat</title><content type='html'>Sebenarnya penekanannya tidak hanya di malam saja. Seharian kemarin sangat hebat. Munculnya "berdebar-debar" itu lagi menyita siang hari. Sehabis buka petualangan dimulai. Saya buka bersama dengan sahabat karib saya pas SMA, yaitu Vira dan Ina. Mbak-mbak yang sudah pada sarjana itu mentraktir saya buka yang lumayan mewah, hehe. Cerita-cerita nostalgia dan impian-impian dilontarkan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu jadwalnya maen futsal anak-anak akuntansi angkatan 2006. Wah sudah gatel kaki ini bermain bareng para juara-juara itu, soalnya saya jarang ikut yang kemaren-kemaren karena berbagai halangan, juga saya jarang ke kampus belakangan ini. Sampai di sana, rasanya seperti "disambut". Saya rasa saya tidak berlebihan tentang disambut ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;flashback dulu---&gt;Jadi begini, di kampus saya (mungkin memang budaya di setiap kampus) ada semacam kelompok-kelompok mahasiswa. Yang ini kumpulnya sama yang ini-ini saja. Yang itu kumpulnya sama yang itu-itu saja. Banyak, banyak kelompok. Soal futsal juga, dulu kita mesti futsal bareng golongan-golongan tertentu. Nah, disini kuncinya. Saya memposisikan diri sebagai orang netral. Saya tidak berkelompok, saya indie, saya bebas. Namun bukan berarti saya tidak punya teman. Bahkan saya masuk ke semua kelompok tersebut. Saya tahu bagaimana gaya bercanda setiap kelompok. Saya tahu isu-isu apa atau tema apa yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka. Saya tau bagaimana harus menempatkan diri di setiap kelompok itu. Saya suka mengamati dan menganalisa setiap orang, memahami bagaimana cara mereka berpikir membuat kita semakin kaya. Tidak harus langsung melawan sesuatu yang berbeda dengan idealisme kita. Diskusi adalah jalan terbaik. Saling belajar. Oiya, bayangkan sebuah lingkaran dengan satu titik pada pusatnya. Saya memposisikan diri berada di titik tersebut. Dengan berada di tengah-tengah maka kita aka bisa melihat sekeliling dengan sama luasnya. Sekarang umpamakan di setiap sisi lingkaran tersebut adalah kelompok-kelompok mahasiswa. Jika saya berada pada satu sisi, maka mungkin saya akan melihat sisi sebelah saya dengan sangat sempit atau jika saya melihat sisi depan saya dengan sangat jauh. Tidak mesti seperti itu sih, cuma gambaran saja. Dan saya suka punya banyak teman, maka saya mempertahankan posisi pusat saya :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke disambut. Jadi pas saya datang tadi, semua pada menegur saya dengan nada exciting, akrab, hehe. "Wah, Aldi teko rek!" ; "Wah, gak tau ketok rek!" ; "Nang endi ae?" ; "dll"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan asiknya mereka semua yang berjumlah 20 orang, perwakilan dari setiap kelompok yang ada di kampus menyapa saya. Baik, saya buat perbandingan. Ada teman saya yang sama seperti saya, jarang ketemu, namun tidak semua teman saya yang di sana itu menyapanya dengan akrab, mungkin sebatas jabat tangan saja. Setelah itu, selalu saja dihujani pertanyaan-pertanyaan lanjutan semacam kabar gitulah. (Hehehe, suwun yo rek, gol backheel-ku sing terakhir mbois kan mau? :p)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk yang satu ini, saya menganalogikan seperti jika kita terlalu fanatik pada sesuatu. Entah itu lembaga, klub sepakbola, hingga grup band. Dengan kefanatikan tersebut yang diakutkan adalah hilangnay obyektifitas dan tinggal subyektifitas saja. Sempit. Oleh karena itu saya selalu berupaya untuk menjaga keobyektifan saya. Dengan obyektif saya bisa menjangkau banyak teman :) Oiya, namun hal ini membutuhkan proses. Setidaknya inilah yang saya dapat setelah empat tahun terakhir, hehe.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pulang futsal, ternyata sudah ditungguin temen-temen kos mau ngajakin traweh bareng. Wah, sip! Jadi gak perlu traweh sendirian lagi. Dan traweh tadi kita mau meregenerasi siapa yang jadi imamnya, hahaha. Yang biasanya saya atau Hilmi atau Tea (angkatan 2006 semua), tadi gantian Ersa dan Jaya yang jadi imamnya gantian. Ersa pas sholat Isya', Jaya pas trawehnya. Ummm, penilaian saya...not bad lah, walaupun traweh yang seharusnya gak ada tahiyat awal, tapi tadi Jaya pake tahiyat awal, hahahaha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai traweh, kita Yasinan bareng. Sunnah kan tiap malam Jum'at, lagipula ini tadi malam ke-17 Ramadhan, Nuzulul Qur'an. Semoga semua ibadah kami mendapat ridho-Nya. Siplah! Setelah Yasinan bareng kita jadi "bright" lagi. Ceria, sepertinya kita lupa bahwa sekarang sudah jam 2an. Anak-anak mengulik-ngulik Al-Qur'an terjemahan, mencari kebenaran-kebenaran didalamnya (ceileeehhh!). Saya meneruskan tadarus saya. Saya dapat 1.5 juz malam ini, WAW! hahahaha kalo pas lagi mood bisa keterusan ngajinya, nyaman sih. Sebenernya mengejar target qatam, semoga saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu anak-anak pada beli sahur di luar, saya yang sudah beli sahur malamnya melakukan hal yang saya ingin lakukan dari dulu: nonton pertandingan Juve lewat live streaming! hahahaha. Ternyata cukup lancar juga, jadi bisa dijadikan jadwal rutin kalo gitu. Ditambah lagi Juve tadi menang lawan Strum Graz. Forza Forza La Juve Ale!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke, ini satu lagi malam hebat saya. Terimakasih buanyak teman-teman! :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktunya Subuhan dan tidur............. (4:49 AM)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5204566722522612444?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5204566722522612444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/satu-lagi-malam-hebat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5204566722522612444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5204566722522612444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/satu-lagi-malam-hebat.html' title='satu lagi malam hebat'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2487263999376735937</id><published>2010-08-22T18:49:00.004+07:00</published><updated>2010-08-22T19:04:23.701+07:00</updated><title type='text'>ingin</title><content type='html'>Halo, rasanya lama sekali saya tidak menulis. Ditambah pula kualitas tulisan saya yang sangat jelek pada postingan-postingan terakhir, hehehe. Kali ini pun entah tidak punya apa-apa untuk ditulis tapi saya ingin saja. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yap, ingin. mungkin itu tema hari ini. Hari ini saya hanya melakukan semua yang saya inginkan. Tak peduli apa yang terjadi di luar sana, saya hanya mengunci diri di kamar. Cuma ditemani laptop bobrok saya, saya cuma berselancar di jaringan sosial dan menonton film. Sepanjang hari, walaupun hari mendung dan kamar saya gelap saya tidak menyalakan lampu, terlalu sayang untuk mengubah posisi saya menonton film, hahahaha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tadi saya menonton 500 days of Summer. Dan menyadari bahwa bertindak sesuka hati itu tetap ada batasannya, karena kita tetap saja makhluk sosial. Apapun yang kita lakukan sedikit banyak dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan kita. hahaha, itu yang saya lakukan setiap hari. Bahkan banyak teman saya yang menyuuh saya untuk lebih egois. Entah apa jadinya kalo saya egois, hahahaha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buka, belum makan karena gak ada uang. Berpikir dua kali untuk beli makan. Sisa uang ini untuk makan buka atau makan sahur besok ya? hahaha karena memang sisa uang ini hanya bisa untuk beli sekali makan!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malas tarawih di masjid, tarawih di rumah saja biar bisa lebih cepat dan meneruskan tadarus...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2487263999376735937?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2487263999376735937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/ingin_22.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2487263999376735937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2487263999376735937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/ingin_22.html' title='ingin'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6274007147427283247</id><published>2010-08-08T10:45:00.004+07:00</published><updated>2010-08-08T11:23:25.395+07:00</updated><title type='text'>I'm ready for JFC</title><content type='html'>bukan Juventus Football Club, klub kesayangan saya (selain Persik, hehehe) tapi ini Jember Fashion Carnaval!! Walaupun dengan menahan kantuk yang sangat hebat, karena night driving, belum tidur sama sekali, saya tidak akan melewatkan begitu saja salah satu event internasional ini. Kesan pertama: Selamat untuk Pemkab Jember, Anda berhasil! Event yg matang, barometer karnaval fashion di Indonesia, objek wisata yg sukses, strategi yg jitu menilik kurangnya potensi wisata di Jember. Pesertanya pun total dalam berpartisipasi, ketika saya menyebutnya total, artinya mereka memaksimalkan semua potensi masyarakat yang ada, sangat WOW! Hingga kreasi-kreasi yang tak terjangkau pikiran saya.. YEAY!! SAYA SIAP! SAYA SIAP! SAYA SIAP! (dengan logat khas Spongebob Squarepants) Semoga bisa melupakan saya dengan kenyataan saya masih harus melawan kantuk karena night driving masih akan menjadi menu saya nanti... Ya ALLAH, dengan AsmaMu kami berangkat, dengan AsmaMu kami selamat, dengan AsmaMu perjalanan ini bermanfaat :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6274007147427283247?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6274007147427283247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/im-ready-for-jfc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6274007147427283247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6274007147427283247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/im-ready-for-jfc.html' title='I&apos;m ready for JFC'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-9178041289720201289</id><published>2010-08-06T00:47:00.003+07:00</published><updated>2010-08-22T19:05:19.419+07:00</updated><title type='text'>"Anda sopan, kamipun sopan."</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;...kenapa selalu harus dimulai dari "Anda"?? hah??? Kenapa tidak dimulai dari diri sendiri?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-9178041289720201289?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/9178041289720201289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/anda-sopan-kamipun-sopan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/9178041289720201289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/9178041289720201289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/anda-sopan-kamipun-sopan.html' title='&quot;Anda sopan, kamipun sopan.&quot;'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6027799873947182704</id><published>2010-08-05T15:55:00.004+07:00</published><updated>2010-08-05T16:13:54.337+07:00</updated><title type='text'>...</title><content type='html'>The most caring people for football club are the supporters. We support them with heart, no more another interest. We are militant. And this is Persikmania. We was born at early 2000. We are not yet 10 years old. And we must accept this fact. IT WAS A BULLYING!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6027799873947182704?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6027799873947182704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6027799873947182704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6027799873947182704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/08/blog-post.html' title='...'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4952175179276641823</id><published>2010-07-21T21:55:00.005+07:00</published><updated>2010-07-21T22:53:51.930+07:00</updated><title type='text'>Apa kabar? Super!</title><content type='html'>Ya, Super. Sebenarnya jawaban "super" ini saya meniru jawaban teman saya yang selalu menjawabnya begitu setiap kali ditanya kabar, hehe. Dan malam ini sepertinya saya baru bisa mengaplikasikannya, hehehe. Saya merasa super hari ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminggu ke belakang, saya sudah dua kali pulang-pergi Kediri-Malang dalam rentang wajtu kurang dari 12 jam. Yang pertama Jumat kemaren, berangkat dari Kediri jam 3, nyampe maghrib, jam 8an berangkat lagi, nyampe Kediri jam 10an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini. Bangun pagi, persiapan jualan es tebu, pecah-pecah es batu, sampe di tempat jualan menata mesin, meja, sapu-sapu dan siap berangkat ke Kediri! Yeay! Saya berangkat ke Kediri sama Vigna untuk: menonton Persik! Pertandingan Persik di kandang yang terakhir musim ini. Walaupun hampir pasti terdegradasi ISL, namun masih ada peluang untuk masuk babak semifinal di Piala Indonesia. Lawan Persija yang pada pertemuan pertama berakhir 4-3 untuk Persija. Maka di laga kali ini Persik hanya butuh menang 1-0 saja. Berangkatlah saya jam 10. Di jalan bersama Vigna. Hmmm..bersama orang yang tepat untuk bernostalgia, bercerita tentang perjalanan, tentang masa lalu, dan tentang semua hal "bajingan" kita, hahahaha. Mampir dulu di salah satu warung kenangan kita. Sampe Kediri jam setengah 2, istirahat sebentar dan siap nonton Persik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, here we are: Stadion Brawijaya Kediri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV-l9YdGI/AAAAAAAAAGg/-ekv8jHeVmw/s1600/21072010802.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV-l9YdGI/AAAAAAAAAGg/-ekv8jHeVmw/s200/21072010802.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496386035314619490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV_Kqx2xI/AAAAAAAAAGo/gFLKGOW2V6g/s1600/21072010803.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 212px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV_Kqx2xI/AAAAAAAAAGo/gFLKGOW2V6g/s200/21072010803.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496386045168704274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV_nKlB7I/AAAAAAAAAGw/JqcIdWF76pc/s1600/21072010804.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 303px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV_nKlB7I/AAAAAAAAAGw/JqcIdWF76pc/s200/21072010804.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496386052818274226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan.....................Persik menang 2-0!!!! Lolos babak semifinal Piala Indonesia!!! Pertandingan semifinal akan digelar di Solo, dan saya akan di sana! Yeah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sehabis maghrib saya siap pulang kembali ke Malang. Kali ini bersama Andik. Perjalanan malam yang mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, dingin sekali malam ini. Bahkan Superman memiliki indra yang lebih peka sehingga akan terasa sangat dingin sekali malam ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4952175179276641823?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4952175179276641823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/07/apa-kabar-super.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4952175179276641823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4952175179276641823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/07/apa-kabar-super.html' title='Apa kabar? Super!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TEcV-l9YdGI/AAAAAAAAAGg/-ekv8jHeVmw/s72-c/21072010802.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2754386286359844406</id><published>2010-07-10T20:03:00.002+07:00</published><updated>2010-07-10T20:45:18.624+07:00</updated><title type='text'>ko-(minus)muni-kasi</title><content type='html'>Yiiihhhhhaaaaaa! Tidak perlu muni (bunyi) lagi untuk berkomunikasi! Hahahaha. Saya terinspirasi sama teman saya yang lagi tak henti-hentinya nge-BBGL (BlackBerry Gitu Loh!) di kursi atas saya sekarang. Yup! Belilah BB maka Anda tidak lagi membutuhkan mulut untuk berkomunikasi. Anda akan serasa berada di ruangan resepsi yang besar penuh dengan teman-teman Anda, kaya pembicaraan. Banyak sekali fitur yang ditawarkan untuk menjangkau teman-teman Anda mulai dari facebook, twitter, YM, BBM, bla..bla..bla. Pas suasana lagi sepi, eh, dia malah ketawa-ketawa sendiri. Memang, daripada Anda memecah kesunyian nyata, Anda akan lebih tertarik untuk berseri-seri sendiri saja. Yasudah, ntar kalo mati biar dilayat BlackBerry-nya saja! Hahahaha.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus..terus....saya pantau-pantau kok di setiap akun social network atau instant message yang dipunya semua topiknya beda-beda. Kayaknya Anda akan jadi orang yang berbeda di setiap akun-akun tersebut. Jadi berapa akun social network dan instant message Anda, maka sejumlah itulah kepribadian Anda. Hahahahaha. Walaupun sama orang yang sama tapi kalo beda tempat komunikasinya maka beda pula topiknya, sial! Udah gitu, pas ketemu (di dunia nyata) seakan-akan mereka itu tidak pernah membicarakannya. Ya begitulah, yang diomongin di YM ya YM saja, di wall facebook ya beda sama yg di twitter, adalagi yg di BBM. Huuuaaaaahhhhhhh. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ampuuuuuuuunnnnnn BlackBerry!!! Rencang-rencang, meniko diparingi CANGKEM dipundamel ngaturaken endikan, monggo dipunmaksimalaken, sosialisasi secara langsung pancet paling enggal... Halah, emboh!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2754386286359844406?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2754386286359844406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/07/ko-minusmuni-kasi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2754386286359844406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2754386286359844406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/07/ko-minusmuni-kasi.html' title='ko-(minus)muni-kasi'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4703741769952674879</id><published>2010-07-08T21:51:00.006+07:00</published><updated>2010-07-08T23:36:13.897+07:00</updated><title type='text'>apa kabar? kurang baik</title><content type='html'>Hehe judul ini saya ambil dari chat facebook saya yg barusan. Saya selalu males dengan jawaban standar (setting-an) orang Indonesia atas pertanyaan "Apa kabar?". Sebagian besar jawaban pasti adalah: "Baik-baik saja" hehehe. Saya pikir tujuan orang bertanya kabar pasti ingin lebih tau dari sekedar "baik-baik saja" saja. Yaaa..bukannya berharap "tidak baik", namun kita kan bisa saling berbagi kabar. Bagaimana sekolah kita, pekerjaan kita, kota tempat tinggal kita, keluarga kita, macem-macem lah. Atau mungkin kita yang kurang terbuka, atau harus dituntun (ditanya) dulu baru terbuka? Atau ini namanya toleransi? Dengan jawaban "baik-baik saja", jadi kita tidak membebani orang lain?  Ahhh, sudahlah! Biar saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, saya nulis bukan untuk membahas itu kok. Gak tau kok tiba-tiba pengen nulis saja. Saya sedang di kos sendiri, eh, ralat, tidak sendiri, ini Tea barusan saja datang. Dengan ditemani musik dari Peterpan, Sheila on 7, dan Padi. Apa? Mainstream? Terserah!!! Toh saya tidak memungkiri kalo saya suka, hehe. Oiya, sebenarnya ada tawaran nonton bareng anak anak yang laen, gratis pula, tapi nontonnya Eclipse. Ogah ah. Bahkan saya New Moon belum liat, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, kurang baik! Secara fisik saya agak tidak enak badan. Sedikit capek dan hampir flu. Kemaren lusa saya dan teman-teman saya berlima nebang tebu di daerah Buring Malang. Nebang sendiri blusukan di tegalan tebu, becek-becekan, kesayat-sayat daun tebu, kotor-kotoran dan hujan-hujanan! Berhasil membawa 3 sak tebu penuh, kalo ditimbang kira-kira totalnya 50kg lebih. Asik banget!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, saya belum cerita kalo saya sekarang lagi jualan es tebu. Ntar deh saya cerita asal muasalnya kok tiba-tiba nge-es tebu, hehe. Jadi selama ini stock tebu dikirim dari Kediri seminggu sekali. Tapi ada kalanya tebunya abis sebelum dapet kiriman. Jadinya harus cari di Malang dan setau saya di Malang ini masih di Buring saja. Ini pun bertahap. Awal-awal dulu saya beli ke orang yang nebang seharga 20 ribu untuk satu sak. Sampai saya tau bahwa 20 ribu itu sangatlah berlebihan untuk hanya satu sak. Kemudian saya membeli 10 ribu dan ternyata menghasilkan jumlah yang sama. Bagus! Hingga akhirnya kita menebang sendiri dan hal ini tidak ber-efek pada mereka yang nebang. Hahaha akhirnya gratis!!! Tapi sialnya, hal ini juga menimbulkan beban psikologis tersendiri karena apa yang kita lakukan ini termasuk mencuri! Nah lo!!! Masa orang jualan gak modal??? hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini stock tebu habis. Ditambah lagi tadi pas ke Buring sudah kesorean dan tegal yang biasanya kita "jarah" sekarang sudah abis dibabat. Jelas besok tidak bisa jualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini letak permasalahannya. Seharusnya kita semua yang berpikir untuk solusinya, namun hanya saya dan Tea dan Dhimas (kadang-kadang).  Saya rasa ini tentang rasa memiliki. Bukankah dengan memiliki kita akan total menghidupinya? Ya, dan kita masih kurang memiliki. Jangan cuma mengandalkan kami. Ayo kita berjalan bersama. Berlari bersama! Jangan cuma diseret bisanya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ah, kasian dada saya... uhuk..uhuk.... Selamat malam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4703741769952674879?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4703741769952674879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/07/apa-kabar-kurang-baik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4703741769952674879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4703741769952674879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/07/apa-kabar-kurang-baik.html' title='apa kabar? kurang baik'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6475598588284688646</id><published>2010-06-20T19:08:00.002+07:00</published><updated>2010-06-20T20:14:53.527+07:00</updated><title type='text'>Belajar Ragam</title><content type='html'>Baiklah, sekarang...apakah saya telah berbuat benar? Atau malah menyalakan api dalam sekam? Satu pikiran yang selalu saya hindari: mereka tidak "sampai" dengan maksud saya. Ayolah, kita sudah sama-sama dewasa. Saling memahami sudah mulai penting bagi kita, setidaknya kita belajar bersama-sama lah. Sudah bukan waktunya represif, saya yakin kalian juga tidak suka di-represif-in. Mungkin sekarang kita sedang mayoritas, bukan berarti kita lebih kuat. Kalo seperti itu kita sama saja dengan apa yang kita apathisi sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya kemarin membuat status, "Kalo kita dengerin musik yg kuas dan beragam, seharusnya kita juga bisa nerima sifat orang yg beragam pula." Begitulah! Luas saja, tidak memihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih percaya hukum timbal balik. Mereka akan baik kalo saya baik. Mereka akan apatis kalo kita juga acuh. Saya dibikin sakit karena saya pernah bikin seseorang sakit. Saya kecewa dan saya berpikir bahwa saya pasti juga pernah membuat kecewa. Yah, apalah. Jadi saya tidak harus menghakimi. Saya tidak harus tersinggung spontan: berpikir! berpikir! berpikir! jernih! jernih! jernih! dan all iz well :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bagaimana kalo sekali-sekali tidak langsung mengkontra apa yang tidak sejalan dengan kita? Simpan energi untuk melawan dulu, diganti energi untuk belajar. Diikuti saja dulu, dipahami, diterima baru disinkronasi. Toleransi, kata Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dulu pas SD, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari belajar bersama!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6475598588284688646?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6475598588284688646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/belajar-ragam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6475598588284688646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6475598588284688646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/belajar-ragam.html' title='Belajar Ragam'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2594994995677877493</id><published>2010-06-20T00:41:00.002+07:00</published><updated>2010-06-20T00:57:49.225+07:00</updated><title type='text'>dosa yang membangun</title><content type='html'>Barusan kita ber-enam (Saya, Tea, Dhimas, Ersa, Jaya, Ferdi) sharing. Banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instropeksi, berkaca tentang diri sendiri. Saling lempar kritik, saling sindir, saling maki (dalam kosan kami makian adalah menu sehari-hari, sehingga mental kami terbentuk tebal). Hancur-hancuran, tak ada sungkan, apa adanya. Perumpamaan-perumpamaan menohok, hingga serangan menembus jantung. Pengakuan malas, tidak dapat bekerja tanpa ada pemicu, sampai-sampai pengakuan pecundang dan muka dua. Catat! Pengakuan, bukan olok-olok! Hebat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi selanjutnya adalah mengeluarkan semua unek-unek! Wahahahahaha puassss sekali! Saling memahami satu sama lain, saling mengiyakan, adu argumen. Keluarlah semua! hahaha. Ada yang lama dipendam, ada yang salah duga. Semua sah hari ini, teman-teman! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horeeeeeee!!! Merdekaaaa!!! Hahahaha. Tertawa lepas. Memang begitu gunanya teman :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2594994995677877493?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2594994995677877493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/dosa-yang-membangun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2594994995677877493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2594994995677877493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/dosa-yang-membangun.html' title='dosa yang membangun'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7792889987540102806</id><published>2010-06-11T23:42:00.002+07:00</published><updated>2010-06-12T00:37:29.521+07:00</updated><title type='text'>diselamatkan deadline (lagi) !!</title><content type='html'>Tadi pagi saya dibangunkan oleh sms teman saya, Husni. Teman waktu KKNP (magang) di Pertamina tempo hari. Dia mengabarkan kalo hari ini (hari kuliah efektif terakhir) adalah hari terakhir mengumpulkan laporan KKNP. Saya yang sedari awal menggampangkan dan sebenarnya tidak percaya hal itu (saya percaya kalo pas minggu tenang masih bisa mengumpulkan laporannya) merespon dengan tenang-tenang saja. Trus ditelpon Husni dan (seperti biasa) dia tidak sabaran, tipe orang yang tidak mau ngambil resiko dan patuh (hehehe), dia memaksa untuk menyelesaikan hari ini juga! Oke jadi deskripsi waktunya seperti ini: Saya baru bangun jam 9 dan ditelpon Husni jam 10, memaksa harus selesai jam 3 sore. Hari ini adalah hari Jumat, pasti kepotong Jumatan kurang lebih 1 jam. Pekerjaan laporan saya cuma kurang dari 1 bab dari 4 bab, praktis waktu yang saya miliki hanya 4 jam!! Baguslah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngebut! Rencana saya hari ini saya lupakan demi mengerjakan laporan, bahkan saya tidak makan! Hahaha. Target: sampe sebelum Jumatan harus selesai 1 bab penuh! Yeah, masih 1 saja! It's okey, karena itu intinya laporan, di bab 3. Dan saya berhasil! Bab 3 selesai sebelum Jumatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Jumatan jadi tidak khusyuk. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk telat ngumpulin laporan, harus mengulang semester depan. Menyusun rencana apa-apa yang harus dikerjakan. Dan berdoa... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Jumatan langsung ngerjain Bab 4 tentang kesimpulan dan saran, enteng.. hehehe. Abis ngerjain bab 4 saya menuju ke rumah Husni, siapa tau dapat contekan bab 1 dan 2. Sampek di sana ternyata Husninya malah lebih parah daripada saya! Dia belum selese bab 3 nya. Yaudah, aku ngerjain sendiri aja bab 1 dan 2 nya. Ngedit-ngedit dari contoh laporan temen. Trus bikin daftar gambar, daftar tabel, daftar pustaka, daftar isi, kata pengantar, dan lembar pengesahan. Trus selesai! Waw!!! Tinggal ngeprint! Abis ngeprint, laporan siap jam 3 pas! Alhamdulillah... kok bisa ya? Bukti kuasa Tuhan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menelpon Pak Aulia Fuad (Dosen Pembimbing KKNP saya) dan dia menyuruh saya cepetan datang ke kampus. Saya pikir Pak Fuad mau ada kelas. Oke saya segera berangkat ke kampus meninggalkan Husni dan laptop saya tinggal di rumah Husni. Sampe di kampus, Pak Fuad tidak ada di ruangannya. Saya telpon lagi ternyata Pak Fuad sudah ada di mobil dan akan pulang. Walah! Saya pun lari menuju tempat parkir. Pak Fuad menghentikan mobilnya yang sudah setengah keluar (sudah tidak dalam kondisi parkir, sudah siap meluncur pulang) dan menemui saya. Laporan saya dilihat beralaskan kap mobil, dan saya presentasi (bercerita). Pak Fuad mendengarkan sambil membaca-baca laporan saya, trus memberi nilai. Ternyata Pak Fuad masih belum puas dengan cerita saya, saya diajak masuk ke mobilnya dan mengeluarkan mobil dari parkiran agar tidak menghalangi mobil lain. Maka berceritalah saya di dalam mobilnya Pak Fuad, hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi yang unik saya kira, hehe. Dan bersyukurnya lagi, ternyata hari itu adalah hari terakhir untuk tiga minggu ke depan Pak Fuad di kampus. Bayangkan jika saya masih santai dan menunda mengerjakan laporan minggu depan, saya tidak akan bisa menemui Pak Fuad dan otomatis saya harus mengulang semester depan! Saya benar-benar berada di waktu terakhir! Hahahaha. Terimakasih Tuhan! Memang petunjuk itu bisa datang dari mana saja, yang ini giliran dari Husni, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga terimakasih untuk deadline! Kalo gak ada deadline, mungkin saya masih sante-sante, enak-enakan, mengerjakan hal lain, mengurus ini-itu, meneruskan membaca The Sorceress, menikmati sakitnya badan ini, bla..bla..bla.... hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari datang lagi deadline-deadline yang lain! :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7792889987540102806?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7792889987540102806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/diselamatkan-deadline-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7792889987540102806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7792889987540102806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/diselamatkan-deadline-lagi.html' title='diselamatkan deadline (lagi) !!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-689041241618055895</id><published>2010-06-08T20:09:00.003+07:00</published><updated>2010-06-08T20:53:37.556+07:00</updated><title type='text'>mati tidak sama dengan berhenti</title><content type='html'>Saya sakit, sangat sakit saya kira. Saya juga capek, namun kalo capek saya masih terbiasa. Bahkan saya sangat menikmati capek, biasanya. Tapi ini lain, saya hancur secara fisik tapi dengan pikiran excited. Begitulah, karena saking excited-nya saya melupakan fisik saya. Memang benar kekuatan pikiran bisa menjadi motivasi yang sangat manjur. Tapi ketika berhenti saya jatuh. Namun tetap saja saya takut untuk menunjukkan ketidakberdayaan ini. Saya harus tampak kuat dan selalu membuat mereka kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tenang teman-teman, saya tidak akan berhenti :) tapi saya akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-689041241618055895?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/689041241618055895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/mati-tidak-sama-dengan-berhenti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/689041241618055895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/689041241618055895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/mati-tidak-sama-dengan-berhenti.html' title='mati tidak sama dengan berhenti'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4340264751214856725</id><published>2010-06-05T21:26:00.006+07:00</published><updated>2010-06-05T21:47:02.057+07:00</updated><title type='text'>that night Coffee Time was became Dead in Deadline Time</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApf7ocy54I/AAAAAAAAAGA/sDeg922FzHM/s1600/IMG_8008.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApf7ocy54I/AAAAAAAAAGA/sDeg922FzHM/s320/IMG_8008.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479297374724745090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;preparing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfoGsSVXI/AAAAAAAAAF4/WZB8hePKOHY/s1600/IMG_8011.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfoGsSVXI/AAAAAAAAAF4/WZB8hePKOHY/s320/IMG_8011.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479297039245399410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;still preparing, actually, I don't know how to fix that stuff!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfnlfynFI/AAAAAAAAAFw/r789-5wTbJA/s1600/IMG_8021.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfnlfynFI/AAAAAAAAAFw/r789-5wTbJA/s320/IMG_8021.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479297030334618706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;drum beat intro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfnXUxgMI/AAAAAAAAAFo/QG_-kt9DcbU/s1600/IMG_8035.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfnXUxgMI/AAAAAAAAAFo/QG_-kt9DcbU/s320/IMG_8035.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479297026530312386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;my back, enjoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfnL5wv8I/AAAAAAAAAFg/6S3vyFBbReo/s1600/IMG_8037.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfnL5wv8I/AAAAAAAAAFg/6S3vyFBbReo/s320/IMG_8037.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479297023464226754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dead in deadline, huh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfmhWieJI/AAAAAAAAAFY/Ak1TOMvptL0/s1600/IMG_8074.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfmhWieJI/AAAAAAAAAFY/Ak1TOMvptL0/s320/IMG_8074.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479297012042201234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;the middle line&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfECe7KVI/AAAAAAAAAFQ/o2O0RJ7Kxro/s1600/IMG_8083.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfECe7KVI/AAAAAAAAAFQ/o2O0RJ7Kxro/s320/IMG_8083.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479296419640322386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;the frontliner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfDrQ1cwI/AAAAAAAAAFI/nTcOu6pxrSY/s1600/IMG_8100.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfDrQ1cwI/AAAAAAAAAFI/nTcOu6pxrSY/s320/IMG_8100.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479296413407212290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;are we emo enough?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfDWIYkdI/AAAAAAAAAFA/ABwUXQDrc-4/s1600/IMG_8112.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfDWIYkdI/AAAAAAAAAFA/ABwUXQDrc-4/s320/IMG_8112.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479296407734620626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;take a deep breath, buddy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfDHJ62tI/AAAAAAAAAE4/YUpM__BKmC0/s1600/IMG_8121.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfDHJ62tI/AAAAAAAAAE4/YUpM__BKmC0/s320/IMG_8121.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479296403714530002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;there are two people with the worst skill!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfCr8d9PI/AAAAAAAAAEw/-_bqUO8qSg0/s1600/IMG_8123.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApfCr8d9PI/AAAAAAAAAEw/-_bqUO8qSg0/s320/IMG_8123.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479296396410352882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;after show&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4340264751214856725?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4340264751214856725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/that-night-coffee-time-was-became-dead.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4340264751214856725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4340264751214856725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/06/that-night-coffee-time-was-became-dead.html' title='that night Coffee Time was became Dead in Deadline Time'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TApf7ocy54I/AAAAAAAAAGA/sDeg922FzHM/s72-c/IMG_8008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-702689311676654491</id><published>2010-05-30T21:58:00.004+07:00</published><updated>2010-05-30T22:30:23.167+07:00</updated><title type='text'>Chauvinisme: Persikmania</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;Saya masih shock saja sekarang, masih sesak dada ini. Pengen jahe untuk melegakan (loh, bukannya jahe untuk melegakan tenggorokan bukan dada? Salah ya?). Asem, berarti gak ada yang bisa melegakan. Masa’ harus nangis? Tapi saya rasa saya gak malu menangisi. Ironis. Mendengar raungan konvoi motor merayakan juaranya Arema, saya terlindas-lindas. Persik terdegradasi. Degradasi kasta kejuaraan sepakbola Indonesia membuat degradasi kemauan saya malam ini, rencana saya berantakan. Saya malas ngapa-ngapain, murung, masih sesak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Persik terdegradasi? Saya benar-benar masih tidak percaya. Ada setitik harapan dilambungkan, tapi kita tidak bisa meraihnya. Saya tidak bisa berusaha apa-apa, mengusahakan apa-apa. Hanya terus berdoa saja. Saya masih tak percaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Layaknya anak laki-laki di daerah, saya berpaham chauvinisme akut. Apalagi yang daerahnya memiliki klub sepakbola. Dan saya cah Kediri, maka saya Persikmania (nama pendukung Persik, klub sepakbola Kota Kediri). Saya bukan yang garis keras atau fanatik berlebihan yang hanya bisa melihat satu sisi saja. Bukannya yang membenarkan anarki. Bukan garis depan. Namun saya selalu berusaha semaksimal mungkin nonton di stadion setiap Persik berlaga. Di kandang maupun tanda&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ng ataupun laga usiran. Saya di sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya bukan Persikmania dadakan. Saya sudah di sana ketika Persik masih di Divisi II atau kasta level ketiga (saat itu, sekarang level keempat), tahun 2001. Saya masih ingusan, SMP kelas 1. Persik pun juga masih belum bergaung seperti sekarang, malah hampir tidak ada kabarnya, bahkan dulu masih tenar Persedikab, klub sepakbola Kabupaten Kediri. Masa-masa itu merupakan masa-masa berkenalan dengan Persik. Stadion Brawijaya (kandang Persik) masih sangat belum layak untuk level nasional sekalipun. Hanya ada satu tribun dan hanya menampung sekitar 400-an orang yang terletak di barat stadion (sekarang VIP). Dulu Persikmania cuma 200-an dan mengisi setengah bagian tribun bagian utara saja. Karena sisi lain stadion hanya gundukan tanah yang ditumbuhi pohon-pohon besar saja, ka&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lo hujan becek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahun itu Persik promosi ke Divisi I setelah menempati peringkat ketiga (kalo tidak salah). Setelah promosi itu gaung Persik di Kota Kediri mulai terasa. Mulai banyak persikmania yang datang ke stadion. Untuk mengakomodasi semakin banyaknya supporter, maka dibuat tribun sementara dari bambu. Tribun dari bambu tersebut dibangun di sisi timur lapangan. Lumayanlah, karena tidak harus duduk di tanah lagi, hehe. Dan ternyata Persik hebat juga di musim itu, didukung&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dengan trio pemain asing dari Chile, yaitu Fernando Guajardo Levia, Alejandro Bernal, dan Juan Carlos Tapia (sumber: ingatan). Dan dengan tangan dingin manajer Iwan Budianto yang merekonstruksi Persik. Saat itu, Iwan Budianto merupakan menantu dari Pak Maschut, Walikota Kediri sekaligus Ketua Persik Kediri. Iwan rela meninggalkan jabatan sebagai manajer Arema untuk menangani Persik yang berada di level lebih rendah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan ternyata hasilnya sangat menggembirakan, Persi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;k menjadi Juara Divisi I!!! Dengan predikat itu, maka Persik berhak untuk naik kasta ke Divisi Utama, kasta tertinggi Liga Indonesia (saat itu). Untuk pertama kalinya Persik menembus Divisi Utama! Kebetulan pada saat yang sama Persedikab terdegradasi ke Divisi I, jadi animo penonton tersedot ke Stadion Brawijaya. Yang asli Kota Kediri, Kabupaten Kediri, hingga Pare, Blitar, dan Tulunggagung adalah Persikmania!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahun 2003, kelas 3 SMP. Saya pastikan saya selalu me&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;nonton setiap pertandingan kandangnya. Jika pertandingan pas midweek, atau hari sekolah, saya rela tidak masuk bimbingan (kan kelas 3 dulu ada bimbingan persiapan UNAS gitu lah). Pulang jam 1, langsung mancal sepeda super cepat, makan cepet-cepetan, sholat gak khusyuk, pilih baju persik, syal persik, langsung berangkat ke stadion…lari! Ya, rumah saya lumayan dekat dengan stadion, kurang lebih 1 km (kayaknya kurang). Jadi teman-teman saya sering nitip sepeda atau motor di rumah saya. Cuma sekali saya gak nonton, pas lawan Petrokimia Gresik, itupu karena pas UNAS. Dan saya hanya bisa mendengar teriakan “GOOO..OOL” dari rumah saya.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tak disangka Persik sangat hebat musim itu. Dengan dipoles tangan dingin Jaya Hartono, motivasi dari Iwan Budianto, dan pemain-pemain (tak usah disebutkan satu-satu, tapi saya jamin saya masih (hampir) hapal semua plus nomor punggung :p) yang tak masuk perhitungan bintang, Persik menjelma menjadi tim ajaib. Lebih ajaib dari Persikota Tangerang yang dijuluki Bayi Ajaib karena langsung menembus semifinal pada tahun pertamanya di Divisi Utama. Karena Persik menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;juara Divisi Utama pada keikutsertaannya yang pertama dan pada kompetisi penuh untuk yang pertama kalinya! Karena Persik tidak terkalahkan di kandang! Hebat! Terlalu hebat! Melambungkan asa kami secara prematur. Khayal! Bangga! Gak percaya! Bahkan kami masih belum tau bagaimana biasanya supporter bola berpesta? Hahaha. Kota Kediri penuh dengan atribut Persik. Benar-benar terlalu penuh untuk kota kecil itu, ungu! Berpesta, mengusung replika trofi, kembang api, konvoi mengarak sang pahlawan mengitari se-eks Karisidenan Kediri. Senang! Sangat senang!&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Oiya, ada cerita terselip, yaitu ketika di kandang melawan Arema. Karena jarak yang dekat antara Kediri dan Malang, ditambah lagi kedekatan secara “saudara muda” karena banyak pemain Persik yang eks-Arema. Stadion penuh membludak, setengah bagian selatan milik Persik, dan sisanya milik Arema. Bahkan lebih banyak Arema. Jam-jam sebelum pertandingan kita saling melempar lagu atau yel-yel. “Ayo ayo Persik Kediri, Arema kita saudara..!” Begitu akur dan akan sangat meriah saya kira. Kebetulan saya berada di tribun yang paling berdekatan dengan tribun Arema, jadi bosa lebih merasakan atmosfernya. Untuk pertama kalinya melihat pendukung yang sudah berpengalaman dan sangat kreatif. Sesaat sebelum pertandingan ada empat Aremania yang berlari mengitari lapangan dengan membentangkan spanduk raksasa Arema, sepertinya memang sudah tradisi atau untuk menyapa. Namun Persikmania yang belum paham merasa kesal dan beberapa melakukan aksi pelemparan. Di situ mula&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;i ada “percikan” permusuhan. Ketika pertandingan berlangsung Aremania merangsek hingga berada di belakang gawang. Dan pertandingan berlangsung. Priiit, Persik mendapat hadiah pinalti. Aremania pun protes hingga ada yang masuk ke lapangan. Tensi mulai meninggi. Pertandingan dilanjutkan dan gol, 1-0 bagi Persik, gol diciptakan oleh Bob “Bobby” Bamidele Manuel dari titik pinalti. Seiring berjalannya pertandingan Aremania sudah merasa gusar dan beranggapan bahwa keputusan wasit tidak fair, hingga akhirnya Aremania memberondong masuk ke lapangan. Kerusuhan, p&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ertandingan dihentikan. Tawuran tak terelakkan. Tapi bukan antara Persikmania dan Aremania, namun Aremania dan jajaran polisi. Chaos, sangat kacau keadaan saat itu. Saya berulang kali harus menunduk untuk menghindari barang-barang yang tebang kesana-kemari. Lemparan batu, lemparan botol, hingga lemparan sandal. Polisi berkuda melintas di depan saya, anji&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ng K-9 dikerahkan, dan ribuan aparat berpakaian lengkap berhamburan. Kami, perskmania masih tertahan di dalam stadion untuk menghindari kerusuhan yang lebih luas. Karena Aremania digiring keluar oleh polisi. Suasana masih mencekam hingga malam hari saya baru bisa pulang. Pengalaman pertama saya tentang gesekan supporter bola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahun 2004 masih terus bersama Persik. Liga Champ&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ion Asia melawan Yokohama Marinos, di situ ada Ahn Jung Hwan (pahlawan Korea Selatan di Piala Dunia 2002)! Yang dulunya hanya bisa nonton di layar kaca kini bisa nonton secara langsung, dan dia mencetak gol! WOW! Namun secara keseluruhan tahun 2004 dan 2005 prestasi Persik biasa-biasa saja. Namun saya masih selalu nonton di stadion.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahun 2006, kelas 3 SMA. Masih terus nge-persik. Persik lolos 8 besar dan dkonsentrasikan di Stadion Manahan Solo. Saya selalu tret-tet-tet ke Solo tiap Persik &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;maen. Pernah suatu ketika pas pertandingan lawan Arema di Solo. Hari Rabu kumpul jam 8 pagi dan berangkat jam 10. Sampek Solo jam 3 sore-an. Seperti biasa Arema datang lebih banyak (padahal jaraknya lebih jauh). Karena suatu kondisi pertandingan dibatalkan dan akan dilangsungkan keesokan harinya. Aremania banyak yang kecewa dan mulai berulah. Lagi-lagi persikmania harus menunggu di dalam stadion dulu hingga keadaan kondusif, dan baru bisa keluar stadion jam 9 malam. Pulang ke Kediri dan tiba jam 2-an. Paginya siap berangkat lagi. Capek badan akan terbayarkan kemenangan. Dan benar saja, Persik kembali menang lawan Arema saat itu 1-0 lewat gol Harianto. Yeah, kurang dari 48 jam pulang-pergi Kediri-Solo 2x!! Yang penting Persik!!! Hahaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Pas final di Solo bertepatan dengan tes STAN. Aku y&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ang sedari awal gak sreg masuk STAN ngasal aja tes di Jogja, maksudnya biar bisa nonton final Persik vs PSIS! Benar saja, saat tes yang dipikiran Persik tok, masa bodoh dengan tesnya! Pulang tes jam 1-an langsung berangkat ke Solo!!! Kebetulan kita berenam naik mobil ke Solo. Sampek Solo, ekspektasi awal tiket ekonomi seharga 20ribu. Teman-teman yang tes di Malang sekitar 12 anak nitip dibeliin tiket, karena mereka sedang ngebut perjalanan dari Malang ke Solo!! Dan ketika tanya ke calo tiket sudah seharga 40ribu! Saya tidak percaya dan mencari loket, sangat ramai, mencari lok&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;et yang lain, ramai juga, loket lain, terus saya telusuri wilayah stadion untuk mencari loket. Hampir tiga putaran stadion saya terus mencari tiket untuk kami dan juga pesanan teman-teman. Sambil mencari loket saya juga tanya-tanya ke calo. Putaran pertama di calo seharga 50ribu. Putaran kedua naik 60ribu. Putaran ketiga tiket di loket habis dan harga di calo 75ribu!!! Sialan! Daripada tidak nonton, kami beli saja itu 75ribu dan mengabarkan pada teman-teman saya bahwa tiket sudah habis, supaya mereka mengurungkan niat untuk berangkat ke Solo. Mereka yang pada saat itu suda sampai Caruban akhirnya putar balik pulang ke Kediri, nonton bareng di Kediri. Dan saya beruntung bisa nonton di stadion langsung!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan akhirnya 75ribu tersebut tidak bisa dibandingkan dengan perasaan jumawa saya karena untuk kedua kalinya Persik menjadi Juara Liga Indonesia!!! Hebat!!! Dalam kurun waktu 4 tahun bisa juara dua kali!!! WAW! YEAH! AAAAAAAAA…aaaaaa!!!!! Saya berteriak kera&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;s di bawah hujan kembang api. Kembang api yang sangat-sangat indah. Saya “tinggi” sekali saat itu! Saya terbang!!! Untuk yang ini, kita sudah paham bagaimana harus berpesta :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Yeah, itulah perjalanan ke-“persikmania”-an saya. Di samping perjalanan, saya juga mengoleksi souvenir dari supporter-supporter klub lain. Saya pernah bertukar kaos dengan Jakmania saat tandang ke Kediri, bertukar syal dengan Pasoepati selaku tuan rumah final di Sol&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;o, dan yang paling saya suka, saya juga tukar syal dengan pendukung Urawa Reds Diamond dari Jepang, pas Persik melawan Urawa pada Liga Champion Asia di Solo!! Sayang, syalnya hilang, jatuh di kereta saat perjalanan ke Jakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Masuk kuliah di Malang sebagai salah satu publik enemy dari Aremania, saya selalu bangga. Saya termasuk yang dikenal sangat Persik di kampus. Sering kita beradu argumen bahkan saling ejek, hehe. Sering saya dikepung para aremania dan membahas perselisihan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; itu (saya berada di kandang singa!!! Hahaha). Namun untungnya saya termasuk yang obyektif, saya bisa memahami perasaan mereka, bagaimana mereka sangat benci dengan Persik, dan semacamnya, jadi gak sampek terjadi perselisihan, hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan sekarang…sekarang Persik terdegrada&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;si! Saya telah dibawa terbang tinggi dua kali dan kini saya tersungkur. Saya mau sukanya maka saya harus ikut menyangga dukanya. Saya siap dihujat, diolok-olok, dilecehkan, dikasihani. Tapi saya tidak akan lari dan berbelok mendukung Arema yang juara. Tidak, saya obyektif dan sudah memberi selamat pada Arema. Juga bersimpati kepada sesama Persikmania teman-teman saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Masih sesak dada ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TAKDyRp9kTI/AAAAAAAAAD8/7Knxbl1DUSs/s1600/PICT0033.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TAKDyRp9kTI/AAAAAAAAAD8/7Knxbl1DUSs/s320/PICT0033.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477084996592046386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-702689311676654491?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/702689311676654491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/chauvinisme-persikmania.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/702689311676654491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/702689311676654491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/chauvinisme-persikmania.html' title='Chauvinisme: Persikmania'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/TAKDyRp9kTI/AAAAAAAAAD8/7Knxbl1DUSs/s72-c/PICT0033.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-1883830388999405915</id><published>2010-05-30T11:16:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T22:33:06.915+07:00</updated><title type='text'>Suka is the new Ikhlas</title><content type='html'>Berkorban untuk ikhlas? Is so last year..!!! hahaha :D&lt;br /&gt;Tidak selamanya ber-ikhlas ria harus diidentikkan dengan pengorbanan. Dari segi nama saja sudah salah kaprah.&lt;br /&gt;"Saya ikhlas kok dengan pengorbanan saya." Nah, pengorbanan. Kata dasarnya saja sudah korban, kalau tidak salah korban adalah sebutan untuk orang yang menderita. Ah, apalah sanggahannya, kalau menderita ya menderita saja, tidak usah, "Saya ikhlas kok dengan penderitaan saya." Kalau begitu maka tidak usah menyebut itu dengan penderitaan atau pengorbanan. Bilang saja, "Saya suka kok membantu Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, suka! Suka yang itu loh! Yang artinya sama kayak senang juga atau mungkin bisa diasosiasikan dengan cinta (halah..!), hehe. Ikhlasnya dijadiin suka saja. Biar lebih "gaul" gitu loh! Lebih muda, gak sok alim juga, hahaha. Saya pikir suka sudah sangat representatif untuk ikhlas, bahkan lebih lengkap karena kalau suka tidak ada unsur terpaksa, yang terlihat ataupun yang tidak terlihat. Atau yang berusaha ditutup-tutupin atau berdasarkan sungkan (biasaaa...orang Jawa asli :D). Kalo suka kita selalu tersenyum :). Dan senyum bisa meringankan beban. Trus kalo suka biasanya malah mengeksplor, urun ide kek, ikut kasih motivasi kek, pokonya ikut seneng kalo bisa berhasil, kayak yang berhasil kita sendiri aja. Hehehe gak papa mendompleng kesenangan, karena itu memang efek dari suka. Yeah, karena suka jadi banyak senang, bersenang-senang selalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya lebih suka membantu daripada ikhlas membantu ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Mungkin ada pro-kontra mengingat betapa religiusnya istilah ikhlas itu, hehe maap, open mind saja, OK? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-1883830388999405915?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/1883830388999405915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/suka-is-new-ikhlas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1883830388999405915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/1883830388999405915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/suka-is-new-ikhlas.html' title='Suka is the new Ikhlas'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-4570383889123400284</id><published>2010-05-25T23:44:00.002+07:00</published><updated>2010-05-26T00:47:29.214+07:00</updated><title type='text'>I will only dead in deadline!</title><content type='html'>Sial! Saya butuh deadline! Ini dia kelemahan dead in deadline. Saya tidak bisa bekerja tanpa deadline! Otak saya, kemauan saya, niat saya terlalu tergantung deadline. Mereka baru bisa bekerja saat tertata jelas. Mana bisa menata jika deadline itu tidak ada? Cara kerja mereka selalu begitu. Saya butuh deadline! Setidaknya orang yang bisa men-deadline! Saya terlalu bebas, terlalu santai, terlalu tidak teratur. Saya butuh manajer! Buatkan saya deadline! Saya butuh pendukung! Pacu semangat saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi sial! Saya begitu kronologis. Harus urut satu-satu, dari awal sampai akhir. Harus buat gambaran, semacam kerangka dulu baru bekerja. Untuk membuat gambaran itu saya juga butuh deadline. Dengan deadline jadi bisa memetakan kapan harus mulai, apa saja yang dibutuhkan, analisis ini itu, mempertimbangkan macam-macam dan bekerja. Pas sudah proses pekrjaan juga harus kronologis. Yang satu dikerjakan dulu sampai habis, sampai puas, sampai bagus, baru menjamah yang lainnya. Jadi sulit mau mengerjakan yang lainnya, pasti kepikiran yang masih belum selesai tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sial juga! Saya terlalu "baik hati". Saya pasti memilih membantu mereka dulu, baru memikirkan urusan saya. Banyak yang saya pikirkan dan siapkan untuk mengakomodasi mereka. Dan selalu jadi prioritas saya. Saya dahulukan mereka. Kalau sudah gitu jadi banyak yang saya tanggung. Tanggungan buat mereka, bukan tanggungan saya sendiri. Selalu begitu empat tahun ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahh..setidaknya saya sudah bisa merefleksikan, memetakan, instropeksi apa kelemahan saya. Kalo yang pertama, saya harus benar-benar bekerja keras. Tidak mungkin saya merubah cara kerja otak saya, jadi saya harus bekerja keras menciptakan deadline saya sendiri. Kalo benar-benar mentok, saya akan bekerja keras membujuk seseorang untuk membuatkan saya deadline dan menjaganya, hahaha. Yang kedua, saya menyebutnya sebagai tanggung jawab (?). Karena saya selalu masih kepikiran pekerjaan yang belum selesai ketika mengerjakan pekerjaan lain, jadi kan saya merasa bertanggung jawab pada pekerjaan yang saya kerjakan. Ya kan? hehehe. Yang ketiga sih, sudah jelas saya memang baik hati. Saya siap membantu walaupun saya juga sangat butuh dibantu. Biarin, saya tau ada Yang Maha Melihat, hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ah sial malam ini :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-4570383889123400284?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/4570383889123400284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/i-will-only-dead-in-deadline.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4570383889123400284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/4570383889123400284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/i-will-only-dead-in-deadline.html' title='I will only dead in deadline!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-3225856401009027186</id><published>2010-05-20T09:37:00.004+07:00</published><updated>2010-05-20T14:29:41.520+07:00</updated><title type='text'>Tidur Siang</title><content type='html'>Ini hari-hari terakhir saya di kantor. Setelah "petualangan" yang sangat mengasyikkan di Gresik, saatnya kembali di belakang meja. Audit pendahuluan, cek fisik, dan analisis sudah lewat. Waktunya konfirmasi dan klarifikasi. Bukan bagian saya. Kemarin malah ditawarin ikut ngaudit baru lagi, kalo gak salah ngaudit tentang konfersi minyak tanah ke gas elpiji, tapi sebelum dijelaskan lebih lanjut saya memberi tahu bahwa ini adalah mingu terakhir saya. Singkat kata saya sedang nganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepikiran umur. Di saat teman-teman saya sibuk skripsi, saya tenang saja (sudah bisa agak tenang, dengan pembenaran-pembenaran yang saya bangun, hehe) dengan kenyataan bahwa saya belum memulai, walaupun sudah memprogram sejak awal semester. Mengingat berapa bulan yang saya buang sia-sia, saya tidak melihatnya demikian. Saya tidak akan menyesali waktu yang saya "buang" itu. Tergantung melihat dari perspektif mana. Jika dari skripsi sih, yahh..memang terbuang. Tapi saya mendapat banyak nilai tambah lain di dalamnya. Saya bisa mengkonstruks ulang perusahaan clothing saya, saya bisa memamerkan musik band saya, saya bisa menikmati musik-musik yang benar-benar bagus, saya bisa lebih banyak waktu berkumpul bersama keluarga, saya bisa mendapatkan pengalaman mengaudit dan mengevaluasi Modernisasi LOBP Gresik, saya bisa berkumpul dan berbagi dengan teman-teman saya, dan saya juga bisa istirahat dan menata rencana saya. Begitu banyak yang saya lakukan dalam waktu terbuang itu. Saya tidak menyesalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika teman-teman saya repot untuk tes di sana-sini, saya hanya mendukung saja. Entah kenapa saya masih belum berminat saja. Mungkin memang pada dasarnya saya adalah orang yang kronologis. Saya selalu membangun skala prioritas. Saya akan menyelesaikan telebih dahulu pekerjaan yang saya prioritaskan. Saya yakin dengan begitu saya akan melakukan seluruh pekerjaan dengan maksimal. Bukan berarti saya tidak tahan dengan banyak pekerjaan (masalah). Namun saya hanya ingin melakukan semua hal dengan makasimal. Dan itu adalah cara yang saya pilih. Dan saya teruji dengan tumpukan masalah yang saya petakan dengan skala prioritas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi prioritas saya sekarang adalah KKNP ini, minggu ini selesai. Siap menghadap Pak Iqbal dengan berbagai judul skripsi baru yang akan saya tawarkan. Enam judul saya telah ditolak, saya melihatnya sebagai proses. Saya yakin Pak Iqbal adalah dosen yang pas, yang bisa membimbing saya mengerjakan skripsi yang maksimal, yang tidak menyia-nyiakan masa kuliah saya dengan skripsi yang begitu-begitu saja. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas skripsi dulu, asli dalam diri saya, saya ingin skripsi saya tidak hanya menjadi tumpukan kertas berdebu di perpustakaan atau ruang baca. Saya jadi ingat ketika ujian praktek Bahasa Indonesia pas SMA dulu. Disuruh bikin karya tulis, dan kelompok saya kebagian tentang kenakalan remaja. Saya langsung kepikiran mengenai fenomena membolos di SMA (semua SMA mungkin memiliki problem yang sama tentang yang satu ini, dan saya adalah salah satu pelakunya). Bekerjalah kelompok saya mencari data, informasi dengan angket, sutvey, hinga wawancara. Mulai dari alasan membolos, jam-jam waktu membolos, di mana tempat paling "aman", pernah ketahuan apa tidak, dll. Maka saya presentasikan karya kontroversial itu dengan tag line "IPS presents: kami lakukan, kami sadar". Ya, IPS, karena dari dulu anak IPS konotasinya terkenal nakal, bandel, outsider lah pokoknya (bukan fans-nya SID lo!). Ternyata sangat ramai pembahasan pas kelompok saya ini. Saya mendapatkan ejekan munafik hingga tepuk tangan meriah. Dan ternyata, karya tulis tersebut akan diserahkan ke BK dan dijadikan bahan referensi untuk meminimalisir fenomena membolos itu. Nah, yang seperti itu yang saya inginkan, sederhana, namun bisa berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seperti belum tertarik dengan rekruitmen-rekruitmen itu. Saya sih tanpa beban saja. Saya hanya ingin bekerja di mana saya ingin bekerja. Dan suatu saat akan ada seseorang, perusahaan, lembaga, institusi yang menyadari kekurangan dan kelebihan saya. Kalo memang gak ada, ya saya mengembangkan usaha clothingan saya saja, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa lagi yang saya risaukan? Mengenai umur? Pacar. Ya, saya tidak mahir dalam hal ini. Jadi keinget salah satu percakapan dalam komik strip Mafalda. Seorang teman cewek Mafalda (Marguerita kalo gak salah namanya) bertanya pada Mafalada, "Apakah dulu mama kamu kuliah?" "Iya!" jawab Mafalda. "Apakah dulu mama kamu punya pacar?" tanya Marguerita lagi. "Umm..aku rasa tidak." sahut Mafalda. "Jadi mama kamu tidak dapat apa-apa dong!"&lt;br /&gt;NAH LO! hahahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya tidak mahir. Saya bingung. Pernah dua kali saya berlaku istimewa (karena orang istimewa layak mendapat perlakuan istimewa, hehe). Semuanya masih sama sekali belum kenal. Yang pertama berpura-pura menjadi tukang bunga dan sok tak sengaja berkenalan dengan nama dan nomor handphone saya di dalamnya, yang kedua semacam introducing breakfast sambil jalan-jalan dan ngasih CD Endah &amp;amp; Rhesa juga dengan nama dan nomor handphone saya di dalamnya. Hehe, jadi saya tidak pernah meminta nomor handphone, dia dulu lo yang menghubungi saya, hehehe ;p&lt;br /&gt;Ah, dan ternyata saya benar-benar tidak mahir. Saya tidak menemukan kecocokan setelahnya, dia kurang indie!!! hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah sudahlah, memang bukan dia-dia itu. Saya masih terus menikmati hidup "indie" saya, bebas, berkreasi, bersama teman-teman, ya begitulah. Saya sedang mengumpulkan modal, itu saja. Entah pada siapa akan saya bagi. Tapi semakin lama saya rasa benar-benar perlu semacam pendukung hidup saya. Yang benar-benar mengerti di mana saya, trek saya, dan menjaganya biar tidak keluar. Saya ingin berbagi, benar-benar berbagi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asem! Jadi semacam curhat gini. Saya baik-baik saja! Saya tidak mellow, saya punk! Hahaha! Saya memahami ini sebagai  kesempatan. Kesempatan untuk lebih mengeksplor diri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus jalan, peka, serap, kreasikan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-3225856401009027186?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/3225856401009027186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/tidur-siang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3225856401009027186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/3225856401009027186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/tidur-siang.html' title='Tidur Siang'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7821201666943162175</id><published>2010-05-18T10:55:00.002+07:00</published><updated>2010-05-18T13:38:14.695+07:00</updated><title type='text'>Kemarin Kemarin</title><content type='html'>Yeah, beberapa hari kemarin yang lalu kembali mengingatkan kalo saya masih muda, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki hari-hari magang di kantor, mulai memprogram skripsi (Dan kenyataannya saya belum memulainya sama sekali, saya tertekan, sampai akhirnya saya memahami ini adalah proses, pembenaran bahwa saya tidak akan menyia-nyiakan empat tahun ke belakang dengan membuat skripsi yang maksimal! Amin!), membicarakan mau kerja di mana, ada rekruitmen ini itulah, dan semua hal yang membuat saya tua dan berhenti berkreasi karena fokus pada satu hal tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi gila lagi, melakukan perjalanan tak wajar lagi, melupakan batas ketahanan fisik lagi, bermuda lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, sore, akhirnya weekend juga. Sudah jenuh, butek dengan rutinitas kantor. Bobby menjanjikan late night shopping ke TP beberapa hari lalu. Berburu diskon besar diatas jam 8 malam. Pas ditagih, eh, dianya ngeless lagi gak punya duit, soalnya duitnya barusan dipake buat bayar listrik kontrakan. Padahal saya juga berada dalam kondisi yang sama (lagi gak punya duit). Ah, bodo, daripada bengong di kontrakan, cuma maen PES, nonton tv, tidur-tiduran, ngomongin orang, kita berangkat ke TP. Cita-cita saya adalah membeli kemeja dengan harga 50ribuan, titik. Kalo di atas itu, no way! (Kayaknya gak mungkin ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe di TP, memulai kegiatan meraih cita-cita. Dan ternyata benar, cita-cita saya tidak kesampaian. Semuanya masih di kisaran 100ribuan. Yaudah, jalan-jalan aja kalo gitu. Trus tiba-tiba keinget kalo besoknya Mahatma Nayaka Adhitama, SE, Bsc mau maen ke Surabaya. Yaudah, akhirnya cari kado buat kelulusannya Tomblok (nama kerennya Mahatma). Dan akhirnya kita putuskan untuk membeli baju batik. Setelah lama memilih, ditemukan juga batik yang dirasa cocok. Namanya juga diskon, harga 309ribu jadi 124ribu. Kemudian saya menawarkan pada teman-teman saya untuk patungan memberi kado buat Tomblok (aslinya sih karena memang gak ada duit), hehe. Dan kado siap diberikan dengan bungkus tas plastik Matahari dan dengan harga yang memang sengaja tidak dicabut, 309ribu!!! hahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, Tomblok datang bareng Aci, pacarnya, dan Item (Nova Dewi Oktasari, mahasiswi STIS yang suka jalan-jalan). Karena tidak ada kendaraan, sehabis dari teminal mereka naik bis kota turun di TP dan kami menemuinya di sana. Di TP jalan-jalan aja, lebih banyak cerita, bercanda, berkeluh kesah. Terus pacarnya Bobby, Ica datang bawa mobil menyelamatkan kami dari TP. Cabut dari TP ke Royal Plaza mau ketemu masnya Aci. Ditraktir Pizza Hut sama masnya Aci dan pulang ke kontrakan. Sehabis maghrib, Tomblok dan Aci pulang ke Kediri, petualangan masih akan berlanjut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal saya, Bobby, Ica (pacarnya Bobby), Item. Kami pun meluncur ke Big Boxx Complex bersiap memanjakan telinga, mata, dan pikiran. Karena kami akan menonton konser Indienation Jangan Marah Records Tour 2010 yang berisi band-band hebat macam Efek Kos Kaca (ERK), Bangku Taman, Zeke Khaseli, dan The Kucruts. Bagi saya pribadi sebenarnya ini saya jadikan sebagai pemanasan pengenalan lagu-lagu Bangku Taman, Zeke Khaseli, dan The Kucruts. Karena saya cuma ngerti nama dan gambaran lagunya, namun belum benar-benar menikmatinya. Pemanasan karena saya berniat akan menkmatinya dengan sempurna keesokan harinya di Malang. Bangku Taman memberikan suasana ramah dan nyaman, The Kucruts bercerita tentang keresahan para remaja dengan tulus sekali, Zeke Khaseli membuat saya terbengong dengan visualisasi panggungnya, dan ERK selalu hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Big Boxx berada di panggung terbuka, dan hujan mulai mengguyur ketika ERK tampil. Namun itu tidak menyurutkan kami semua untuk sing along sepanjang set list ERK. Cinta Melulu menjadi lagu terakhir yang menghentak namun hujan juga tak mau kalah menghentak. Selesai konser, pukul 00.15, basah kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam masih panjang buat saya. Karena saya berniat untuk pulang ke Malang, menyiapkan kos yang akan dibuat transit oleh rombongan Jangan Marah Records Tour!!! Jadi begini ceritanya, sebenarnya panitia lokal Malng sudah menyiapkan hotel, tapi ternyata baru bisa check in di hotelnya jam 12 siang. Padahal ERK, dkk berangkat dari Surabaya jam 2 dini hari, nah, kos saya dijadikan tempat transit sementara mereka. Boleh sombong dikit dong, ERK was there! Zeke was there! Bangku Taman was there! The Kucruts was there! hahaha mereka yang selama ini saya kagumi sedang tidur di kos saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke malam itu, siap berangkat bareng Item, ya Item juga memutuskan untuk encore setelah mendengar ERK. Nekat berangkat dengan baju basah kuyup. Ambil mio di penitipan dan...mogok! Wasem! Motorku mogok! Gak bisa distarter, diselah juga gak bisa. Ditolongin orang sampe satpam pun tetep gak bisa. Akhirnya telpon Bobby suruh jemput deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motorku ditarik. Pelajaran malam itu, jika ingin mengetahui cara terbaik melakukan sesuatu, maka lakukanlah dahulu! Tidak perlu banyak teori, lakukan dan kamu akan mengerti. Apaan sih?! Jadi pertama motorku ditarik, aku ditarik item yang dobonceng Bobby. Item yang memang kurus kewalahan menarik. Kemudian tanganku berpegang pada pundak Bobby, lumayan lebih baik, tapi lama-kelamaan sakit juga pundaknya Bobby, hehe. Akhirnya Bobby mencoba untuk mendorong footstep motorku dengan kakinya, dan ternyata ini adalah cara yang paling efektif! Trial and error berlaku malam itu, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe dikontrakan, ganti baju dulu, sholat dulu, akhirnya saya dan Item berangka ke Malang pakai motornya Bobby. Jam 01.30! Berangkaaaaatt!!! Lapaaaarr!! Tapi tidak ada makanan yang menggugah selera. Surabaya, Waru, Sidoarjo, Porong masih saja belum makan. Akhirnya kita tak kuasa untuk berhenti di KFC Taman Dayu. Mata saya merah pas berkaca di wastafel. Setelah melapah paket komplit, kita melanjutkan perjalanan yang semakin dingin itu. Dan akhirnya tiba di Malang jam 03.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampek di kos, nambah kasur di ruang depan tv hingga mengganti sprei di kamar atas. Tak lama kemudian terdengar suara mesin menderu mendekat (dramatis gak? hehe). Yiaayyyy, mereka datang! Ya! Itu beneran Cholil, itu Zeke yang tadi membuat saya terbengong, itu Omo yang gila di panggung! Mereka terlihat sangat capek dan langsung menjatuhkan badan begitu menemukan kasur, hehehe. Saya berjaga, menunggu jika-jika mereka masih membutuhkan sesuatu, dan ketika mereka semua sudah tidur, saya iri untuk juga terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun jam setengah 8, saya sempatkan untuk memenuhi janji lain, menonton teman-teman saya main futsal Accounting League. Balik ke kos jam 9, coffe morning! "teman-teman" sudah bangun, menikmati udara pagi kota Malang. Mereka ramah. Sama Cholil dan Omo dibercandain, kalo mereka semua bakal meluangkan waktu masing-masing 5 menit, untuk memberi jatah Dead in Deadline maen, hahaha (sayang Vigna sama Tea lagi di Kediri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya jam 1 mereka harus check in ke hotel. Biar cuma tempat transit, tapi kami seneng banget. Saatnya bersih-bersih lagi dan kembali tidur, hehe. Dua orang yang bekerja keras menyiapkan kos, yaitu Tika dan Komang. Komang tanya ke saya, "Padahal awalnya kita sangat excited dengan kedatangan ERK, dkk. tapi pas mereka udah ada di sini kok rasanya biasa saja ya?" Trus saya jawab, "Biasa saja gimana? Kan kita udah dengan senang hati kerja keras bersihin, nyiapin kamar, nyiapin rumah buat mereka. Dengan senang hati ngobrol-ngobrol tentang Malang. Itu kan namanya juga excitement." Yeah, kami sangat bergembira telah disinggahi band-band indie yang sangat hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur, sore, mandi sholat, makan, dan siap untuk bergembira lagi! Di Flame kita datang jan 6.30. Pas datang kita malah dikasih tiket gratisan,padahal sebelumnya kami sudah beli tiket. Namun memang niatnya kami bakalan beli tiket walaupun dapat gratisan. Kami ingin mengapresiasi musik bagus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk venue, melihat band-band pembuka yang tak kalah hebatnya dengan band Jangan Marah Records. Satu band saya baru pertama kali melihat adalah Bem's and His Crimsons Diary. Saya memutuskan unuk menyukainya. Namun ada tragedi yang menimpa salah satu personilnya, Tria sang drummer meninggal dunia sesaat setelah manggung dikarenakan serangan jantung. Shocking! Kabar itu diberitakan di sela-sela perform The Kucruts. Saya yang awalnya berdansa karena kegilaan The Kucruts, hanya diam tak percaya pada lagu terakhirnya. My Beauiful Life memainkan Sepasang dengan sangat emosional. Norman (sang vokalis) berkali-kali memejamkan mata sedih dalam lirik "Ada satu yang hilang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangku Taman terhenyak dengan kenyataan bahwa Malang sing along di hampir semua lagu yang dinyanyikannya. Seperti biasa, Ode Buat Kota menjadi lagu terakhir yang sangat pas untuk menutup perform dengan senyum bangga. Lolyta And The Disgusting Trouble tampil sangat prima dengan mengundang crowd yang panas di tengah dinginnya AC. Zeke Khaseli kembali membawa saya ke Planet Pluto. Otak saya masih saja belum sampai setelah dua kali menonton. Saya tau dia nyentrik, tapi saya yakin dia lebih dari itu. Ada sesuatu yang saya belum dapatkan. Saya masih akan terus berusaha. The Morning After kembali membuat sing along penonton yang hadir. Pemanasan yang sangat cocok untuk ber-sing along-ria bersama ERK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya ERK, saya tidak tau mau berkomentar apa, mereka sangat sempurna! Sound yang dahsyat memanjakan telinga kita. Sing along untuk semua lagu. "Apa gak ada yang suka nonton tv nih, kok pada hapal semua?" kata Cholil heran becampur gembira. Sesaat sebelum lagu terakhir, Cholil memberikan kredit untuk semua punggawa yang berjasa dalam tour ini. Salah satunya, "TERIMA KASIH UNTUK KOS-KOSANNYA DEAD IN DEADLINE YANG JADI TEMPAT NUMPANG KITA PAGI TADI.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow! Dead in Deadline disebut sama vokalisnya Efek rumah Kaca!!!! hahahahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mengharapkan apa-apa, kami senang membantu, dan kredit itu lebih dari cukup. Sebelum pulang, temen-temen kos ngasih oleh-oleh kripik apel buat temen-temen Jangan Marah Records. Malam yang hebat! (minus berita duka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang menyita esok hari. Karena besoknya saya bolos kerja, hehe.&lt;br /&gt;Saya punya skala prioritas! :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7821201666943162175?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7821201666943162175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/kemarin-kemarin.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7821201666943162175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7821201666943162175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/kemarin-kemarin.html' title='Kemarin Kemarin'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2602830358572109457</id><published>2010-05-10T22:29:00.004+07:00</published><updated>2010-05-12T17:48:58.331+07:00</updated><title type='text'>Si Usang</title><content type='html'>Alkisah seorang Usang. Usang karena tertinggal jaman. Dibilang kuper karena tidak mengenal dunia malam. Bukan laki-laki karena tidak merokok sehabis makan. Tidak punya saudara, karena saudara adalah saudara sebotol. Tidak punya teman mengobrol, karena teman mengobrol menggunakan Blackberry Messenger. Tidak ikut-ikutan berlomba-lomba menebar pesona dan harta untuk mendapatkan pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Usang ada di sana. Si Usang selalu ada di sana. Tetapi tidak ada yang memperhatikan dia. Dia ingin menyapa karena dia kenal kehebatan orang-orang itu. Dia tidak bisa menyapa karena tidak ada yang mengenalinya. Dia hanya selalu berada di belakang dan memperhatikan. Memperhatikan semua orang. Keahlian mereka, kelebihan mereka, kekurangan mereka, bagaimana mereka berbusana, tingkah laku mereka. Dia mengenal mereka lebih dari yang mereka tahu. Dia mengenal mereka. Namun hanya disimpan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kadang maju ke depan. Memberi apresiasi lebih dari yang dikenal mereka. Apresiasi, ya apresiasi yang hanya bisa dia berikan. Dia hanya memberikan yang memang pantas dia berikan. Bagus ya dibilang bagus, tersenyum, gembira, terhibur, tepuk tangan, ekspresi kepuasan. Jelek? Dia tidak mau membohongi diri. Dia bilang tidak suka, namun dia berusaha untuk memahami. Dia percaya dengan begitu dia akan bertambah “kaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Usang tidak berkecil hati dengan keadaannya sekarang. Ketika dia bukan siapa-siapa, dia memiliki kesempatan belajar yang lebih banyak daripada orang lain. Dia bebas berekspresi tanpa takut diperhatikan orang. Dia selalu menganalisis. Dia selalu belajar. Menambah wawasan, menambah pengalaman, mengumpulkan modal. Dunia ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Usang juga berlaku baik pada semua orang. Si Usang suka membantu. Dia sering membantu temannya menyelesaikan masalah, setidaknya dia berperan menemani dalam menghadapi masalah. Dia selalu berpesan untuk jangan pernah menyesal terhadap suatu hal. ”Hidup ini terlalu indah untuk sekedar menyesal, sekecil apapun hal itu pasti ada hikmahnya, percayalah pasti akan berguna, setidaknya menambah pengalaman hidupmu kelak,” kata Si Usang sembari tersenyum. Dia mengangkat temannya yang jatuh dan untuk kembali berlari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Si Usang tetaplah manusia. Setiap manusia memiliki batas. Ada suatu saat dia menjadi benar-benar usang. Tergeletak tidak berguna begitu saja. Si Usang tidak bisa berjalan menunggu seseorang memapahnya. Teman-temannya sudah jauh berlari. Itu memang salahnya, ikut mengangkat tubuh temannya namun melupakan tubuhnya sendiri. Kini ketika tubuhnya terasa berat, mereka sudah lari. Tunggu! Bukankah sudah ada teknologi telepon, SMS, MMS, email, messenger, social network, bla..bla..bla…? Jadi bisa menjangkau mereka yang jauh. Yahh, itulah kelemahan teknologi, mereka tidak memiliki kepekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Usang tidak bosan melakukan dan terus melakukan. Apapun itu, yang Si Usang ingin lakukan. Tidak mengharapkan akibat sekarang. Hanya terus saja melakukan. Nanti akan ada saatnya berakibat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2602830358572109457?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2602830358572109457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/si-usang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2602830358572109457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2602830358572109457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/si-usang.html' title='Si Usang'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2215283200014144640</id><published>2010-05-02T22:42:00.002+07:00</published><updated>2010-05-02T22:51:30.032+07:00</updated><title type='text'>nothing for everything</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#C0C0C0;"&gt;Seorang anak bangsa yang sadar bukanlah siapa-siapa jika dihadapkan pada tembok masyarakat yang bebal. Sebentar, saya akan menjelaskan apa itu sadar: mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan, setidaknya hal itu baik untuk kelangsungan bangsa. Mulai dari hal yang paling sepele pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai bingung mendefinisikan, hehe. Begini saja, satu contoh kecil. Seorang mahasiswa yang sadar. Apakah dia bisa konsisten dalam melakukan kesadarannya dimanapun dia berada? Saya tebak: tidak selalu! Jika ada sampah tergeletak berserakan di lantai kampus, hati kecilnya berkata, "Ambil sampah itu dan membuang di tempat sampah."&lt;br /&gt;Namun dia akan berpikir dua kali untuk melakukan apa kata hati kecilnya itu. Kenapa? Karena benturan tembok masyarakat yang bebal (itu). Karena masyarakat (kampus) terbiasa dengan sampah yang tergeletak berserakan seperti itu, maka akan menjadi pemandangan yang tabu (tidak biasa) jika kita "sok" untuk mengambil dan membuang sampah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah! Sebenarnya masih banyak orang yang sadar di negara ini. Tapi kita masih "sungkan" untuk menunjukkan kesadaran kita. Jangankan untuk mengajak berubah, menunjukkan ke-"berubah"an diri kita saja, masih terbentur dengan kenyamanan mayoritas masyarakat yang tidak (belum) sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya yakin, suatu hari akan terjadi kesadaran di negara ini. Setidaknya saya akan berusaha untuk itu. :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2215283200014144640?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2215283200014144640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/nothing-for-everything.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2215283200014144640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2215283200014144640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/05/nothing-for-everything.html' title='nothing for everything'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-497573736121209664</id><published>2010-04-24T18:22:00.015+07:00</published><updated>2010-04-25T04:50:03.706+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya DID Tercantum di Pamflet Gigs</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; "&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S9LUnPbVePI/AAAAAAAAADk/9Zhc171ilSA/s1600/koalsi+nada+%232.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S9LUnPbVePI/AAAAAAAAADk/9Zhc171ilSA/s320/koalsi+nada+%232.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463663068575004914" border="0" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;HURU HARA AKHIR PEKAN!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; "&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;KOALISI NADA #2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;sebuah persembahan dari SINGLE FIGHTER bersama VOLLMOND &amp;amp; BALE STEAK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;sebuah instalasi mini untuk terus bergairahnya musik indie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;mari berapresiasi dan mari berdiskusi...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&gt;&gt;&gt; Repost dari facebooknya Hilmi :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Akhirnya Dead in Deadline maen juga selain bulan puasa. hehe.. Iya, memang, selama ini Dead in Deadline cuma maen (manggung atau gigs atau apalah..) pas bulan puasa aja, semacam acara ngabuburit gitulah. Pernah sih maen kemaren Desember, tapi bukan dalam kemasan full band, cuma akustikan minimalis saja. Yah..begitulah... Kita mulai sekitar tahun 2007 dan hanya maen tiga kali!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Well, Dead in Deadline merupakan band yang berlatar belakang teman teman (ada yang lebih dari sekedar teman gak?) sekos. Yaitu saya, Hilmi, Tea, Vigna, Ersa plus Komang sekarang. Semua kecuali Ersa adalah mahasiswa angkatan 2006. Kumpulan mahasiswa culun yang (sok) idealis dengan hobi menertawakan, mengimajinasikan, mengkutuk, semua hal. Mulai dari (terutama) televisi, berita di koran, gosip di majalah hingga masa depan. Tahun pertama kuliah cuma ngobrol, kumpul-kumpul, futsal, nonton bola, dengerin musik, ngegame, berkhayal, dan berbagai macam hal tidak penting lainnya. Hari-hari dilalui dengan ceria tanpa dosa. Tidak ada terlintas satu pun pikiran: bikin band!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Nah, tahun kedua (2007) ada satu penghuni baru: Ersa. Kesan pertama, anaknya culun, pendiam, dan membosankan. Hari-hari pertama dia selalu mengurung diri di kamar. Seiring berjalannya waktu, mulai kenal dan mengkorek informasi. Ternyata Ersa vokalis band!!! Band pop yang bernama A6 (baca: Asix, jangan Anam!). Dia juga salah satu personel home bandnya SMAN 1 Kediri. Dia pernah les vokal dengan saudara saya. Dia pernah memenangkan suatu kuis di radio dengan menyanyi salah satu jinggle sebuah produk kopi (kalau gak salah), dan mamanya juga menang. Pokonya dia punya latar belakang musik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Pada saat yang sama Hilmi yang sudah puas dengan musik-musik indie Jakarta, mulai menggandrungi scene indie Malang, yang saat itu masih sebatas ngerti Brigade 07, Toxictoast da SATCF. Dan pada saat yang sama juga, ternyata Vigna punya teman-teman yang bergelut di scene musik punk Malang. Setiap hari soundtrack di kos adalah punk Malang! Sampai pada suatu saat kita nonton acara konser musik punk di JE Cafe. Dan distulah secara resmi kita mulai merasakan atmosfer punk Malang. Dan kita pun terhanyut dalam suasana distorsi yang mengajak berdansa pogo! Pogo untuk pertama kalinya, belum mengerti selah-selah berdansa, hanya asal memutar badan dan tidak tahu gestur untuk melindungi badan. Kaget, terdorong-dorong, terpukul-pukul, dan melepaskan beban! dan kami akan menentikan acara-acara berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Pada suatu hari, seperti biasa berkumpul, bercanda tertawa ria, dan ada seorang yang menceletuk (saya lupa siapa), "nang studio yuk!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Kebetulan di dekat kos kami ada studio musik Grand Sound Studio. Akhirnya kita berangkat, kurang lebih delapan anak. Memasuki studio yang hanya berukuran sekitar 4m x 5m, ruangan terasa begitu sempit. Dan kita bengong... Siapa yang pegang apa, pegang apa mau diapain, lagu apa, kenapa kita di sini? hehe.. Dian (jenggot) mengaku pernah les drum, maka dia ambil posisi di belakang drum. Virgi yang pertama kali bawa gitar ke kos pegang gitar. Irfan (kepek) juga mengaku bisa gitar. Tea sudah teruji bisa gitar. Vigna bisa gitar juga. Ersa, yang saya tahu cuma bisa gitar. Saya sedikit sekali bisa gitar. Dan Hilmi tidak bisa pegang instrumen, baiklah, penyanyi. Alat yang tersedia cuma gitar dua, bas satu, keyboard (yang gak bisa nyalainnya) satu. Pengalaman pertama di studio sangat kacau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Entah bagaimana ceritanya kita jadi keseringan maen (ngeband) ke studio. Dan pada suatu ketika ternyata Ersa bisa ngedrum! Padahal itu adalah koponen utama dalam ngeband, kalo gak ada yang bisa ngedrum trus mau apa? keroncongan? elktonan? hehehe.. Dan jadilah Ersa sebagai drumer. Hingga akhirnya tinggal lima orang di studio. Ersa ternyata drumer yang hebat, penuh inovasi dan kerasi dalam mengatur kita-kita yang tidak tau cara bermusik ini. Tea pegang gitar, sudah tidak perlu diragukan lagi. Vigna yang akhirnya ngalah sama aku untuk tidak bermain gitar, untuk pertama kalinya pegang bas. Dan ternyata dia cepat belajar, salute! Hilmi? Nyanyi aja kaleee.. Mau pegang apa coba? hehe.. Namun dia memiliki karakter vokal yang unik. Yang saya bilang bisa cocok untuk genre apa saja tanpa merubah cara bernyanyinya. Tidak perlu mendayu untuk melodic punk, tidak usah memperhalus untuk pop, dan tidak kesulitan untuk berteriak serak. Dan terakhir saya, karena mereka kasihan, diajari gitar. hehe.. So here we are, What We Kill for Dinner! Ha???!! Apa itu? Iya, itu adalah nama awal band kita. Dulu "dead in deadline" hanyalah tag line kita, suatu gaya hidup kita, dalam kuliah (tugas), contohnya. Hari-hari awal tenggang waktu tugas tak sekalipun kepikiran tugas. Tapi ketika besok sudah waktunya deadline, di situlah kita mempunyai nafsu untuk mengerjakan. Di mana kita mengeksplorasi maksimal suatu hal jika akan mendekati deadline. Dan akhirnya diputuskan nama Dead in Deadline sebagai nama band kami karena lebih merepresentasikan pola hidup kami :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu yang kita buat latihan awal-awal dulu adalah Letters to You-nya Finch, Burried My Self Alive, Taste of Ink-nya The used, Dear God-nya A7X, dan Hilang-nya SATCF. Masih itu-itu saja, soalnya terhalang keterbatasan saya dalam bermain gitar, hehe. Saya hanya bisa kunci-kunci standar (belum bisa kunci "berdiri") yang bila untuk ukuran band masih sangat belum layak, hehe. Tapi lama kelamaan, akhirnya juga bisa, tapi ya gitu, masih sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Hingga suatu hari, Hilmi pulang dari kampus dengan berdendang, "Always says the same. Always act the same. Just to be the same. Just to be the same!" Dan memeberi tahu saya, bahwa ini akan menjadi lirik lagu pertama kita. WOW!!! Judulnya In Between Scream and The Same. Sebuah lagu yang bercerita tentang jeritan terhadap keberagaman. Keberagaman? Ah, apalah itu saya sudah bosan menghujat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Kebingungan terjadi ketika akan membuat lagu. Genre apa yang kita usung? Hilmi lebih condong untuk melakukan scream dengan emo, tapi vigna bersikukuh ke punk. Tea dan Ersa mah tidak terlalu mempedulikannya, toh mereka tidak akan kesulitan dengan aliran apa kita bermain. Dan saya? Saya sebenarnya tidak tahu dan bingung...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Pada saat itu di kos ada Deni, seorang yang lebih berpengalaman dalam bidang ini. Pemain band juga lebih tau (atau tua?) dalam scene punk Malang. Dia yang awalnya membuatkan nada dan kunci untuk bagian reff lagu In Between. Ternyata cukup mengasikkan, dapat diterima, dan dipakai. Dan genre yang kami pilih akhirnya adalah punk (pada awalnya). Vigna menang! Selanjutnya kami bersama-sama membuat lagunya. Jadilah lagu pertama :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left; font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;Masa-masa yang indah.... (speechless dan berkaca-kaca.....) Untuk saya, mereka sangat mengisi masa muda saya. Dan kita semua tahu bahwa masa muda adalah masa yang paling berkesan, tidak mungkin kita sia-siakan, konstruksi sudut pandang, mengenal dunia, dan pijakan ke masa depan. Terima kasih!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S9NnUz__-WI/AAAAAAAAAD0/mny47ZvZlNQ/s1600/did.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 284px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S9NnUz__-WI/AAAAAAAAAD0/mny47ZvZlNQ/s320/did.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463824380184230242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S9LUnPbVePI/AAAAAAAAADk/9Zhc171ilSA/s1600/koalsi+nada+%232.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; "&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#0000EE;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); -webkit-text-decorations-in-effect: none; "&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 15px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;div  style="text-align: left;  font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCCC;"&gt;NB: Awalnya saya hanya mau sekedar promosi, eh, malah keterusan hehehehe. Sepertinya tulisan ini adalah awal untuk cerita-cerita culun Dead in Deadline selanjutnya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-497573736121209664?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/497573736121209664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/akhirnya-did-tercantum-di-pamflet-gigs.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/497573736121209664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/497573736121209664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/akhirnya-did-tercantum-di-pamflet-gigs.html' title='Akhirnya DID Tercantum di Pamflet Gigs'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S9LUnPbVePI/AAAAAAAAADk/9Zhc171ilSA/s72-c/koalsi+nada+%232.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7905606817199814560</id><published>2010-04-21T17:49:00.002+07:00</published><updated>2010-04-21T18:44:13.997+07:00</updated><title type='text'>saya ingin segera bertemu dengan musim dingin!</title><content type='html'>Kebanyakan mereka menganggap bahwa musim dingin merupakan musim yang tak bersahabat. Musim yang dinanti-nanti kapan berakhirnya. Karena di musim dingin mereka mendapati hawa yang menusuk tulang, timbunan salju di sana-sini yang menghambat aktivitas, hingga kesulitan untuk mendapatkan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung-burung berbondong-bondong terbang ke selatan demi mendapatkan cuaca yang lebih panas. Tupai akan berlomba-lomba mengumpulkan makanan persediaan untuk selama musim dingin. Dan beruang akan melakukan hibernasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi saya, musim dingin adalah tujuan. Bukan (hanya) secara harfiah, namun pola berpikir saya menginginkan itu. Aneh, memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim dingin merupakan suatu momen spesial. Perhatikan, semua organisme pasti akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi musim dingin dengan bersungguh-sungguh. Manusia-manusia menyiapkan baju hangat, pemanas ruangan, hingga sekop untuk membersihkan salju. Burung-burung mempersiapkan fisiknya untuk perjalanan jauh. Tupai akan bekerja keras atau dia tidak akan mendapat cukup makanan di musim dingin. Dan beruang bersiap-siap untuk hibernasi. Kita sering menganggap bahwa hibernasi beruang hanyalah masa tidur yang lama. Namun dibalik itu, beruang sedang berjuang untuk menurunkan suhu tubuhnya, melambatkan detak jantungnya, meminimalkan aktivitasnya (tidur) yang bertujuan untuk menyelaraskan dengan kondisi lingkungan, sehingga tidak memerlukan energi yang besar. Sebuah usaha yang lebih ribet dari sekedar tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is that winter special enough? Of course, because for me something special need some effort to get it. Yeah, saya suka musim dingin karena saya suka berusaha untuk mewujudkan sesuatu yang spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang saya masih bingung. Lalu apakah saya juga bingung untuk berusaha? Ah, saya cuma melakukan semuanya semaksimal saya. Karena saya yakin semua akan ada hasilnya, sesepele apapun itu. Saya sampai lupa pamrih, hanya senang berbagi saja, selama saya bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, makanya saya ingin segera bertemu musim dingin. Setelah semua usaha saya, saya yakin saya siap menikmati musim dingin saya. Seburuk apapun musim dingin akan terasa indah dengan hasil kerja keras kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7905606817199814560?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7905606817199814560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/saya-ingin-segera-bertemu-dengan-musim.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7905606817199814560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7905606817199814560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/saya-ingin-segera-bertemu-dengan-musim.html' title='saya ingin segera bertemu dengan musim dingin!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-8402124994536004272</id><published>2010-04-12T19:39:00.002+07:00</published><updated>2010-04-12T20:39:46.735+07:00</updated><title type='text'>Apa yang kamu dapat seminggu terakhir??? Saya dapat banyak!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seminggu di kantor. Harus melupakan mbangkong tapi tidak diimbangi dengan tidur awal. Pagi orang kantoran tapi malam tetap mahasiswa (pengangguran). Alhasil mata ini hanya istirahat kurang lebih empat jam sehari semalam. Hoooaaaaahhhemm.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminggu di kantor. Saya harus meralat ke-apatis-an saya di entri sebelumnya. Saya berpendapat bahwa pekerja kantoran tidak produktif (kurang lebihnya begitu). Maaf karena saya salah. Setidaknya setelah apa yang saya lihat di ruangan saya seminggu ini. Ada lima bilik kerja, dua ruangan asisten manajer, dan satu ruang rapat. Dari kelima bilik kerja itu, satu saya tempati dengan teman saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan empat lainnya... Inilah yang membuat saya kagum. Mereka sangat muda, sangat agresif, sangat ulet, sangat teliti, sangat profesional, dan sangat auditor! Datang lebih pagi dari saya (saya pastikan bahwa saya tidakpernah terlambat) dan pulang lebih sore (yakinlah bahwa saya juga tidak akan terlambat pulang, hehe). Mereka juga tidak menyia-nyiakan waktu, untuk mempelajari kontrak kerja sama, memeriksa dokumen-dokumen, hingga mengkonfirmasi pada auditee. Mereka ramah dan disegani. Hebat! (Membayangkan suatu saat menjadi penghuni tetap salah satu bilik itu...)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminggu di kantor. Masih merasa belum melakukan apa-apa, hingga..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sabtu-Minggu ini kalian pulang ke Malang?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"I..iya pak, rencananya begitu. Ada apa, pak?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ya, kalo gitu kalian datang ke hotel purnama batu ya hari Sabtu-nya, jam-jam makan siang gitu, abis itu kita out bond trus besoknya rafting."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(saya masih bengong) :O&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Boleh pak?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Loh, ini undangan resmi ini!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(sekarang saya tersenyum gembira) :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S8MePzn_UuI/AAAAAAAAADQ/AGSKVzguus0/s320/10042010483.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459240430207980258" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#0000EE;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Weekend yang hangat, weekend yang akrab, weekend yang nikmat. Barbagai acara yang ada meningkatkan interaksi, bahkan dengan orang-orang yang belum pernah saya temui. Mungkin memang begini cara kerja dunia mereka. Saya jadi merasa tua, namun saya masih berusaha muda. Tenaga lebih ini untuk mengangkat kardus aqua, semangat membara ini memenangkan game, keliaran tak terkontrol mendorong saya melompat dari tebing sungai ketika mereka hanya istirahat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun pengalaman muda saya juga membuat saya rendah diri berada di jajaran orang sukses. Ketika makan malam saya hanya bisa diam di kursi paling belakang dan belajar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S8MfwiY3EUI/AAAAAAAAADY/Xh5WpTrByFU/s320/10042010498.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459242092028432706" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminggu yang hebat. dan akan lebih hebat lagi di minggu-minggu berikutnya. Saya akan banyak belajar. Saya akan banyak belajar! Terima kasih!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S8MXFrIzK2I/AAAAAAAAADA/5QyLPMddAL0/s1600/05042010470.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S8MXFrIzK2I/AAAAAAAAADA/5QyLPMddAL0/s320/05042010470.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459232559549590370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-8402124994536004272?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/8402124994536004272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/apa-yang-kamu-dapat-seminggu-terakhir.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8402124994536004272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/8402124994536004272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/apa-yang-kamu-dapat-seminggu-terakhir.html' title='Apa yang kamu dapat seminggu terakhir??? Saya dapat banyak!!!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S8MePzn_UuI/AAAAAAAAADQ/AGSKVzguus0/s72-c/10042010483.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-2774162557106651997</id><published>2010-04-05T13:06:00.006+07:00</published><updated>2010-04-05T19:43:27.303+07:00</updated><title type='text'>What's going on down there? I'm stuck in 10th floor!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;Ini hari pertama saya di kantor. Tunggu,,kantor?! Yup,saya mulai memasuki babak baru, memasuki dunia yang selama ini saya nilai hilangnya idealisme. Dimana kita lupa mimpi-mimpi muda, ketika kita menyerah pada keadaan yang menawarkan kenikmatan duniawi. Ah, saya tidak sok idealis, buktinya saya disini sekarang..&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7m2JQoZWAI/AAAAAAAAACI/VpTgnJpDMY0/s1600/05042010473.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7m2JQoZWAI/AAAAAAAAACI/VpTgnJpDMY0/s320/05042010473.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456592693735544834" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;hehe..datang kepagian. Berangkat dari Pacar Kembang 45, kontrakan teman, sahabat, saudara yang berjarak 21cm di peta berskala 1:50.000 saya berangkat pukul 5.45 (wow!). Dengan pertimbangan macetnya metropolis dan panasnya sinar matahari pagi yang seharusnya menyehatkan itu. Dan...kepagian!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah bosan menunggu sampai jam setengah 7, saya mulai memasuki halaman kantor (?). Menghadap HRD di lantai 3, sedikit pengarahan dan dikirim ke lantai 10. SPI Daerah V, begitulah bunyinya (jika dibaca). Bertemu dengan Asisten Manajer Divisi Reneval yang berperan sebagai supervisor saya, berkenalan dengan seluruh penghuni kantor yang berjumlah: 3!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Masih demam long weekend kemaren pak, jadi masih ada yang ambil cuti," kata salah seorang mbak-mbak berkerudung tapi auditor handal itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan saya dipenjara di bilik itu. Ya, bilik! Bukan ruangan karena tidak tertutup dan dengan batas atas dada orang dewasa. Jadi bisa curi-curi pandang, jadi bisa lihat mbaknya update status. Kembali ke bilik dengan satu meja kerja konvensional (putih, kaki abu-abu, dahulu identik dengan meja komputer), dua kursi agak nyaman (karena saya melihat yang sangat nyaman di ruangan supervisor saya), dan satu meja arsip. Dan diatasnya meja arsip.....wi-fi transmitter!!!! yiiiaaaayyy!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut adalah komunikasi pertama saya dengan mbaknya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7nXZ5b9RWI/AAAAAAAAACQ/LvSaW9REAwU/s1600/05042010469.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7nXZ5b9RWI/AAAAAAAAACQ/LvSaW9REAwU/s320/05042010469.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456629263450850658" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;sebuah kue dari medan yang mengurungkan niat saya berpuasa pada jam 10 (kue dikasihkan jam 8, jadi antara jam 8-10 terjadi pergolakan batin apakah diteruskan berpuasa atau tidak)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oiya, saya masuk ke ruangan itu jam 8an, terang dan sejuk. Terang oke, kan memang masih pagi, tapi kok semua selambunya ditutup ya?? Sejuk? Surabaya??&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak sulit menemukan alasannya, LAMPU DAN AC!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ehm, AC bisa saya tolerir karena suasana kerja yang nyaman akan menunjang kinerja. Tapi lampu??? Di saat kita mendapat berkah cahaya gratis...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada anjuran untuk mengurangi pemakaian lampu yang mubazir itu dan temperatur AC tidak lebih dari 25 derajat celcius.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya seorang yang dengan naifnya berteriak akan pemborosan ini. Tapi saya hanya korban, kambing hitam sebagai pemakai dan penikmat. Menikmati kenikmatan yang nikmat. Di mana semua sarjana berlomba-lomba untuk menjadi pegawai kantoran. (Tolong selamatkan saya!)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oiya, saya dulu pernah berpendapat kalau mahasiswa adalah fase paling malas. Ternyata memang benar sistem di Indonesia bahwa semuanya bertahap. Karena di kantor (?) adalah masa paling malas, karena kita hanya bekerja 2-3 jam dan sisanya...terserah Anda. Satu lagi, bekerja kantoran disini sudah sesuai prosedur, tinggal mengikuti pedoman, layaknya mahasiswa mengerjakan tugas dengan mencontek, nah lo! Selamat datang di fase paling malas.. hehe&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;STOP! Hentikan ke-apatis-an ini. Baru hari pertama juga. Semoga saya menikmati terjebak di belakang meja itu. Terjebak di lantai 10.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7nZvanG2EI/AAAAAAAAACY/BHziEIxTWDg/s1600/05042010471.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7nZvanG2EI/AAAAAAAAACY/BHziEIxTWDg/s320/05042010471.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456631832156493890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;NB: Setelah saya baca lagi tulisan ini ternyata tak terarah tak berpola tak jelas tak keruan, ku tak tahu tak.. Namun beginilah cara kerja circuitstuck, silakan dihujat!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-2774162557106651997?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/2774162557106651997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/whats-going-on-down-there-im-stuck-in.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2774162557106651997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/2774162557106651997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/04/whats-going-on-down-there-im-stuck-in.html' title='What&apos;s going on down there? I&apos;m stuck in 10th floor!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S7m2JQoZWAI/AAAAAAAAACI/VpTgnJpDMY0/s72-c/05042010473.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6131206585154602636</id><published>2010-03-30T09:36:00.006+07:00</published><updated>2010-03-30T10:11:22.580+07:00</updated><title type='text'>Dead In Deadline</title><content type='html'>hello there, this is the first time I talking about my band. It call Dead In Deadline. I can't say anything, just WOW I'm in a band!!! hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for further enjoying, please check..&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;email: &lt;a href="mailto:deadindeadline@yahoo.com"&gt;deadindeadline@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;myspace: &lt;a href="http://www.myspace.com/deadindeadline"&gt;http://www.myspace.com/deadindeadline&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;facebook: &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/dead-in-deadline/102599149775833"&gt;http://www.facebook.com/pages/dead-in-deadline/102599149775833&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;twitter: &lt;a href="http://twitter.com/deadindeadline"&gt;http://twitter.com/deadindeadline&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;hey, this is our download portal for "Pendidikan adalah...", "Us, running", "Sempitnya Paradoks", "Losing Sight", "In Between Scream And The Same": &lt;a href="http://www.mymusicsharing.com/topic/5966-dead-in-deadline-ep/"&gt;http://www.mymusicsharing.com/topic/5966-dead-in-deadline-ep/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;just enjoy it, friends!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6131206585154602636?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6131206585154602636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/dead-in-deadline.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6131206585154602636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6131206585154602636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/dead-in-deadline.html' title='Dead In Deadline'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7323894681872540805</id><published>2010-03-24T23:13:00.003+07:00</published><updated>2010-03-25T00:16:26.292+07:00</updated><title type='text'>Apresiasi Basi</title><content type='html'>Sebagian orang bilang, "Apapun yang kau dapat adalah adalah hasil dari apa yang kau kerjakan." Sebagian lain mengatakan, "Hidup adalah tentang memberi dan menerima."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita gabung, jadi apapun yang kita terima merupakan hasil dari yang kita lakukan. Jangan mencela jika tak ingin dicela. Hargai karya orang lain jika ingin karyamu dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya tak peduli apa yang akan saya dapat. Saya hanya peduli apa yang akan saya kerjakan. Saya mengharapkan sesuatu yang baik maka saya berbuat baik. Saya tidak berada pada posisi teknis, seorang sahabat bilang saya katalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya total, saya maksimal sesuai dengan kapasitas saya. Saya jauh dari skill, saya hanya mengandalkan pola dan kepala. Saya bangga dengan semua keterbatasan saya karena saya berkarya di dunia baru. Dunia (yang seharusnya) di luar kemampuan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya sudah cukup berbuat baik? Apakah itu semua belum cukup baik? Apakah saya pantas mendapatkan ini semua? Saya pantas mendapatkan sedikit apresiasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S6pIXk54JhI/AAAAAAAAAB4/gSiVnFU4UcE/s1600/5932_1129183552356_1310246484_30455264_4175212_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S6pIXk54JhI/AAAAAAAAAB4/gSiVnFU4UcE/s320/5932_1129183552356_1310246484_30455264_4175212_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452249868766029330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7323894681872540805?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7323894681872540805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/apresiasi-basi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7323894681872540805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7323894681872540805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/apresiasi-basi.html' title='Apresiasi Basi'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S6pIXk54JhI/AAAAAAAAAB4/gSiVnFU4UcE/s72-c/5932_1129183552356_1310246484_30455264_4175212_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-433264714909256356</id><published>2010-03-16T10:56:00.003+07:00</published><updated>2010-03-16T12:51:02.201+07:00</updated><title type='text'>Mencari Papan Petunjuk</title><content type='html'>Saya berada di tengah-tengah lingkaran. Sebuah lingkaran besar. Belum ada magnet yang bisa memutar dinamo ini. Saya hanya berdiri di atas kesenangan, tanpa tendensi, bebas berputar. Di sini saya bisa melihat semua sisi lingkaran dengan sama besarnya. Di depan saya, di belakang saya, di kanan saya, di kiri saya, semua sudut sama. Saya dapat menjangkau semua tepian dengan sama jaraknya. Terdengar adil? Atau tidak punya pendirian? Entahlah, saya menyebutnya representasi makhluk sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang setiap tepinya sama luas. Saya menempatkan mereka sejajar. Bukan tendensi, hanya skala prioritas untuk membuatnya menjadi maksimal. Dalami, pahami, resapi maka akan menjadi kaya. Saya berpikir, saya menganalisa. Jadi tidak ada alasan untuk berpikir sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya masih di tengah. Belum memutuskan untuk melangkah. Suatu saat pasti akan menepi dan saya phobia terhadap sempit. Saya akan mencoba untuk tetap di tengah. Entah lingkaran ini atau lingkaran baru. Akan banyak lingkaran saya singgahi. Begitulah saya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada di tengah-tengah lingkaran. Berputar mencari celah. Belum menentukan arah. Saya mencari papan petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S58bqXItIXI/AAAAAAAAABw/5oCgJs1ZIec/s1600-h/DSCF0193.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S58bqXItIXI/AAAAAAAAABw/5oCgJs1ZIec/s320/DSCF0193.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449104488720572786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-433264714909256356?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/433264714909256356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/mencari-papan-petunjuk.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/433264714909256356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/433264714909256356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/mencari-papan-petunjuk.html' title='Mencari Papan Petunjuk'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S58bqXItIXI/AAAAAAAAABw/5oCgJs1ZIec/s72-c/DSCF0193.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-7876860964793688123</id><published>2010-03-13T20:56:00.011+07:00</published><updated>2010-03-13T21:48:55.612+07:00</updated><title type='text'>malam minggu tanpa belenggu</title><content type='html'>Tiga belas Maret Dua Ribu Sepuluh, malam minggu. Keluarkan segala kesah tak berarti pasrah. Berani tak terarah bukan berarti salah kaprah. Keluarkan segala emosi, salurkan kreasi, dan berbagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uflU7HeLI/AAAAAAAAAA4/emS5J0IoLO4/s1600-h/13032010322.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uflU7HeLI/AAAAAAAAAA4/emS5J0IoLO4/s320/13032010322.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448123637855385778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                                                          tanpa teknik, tanpa skill, habisi saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ugPAoTr4I/AAAAAAAAABA/dCaHlpux7a0/s1600-h/13032010324.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ugPAoTr4I/AAAAAAAAABA/dCaHlpux7a0/s320/13032010324.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448124353962291074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; proses paling penting: mendompleng rasa dari tepung. suatu pembenaran dan pembesaran hati bahwa masakan kita "nyummy"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uhmkljibI/AAAAAAAAABI/r8qxTD1q2Nc/s1600-h/13032010328.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uhmkljibI/AAAAAAAAABI/r8qxTD1q2Nc/s320/13032010328.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448125858263042482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                            proses pembersihan kuman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uiV1zz7dI/AAAAAAAAABQ/-KQ1N8bVlIs/s1600-h/13032010336.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uiV1zz7dI/AAAAAAAAABQ/-KQ1N8bVlIs/s320/13032010336.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448126670340091346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                               nada-nada me-refresh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ujevf52DI/AAAAAAAAABY/CwfO4BJl--8/s1600-h/13032010342.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ujevf52DI/AAAAAAAAABY/CwfO4BJl--8/s320/13032010342.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448127922776430642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;fresh from the oven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ukkFA5QlI/AAAAAAAAABg/J4IqbuModsY/s1600-h/13032010344.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ukkFA5QlI/AAAAAAAAABg/J4IqbuModsY/s320/13032010344.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448129113962922578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                        prajurit-prajurit garis depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ulDrNDAOI/AAAAAAAAABo/8NnA1PlCOR0/s1600-h/13032010349.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5ulDrNDAOI/AAAAAAAAABo/8NnA1PlCOR0/s320/13032010349.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448129656790384866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                  tidak lupa berbagi :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-7876860964793688123?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/7876860964793688123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/malam-minggu-tanpa-belenggu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7876860964793688123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/7876860964793688123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/malam-minggu-tanpa-belenggu.html' title='malam minggu tanpa belenggu'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S5uflU7HeLI/AAAAAAAAAA4/emS5J0IoLO4/s72-c/13032010322.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-5791560783370948377</id><published>2010-03-02T09:19:00.004+07:00</published><updated>2010-08-27T16:09:11.220+07:00</updated><title type='text'>NOTHING IS WRONG HERE!</title><content type='html'>There are nothing is wrong in the whole world, I guess. Everyone must be have a reason to do something. There are many factors causing it. A thieve have a reason for stealing, it may be an economic reason. Corruptors have a reason for doing corrupt, it may be they meet a chance. hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And may be the only one problem here is: perspective or point of view. Some people think that Mr. President doing good so far. Then anyone else do protest out there. Yeah, it's all about how to understanding every moment that happened.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;slightly shift the point of view to find a positive thinking :)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nothing is wrong here. So, don't be too easy to judge people. Stay in back and understand them!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That was when talking about the point of view. What if about to do something, but we are afraid of? Believe it friends, (once again) there is something wrong not too! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And for me? Simple, I write this in English, even I can't English fluently. Whatever, post!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-5791560783370948377?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/5791560783370948377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/nothing-wrong-here.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5791560783370948377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/5791560783370948377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/03/nothing-wrong-here.html' title='NOTHING IS WRONG HERE!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2856466765091268124.post-6246678053202839317</id><published>2010-02-28T13:46:00.001+07:00</published><updated>2011-04-09T00:01:23.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='circuit stuck'/><title type='text'>WELCOME TO MY CIRCUIT STUCK!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Circuit&lt;/span&gt; memiliki banyak arti pada berbagai bidang ilmu. Diantaranya di bidang saint dan teknologi, ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;circuit theory, pneumatic circuit, hydraulic circuit,&lt;/span&gt; hingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;circuit-circuit&lt;/span&gt; yang terdapat pada jaringan elektronika. Yang paling gampang adalah PCB &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Printed Circuit Board)&lt;/span&gt; yang merupakan komponen terpenting (otak/sistem) dalam barang-barang elektronik. Di bidang hukum dan pemerintahan ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;circuit&lt;/span&gt; yang merupakan suatu wilayah administratif di Asia Timur. Dan yang (mungkin) paling kita pahami adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;circuit&lt;/span&gt; dalam dunia balap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;circuit&lt;/span&gt; merupakan sistem, otak, jalan untuk menggerakkan sesuatu menjadi berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeah, and for me, circuit is the most important way of thinking. So, when the circuit is stuck, this is my way to share what I'm thinking. Don't expect too much from this, just enjoy it!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2856466765091268124-6246678053202839317?l=circuitstuck.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://circuitstuck.blogspot.com/feeds/6246678053202839317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/02/welcome-to-my-circuit-stuck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6246678053202839317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2856466765091268124/posts/default/6246678053202839317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://circuitstuck.blogspot.com/2010/02/welcome-to-my-circuit-stuck.html' title='WELCOME TO MY CIRCUIT STUCK!'/><author><name>aldian perdana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02717557430357867574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Mie8O3PxR9M/S4imnTOgsnI/AAAAAAAAAAM/olxjYnfYlh8/S220/n1310246484_30353081_7421833.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
